Olah Raga

Turki Tersingkir dari Piala Dunia Usai Kalah dari Paraguay

×

Turki Tersingkir dari Piala Dunia Usai Kalah dari Paraguay

Sebarkan artikel ini
Turki

Karawanghitz, San Fransisco — Tim nasional Turki dipastikan gagal melaju ke babak berikutnya pada Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-1 dari Paraguay dalam pertandingan kedua Grup D yang berlangsung di Stadion San Francisco, Sabtu (20/6/2026) pagi WIB. Hasil tersebut memastikan langkah skuad asuhan Vincenzo Montella terhenti di fase grup meski mampu mendominasi jalannya pertandingan.

Gol semata wayang Paraguay dicetak oleh Matias Galarza saat laga baru berjalan 64 detik. Keunggulan cepat tersebut bertahan hingga pertandingan berakhir, sekaligus mengamankan tiga poin bagi Paraguay dan mengakhiri peluang Turki untuk melanjutkan perjuangan di turnamen.

Kekalahan ini menjadi hasil yang mengecewakan bagi Turki mengingat tim tersebut tampil lebih dominan dalam penguasaan permainan. Sepanjang pertandingan, Hakan Calhanoglu dan rekan-rekannya terus menekan lini pertahanan Paraguay serta menciptakan sejumlah peluang untuk menyamakan kedudukan.

Baca juga: Guru Muda Lulusan Australia Buktikan Sekolah Rakyat Ubah Nasib Anak Miskin

Berdasarkan statistik pertandingan, Turki melepaskan total 32 percobaan tembakan ke arah gawang lawan. Namun, berbagai peluang yang tercipta belum mampu dikonversi menjadi gol. Penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat tekanan yang dibangun sepanjang pertandingan tidak menghasilkan perubahan skor.

Peluang Turki untuk bangkit semakin terbuka menjelang berakhirnya babak pertama setelah Paraguay harus bermain dengan 10 pemain. Miguel Almiron menerima kartu merah dari wasit sehingga Paraguay kehilangan satu pemain sejak akhir paruh pertama pertandingan.

Keunggulan jumlah pemain tersebut dimanfaatkan Turki untuk meningkatkan intensitas serangan pada babak kedua. Meski terus menguasai bola dan berupaya membongkar pertahanan lawan, Paraguay mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Pelatih Turki, Vincenzo Montella, mengakui hasil tersebut menjadi kekecewaan bagi seluruh anggota tim. Meski demikian, ia meminta para pemainnya menjadikan pengalaman di Piala Dunia sebagai pelajaran untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

“Kami tentu kecewa dengan hasil ini karena semua pemain telah bekerja keras sepanjang pertandingan. Namun, saya berharap pengalaman ini dapat membantu tim berkembang dan membangun mental yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan selanjutnya,” ujar Montella.

Menurut pelatih asal Italia tersebut, suasana kecewa di ruang ganti merupakan hal yang wajar setelah tim gagal mencapai target. Ia menilai para pemain perlu segera bangkit dan menjadikan kegagalan ini sebagai bagian dari proses pembelajaran dalam membangun tim yang lebih kompetitif.

Sebelum turnamen dimulai, Turki termasuk salah satu tim yang banyak diperhitungkan sebagai kuda hitam. Prediksi tersebut muncul karena skuad mereka diperkuat sejumlah pemain yang berkarier di kompetisi elite Eropa, seperti Arda Guler yang membela Real Madrid, Hakan Calhanoglu dari Inter Milan, serta Kenan Yildiz yang bermain untuk Juventus.

Kehadiran sejumlah pemain tersebut membuat Turki dipandang memiliki potensi untuk memberikan kejutan di Piala Dunia 2026. Namun, hasil yang diperoleh pada fase grup belum mampu memenuhi ekspektasi tersebut.

Baca juga: Argentina Kerja Keras Kalahkan Tanjung Verde, Messi Sampaikan Pesan Menyentuh untuk Vozinha

Kegagalan melaju ke babak berikutnya juga membuat Turki belum dapat menyamai pencapaian terbaiknya di Piala Dunia. Prestasi tertinggi tim tersebut masih tercatat pada edisi 2002 di Korea Selatan dan Jepang ketika berhasil mencapai semifinal sebelum mengakhiri turnamen di posisi ketiga.

Setelah tersingkir dari Piala Dunia 2026, Turki diperkirakan akan mengalihkan fokus pada proses evaluasi tim dan persiapan menghadapi agenda internasional berikutnya. Hasil di turnamen ini menjadi bahan penilaian bagi jajaran pelatih dalam menyusun strategi serta meningkatkan performa tim menjelang kompetisi mendatang.

Bagi Paraguay, kemenangan atas Turki menjadi modal penting dalam persaingan di Grup D. Sementara itu, Turki harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat setelah gagal mengamankan poin yang dibutuhkan untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.