TeknologiNewsPendidikan

Study Club UI/UX HIMASI Perkuat Kemampuan Desain Mahasiswa

×

Study Club UI/UX HIMASI Perkuat Kemampuan Desain Mahasiswa

Sebarkan artikel ini
Study

Karawanghitz, Karawang – Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASI) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang kembali menyelenggarakan Study Club UI/UX pada Jumat, 10 Juli 2026, sebagai tindak lanjut dari Workshop UI/UX yang telah dilaksanakan sebelumnya. Kegiatan ini difokuskan untuk memberikan pendampingan yang lebih intensif kepada peserta dalam mempelajari desain antarmuka pengguna (UI/UX) menggunakan aplikasi Figma melalui sesi praktik dan diskusi yang lebih interaktif.

Study Club dipandu oleh Zamzam Nurhabib yang juga bertindak sebagai pemateri sekaligus moderator. Sementara itu, Fadli Cahya Zulkarnain Tarigan dipercaya sebagai ketua pelaksana kegiatan. Berbeda dengan konsep workshop yang menghadirkan materi secara menyeluruh dalam waktu terbatas, Study Club dirancang dalam kelompok belajar yang lebih kecil sehingga setiap peserta memperoleh kesempatan lebih banyak untuk berdiskusi, bertanya, dan mendapatkan bimbingan secara langsung.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai respons atas tingginya antusiasme mahasiswa terhadap Workshop UI/UX sebelumnya. Meskipun mendapat sambutan positif, keterbatasan waktu saat workshop membuat sebagian peserta belum memperoleh pendampingan secara optimal ketika mempraktikkan materi yang telah dipelajari.

Baca juga:
Jangan Cuma Nonton Konten Viral, Saatnya Jadi Kreator! DICO dan UBSI Gelar AI Clay Reels Masterclass

Melalui Study Club, HIMASI berupaya menjembatani kebutuhan tersebut dengan menghadirkan suasana belajar yang lebih personal. Peserta diajak mengulas kembali konsep dasar UI/UX, kemudian langsung menerapkannya melalui latihan menggunakan Figma. Pendampingan dilakukan secara bertahap sehingga setiap mahasiswa dapat memahami proses desain mulai dari tahap perencanaan hingga penyempurnaan hasil.

Selama sesi praktik berlangsung, peserta mempelajari cara menyusun layout, menentukan hierarki visual, memilih komponen antarmuka yang sesuai, hingga mengevaluasi desain berdasarkan masukan dari pemateri. Pendekatan ini memungkinkan setiap peserta memperoleh arahan sesuai dengan tingkat pemahaman dan kesulitan yang dihadapi.

Pemateri sekaligus moderator, Zamzam Nurhabib, mengatakan bahwa kemampuan desain tidak dapat berkembang hanya melalui penyampaian teori. Menurutnya, proses belajar membutuhkan latihan yang berkelanjutan agar mahasiswa mampu menerapkan konsep ke dalam proyek nyata.

“Study Club ini kami hadirkan agar peserta tidak berhenti pada pemahaman konsep saja. Melalui pendampingan langsung, mereka dapat mencoba, berdiskusi, menerima masukan, lalu memperbaiki hasil desainnya. Proses seperti inilah yang membantu kemampuan UI/UX berkembang secara bertahap,” ujar Zamzam.

Di tengah meningkatnya kebutuhan industri digital, penguasaan perangkat desain seperti Figma menjadi salah satu kompetensi yang banyak dibutuhkan perusahaan. Tidak hanya perusahaan teknologi, berbagai sektor kini memerlukan tenaga kerja yang mampu merancang antarmuka digital yang mudah digunakan sekaligus memberikan pengalaman pengguna yang baik.

Namun, banyak mahasiswa masih menemui kendala ketika harus menerapkan teori ke dalam proyek desain secara mandiri. Sebagian telah memahami prinsip dasar UI/UX, tetapi belum memiliki kepercayaan diri untuk menyusun sebuah desain dari awal. Kondisi tersebut menjadi alasan HIMASI menghadirkan Study Club sebagai ruang belajar lanjutan yang lebih berorientasi pada praktik dibandingkan penyampaian materi semata.

Suasana belajar yang lebih santai membuat diskusi berlangsung aktif. Peserta bebas menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai teknik desain, penggunaan fitur Figma, maupun penyelesaian kendala yang ditemui saat mengembangkan antarmuka aplikasi. Pemateri kemudian memberikan arahan secara langsung sehingga solusi yang diberikan dapat segera dipraktikkan.

Ketua pelaksana kegiatan, Fadli Cahya Zulkarnain Tarigan, menjelaskan bahwa Study Club merupakan bagian dari upaya HIMASI menghadirkan pembelajaran yang berkelanjutan bagi mahasiswa Sistem Informasi.

“Kami ingin proses belajar tidak berhenti setelah workshop selesai. Justru melalui Study Club ini peserta memiliki kesempatan untuk memperdalam materi, berdiskusi lebih intensif, dan meningkatkan kemampuan melalui praktik langsung. Harapannya, mereka semakin siap menghadapi kebutuhan industri digital,” kata Fadli.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan ini juga mendorong peserta untuk membangun kebiasaan belajar secara kolaboratif. Peserta saling bertukar pendapat mengenai hasil desain yang dibuat, memberikan masukan kepada rekan lain, serta belajar memahami berbagai pendekatan dalam menyelesaikan permasalahan desain antarmuka.

Baca juga:
Rahasia Konten Viral Dibongkar di BSI Digination 2025, Siswa SMK Antusias!

Pendekatan kolaboratif tersebut dinilai penting karena proses pengembangan produk digital di dunia kerja umumnya dilakukan dalam tim. Kemampuan menerima masukan, memperbaiki hasil pekerjaan, dan berkomunikasi dengan rekan kerja menjadi bagian dari kompetensi yang dibutuhkan selain keterampilan teknis.

Melalui penyelenggaraan Study Club UI/UX, HIMASI menghadirkan ruang belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan mahasiswa sekaligus perkembangan industri digital. Pendampingan yang dilakukan secara langsung diharapkan membantu peserta memahami proses desain secara menyeluruh, mulai dari penyusunan ide hingga menghasilkan antarmuka yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa penguasaan UI/UX tidak diperoleh melalui satu kali pelatihan, melainkan melalui proses belajar yang berkesinambungan. Dengan adanya Study Club, mahasiswa memiliki kesempatan untuk terus mengembangkan keterampilan, memperkuat rasa percaya diri, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan di bidang teknologi dan pengembangan produk digital.