News

Polisi Buru Pelaku Tawuran yang Lukai Pelajar di Klari

×

Polisi Buru Pelaku Tawuran yang Lukai Pelajar di Klari

Sebarkan artikel ini
Tawuran

Karawanghitz, Karawang – Polres Karawang masih melakukan pengejaran terhadap pelaku tawuran antarkelompok remaja yang mengakibatkan seorang pelajar berinisial MR (18) mengalami luka berat di Jalan Raya Pancawati, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, pada Senin (20/7/2026) malam. Dalam insiden tersebut, korban mengalami putus pada bagian pergelangan tangan kanan akibat sabetan senjata tajam saat bentrokan berlangsung.

Kasus itu kini masih dalam tahap penyelidikan. Aparat kepolisian terus mengumpulkan barang bukti, memeriksa sejumlah saksi, serta menelusuri identitas seluruh pihak yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Selain mengungkap pelaku, penyidik juga mendalami motif serta kronologi lengkap kejadian guna memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Karawang, IPDA Cep Wildan, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai bentrokan yang diduga melibatkan dua kelompok remaja di wilayah Kecamatan Klari.

Baca juga:
Kemenag Banyuwangi Hentikan Status Siswi Terkait Video Viral

Petugas dari Polsek Klari bersama Unit Identifikasi Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Karawang langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dalam proses tersebut, polisi memeriksa kondisi lokasi, meminta keterangan dari sejumlah saksi, sekaligus mengamankan barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

“Tim dari Polsek Klari bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Karawang sudah melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi, dan mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk mengungkap identitas para pelaku,” ujar Cep Wildan, Selasa (21/7/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, MR diketahui datang ke lokasi bersama beberapa rekannya yang diduga hendak melakukan tawuran dengan kelompok lain. Saat bentrokan terjadi, korban terkena sabetan senjata tajam yang mengenai pergelangan tangan kanannya hingga mengalami putus dan menyebabkan luka berat.

Akibat luka yang dideritanya, rekan-rekan korban segera mengevakuasi MR menuju RS Fikri agar mendapatkan penanganan medis secepat mungkin. Di sisi lain, warga yang berada di sekitar lokasi menemukan bagian pergelangan tangan korban yang terputus di badan jalan.

Temuan tersebut kemudian diserahkan kepada pihak rumah sakit sebagai bagian dari proses penanganan medis terhadap korban. Hingga kini, kondisi korban masih menjadi bagian dari penanganan tenaga kesehatan.

Sementara itu, aparat kepolisian terus mengembangkan penyelidikan untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dalam bentrokan tersebut. Polisi juga berupaya mengidentifikasi kelompok lawan korban yang diduga menjadi pelaku penganiayaan menggunakan senjata tajam.

Cep Wildan menjelaskan bahwa pemeriksaan saksi dan analisis barang bukti masih berlangsung. Informasi yang diperoleh dari proses tersebut akan menjadi dasar bagi penyidik dalam mengungkap seluruh rangkaian kejadian, termasuk peran masing-masing pihak yang berada di lokasi tawuran.

“Kami masih mendalami identitas seluruh pihak yang terlibat, termasuk motif dan kronologi kejadian secara menyeluruh agar penanganan perkara ini dapat dilakukan secara lengkap,” katanya.

Selain mengumpulkan bukti di lapangan, penyidik juga melakukan berbagai langkah investigasi lain untuk memastikan seluruh pelaku dapat diidentifikasi. Polisi berharap hasil pemeriksaan para saksi dapat mempercepat proses pengungkapan kasus sehingga para pelaku dapat segera dimintai pertanggungjawaban hukum.

Kasus tawuran yang melibatkan remaja kembali menjadi perhatian karena tidak hanya mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan korban luka berat bahkan kehilangan nyawa. Kepolisian menilai keterlibatan remaja dalam aksi kekerasan semacam ini perlu menjadi perhatian bersama, baik oleh keluarga, sekolah, maupun lingkungan sekitar.

Karena itu, Polres Karawang mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama saat berada di luar rumah pada malam hari. Pengawasan dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah remaja terlibat dalam aksi tawuran maupun tindak kriminal lainnya.

Baca juga:
SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Roboh 2 Tahun, Haruskah Viral Dulu agar Diperbaiki?

Menurut Cep Wildan, keterlibatan keluarga memiliki peran besar dalam membangun kesadaran anak agar tidak mudah terpengaruh ajakan melakukan aksi kekerasan. Ia juga mengingatkan bahwa setiap tindakan yang melanggar hukum akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami mengimbau orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari. Kepolisian akan menindak tegas setiap bentuk aksi kekerasan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, Polres Karawang masih melanjutkan proses penyelidikan dengan mengumpulkan berbagai informasi tambahan. Polisi juga terus memburu pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tawuran tersebut agar kasus ini dapat segera diungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.