Karawanghitz, Karawang — Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kabupaten Karawang menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Menjadi Anak Hebat dengan Sikap Bela Negara” di Yayasan Panti Daarul Hasanah, Karawang, Jawa Barat, pada Minggu (21/6/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari implementasi Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) ini diikuti oleh seluruh anak asuh panti dengan tujuan memperkenalkan nilai-nilai bela negara sejak usia dini melalui pendekatan edukatif dan interaktif.
Program tersebut dilaksanakan oleh Kelompok 1 yang beranggotakan Tasya Nurrahma Diantiputri, Atikah Qurotul ‘Ain, dan Farhan Erdji Pramudyo. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mengajak peserta memahami makna cinta tanah air, menghargai jasa para pahlawan, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat untuk memberikan kontribusi positif di lingkungan sekitar.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan persiapan, kemudian dilanjutkan pembukaan dan sesi ice breaking untuk membangun suasana yang lebih akrab antara mahasiswa dan anak-anak panti. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan sebelum memasuki penyampaian materi utama mengenai sikap bela negara.
Baca juga: Psikologi di Balik Berbagai Jenis Gaya Pengasuhan Anak
Dalam sesi materi yang berlangsung selama sekitar 45 menit, mahasiswa menjelaskan bahwa bela negara tidak selalu berkaitan dengan tugas kemiliteran. Anak-anak dikenalkan pada bentuk-bentuk sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menaati peraturan, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, rajin belajar, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh peserta. Mahasiswa juga memberikan berbagai contoh yang dekat dengan kehidupan anak-anak sehingga mereka dapat memahami bahwa sikap bela negara dapat diwujudkan melalui kebiasaan positif di rumah, sekolah, maupun lingkungan tempat tinggal.
Usai penyampaian materi, peserta mengikuti sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyampaikan pendapat dan mengajukan pertanyaan mengenai materi yang telah dipelajari. Interaksi tersebut berlangsung aktif, dengan sejumlah anak menunjukkan antusiasme ketika menjawab pertanyaan maupun berbagi pengalaman sederhana yang berkaitan dengan nilai-nilai kebangsaan.
Sebagai bagian dari penguatan materi, mahasiswa mengajak seluruh peserta menyanyikan lagu nasional secara bersama-sama. Kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk mengenalkan semangat cinta tanah air melalui pendekatan yang menyenangkan dan mudah diikuti oleh anak-anak.
Selanjutnya, peserta mengikuti aktivitas menulis cita-cita. Dalam sesi tersebut, setiap anak diminta menuangkan harapan dan impiannya di masa depan sekaligus menceritakan alasan memilih cita-cita tersebut. Kegiatan ini bertujuan membangun rasa percaya diri serta memotivasi peserta agar terus belajar dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Tasya mengatakan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk mengenalkan nilai-nilai kebangsaan dengan metode yang sesuai bagi anak-anak sehingga materi lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Apa Itu Tiger Parenting? Ini Pro dan Kontra Beserta Dampaknya
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa sikap bela negara bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menghormati orang tua dan guru, saling membantu, belajar dengan sungguh-sungguh, serta mencintai Indonesia. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter baik dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya,” ujar Tasya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa juga berharap anak-anak semakin memahami pentingnya menghargai jasa para pahlawan, memiliki wawasan kebangsaan yang lebih luas, serta menumbuhkan semangat untuk memberikan kontribusi positif sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung hingga pukul 10.40 WIB dan ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa serta seluruh anak asuh Yayasan Panti Daarul Hasanah. Momen tersebut menjadi penutup kegiatan pengabdian masyarakat yang memadukan penyampaian materi, permainan edukatif, diskusi, serta aktivitas kreatif untuk mengenalkan nilai-nilai bela negara kepada peserta sejak usia dini.












