Karawanghitz, Karawang — Polresta Karawang menyerahkan dua jenazah awak KM Anugrah Laut 3 kepada keluarga setelah proses pencarian, evakuasi, dan identifikasi selesai. Penyerahan dilakukan di RSUD Karawang pada Jumat (7/8/2026) malam, setelah keluarga menyelesaikan administrasi serta proses pemulasaraan.
Dua korban tersebut masing-masing berinisial N yang diketahui sebagai nakhoda kapal dan S yang bertugas sebagai koki. Jajaran Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Karawang bersama Unit Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polresta Karawang menangani proses identifikasi sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.
Kasi Humas Polresta Karawang Ipda Cep Wildan mengatakan penyerahan jenazah dilakukan setelah seluruh administrasi dinyatakan selesai. Proses tersebut juga melibatkan koordinasi dengan Satpolairud Polres Tegal Kota dan Polda Jawa Tengah karena para korban berasal dari wilayah tersebut. “Dua korban tersebut masing-masing berinisial N yang merupakan nakhoda kapal dan S yang bertugas sebagai koki kapal,” kata Cep Wildan dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).
Kecelakaan KM Anugrah Laut 3 bermula pada Jumat (24/7/2026). Kapal yang membawa 15 awak itu berangkat melaut sekitar pukul 16.15 WIB. Setelah kurang lebih lima jam perjalanan, sekitar pukul 22.00 WIB, kapal dilaporkan hilang kontak. Kondisi tersebut kemudian memicu pencarian terhadap seluruh awak kapal.
Pada Sabtu (25/7/2026), sebagian besar awak KM Anugrah Laut 3 berhasil diselamatkan. Namun, dua orang, yakni N dan S, masih dinyatakan hilang. Pencarian terhadap keduanya terus dilakukan sampai akhirnya tim menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada awal Agustus 2026.
Tim Satpolairud Polresta Karawang menemukan korban pertama pada Rabu (5/8/2026). Jenazah tersebut dievakuasi dari sekitar perairan KLA Pertamina, dengan lokasi penemuan berjarak sekitar tiga mil dari garis pantai. Sehari kemudian, Kamis (6/8/2026), korban kedua ditemukan di kawasan Pantai Cemara Jaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.
Setelah ditemukan, kedua jenazah langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Karawang. Unit Inafis Satreskrim Polresta Karawang kemudian melakukan proses identifikasi untuk memastikan identitas korban sebelum jenazah dapat diserahkan kepada keluarga. Penanganan itu dilakukan setelah laporan hilang kontak diterima dan pencarian diarahkan ke wilayah perairan yang menjadi lokasi kemungkinan keberadaan kapal maupun awaknya.
Dalam prosesnya, petugas tidak hanya melakukan pencarian, tetapi juga menindaklanjuti temuan korban dengan evakuasi menuju fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan dan identifikasi. Tahapan identifikasi menjadi bagian penting sebelum jenazah dipulangkan karena kepolisian harus memastikan kecocokan identitas dengan data korban yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Lokasi penemuan kedua korban berada di wilayah perairan dan pesisir Kabupaten Karawang. Korban pertama ditemukan di sekitar perairan KLA Pertamina, sedangkan korban kedua ditemukan di kawasan Pantai Cemara Jaya. Kedua lokasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian pencarian yang dilakukan petugas setelah kecelakaan laut terjadi pada akhir Juli.
Keluarga korban datang ke Karawang pada Jumat (7/8/2026) untuk menyelesaikan sejumlah keperluan administrasi dan pemulasaraan. Setelah seluruh tahapan tersebut selesai, sekitar pukul 19.00 WIB, pihak kepolisian menyerahkan kedua jenazah kepada keluarga. Penyerahan turut disertai dokumen resmi serta surat pernyataan penolakan autopsi dari pihak keluarga.
Baca juga:
Target Ekspor Jerman, Pabrik Baterai Listrik di Beroperasi Juli 2026 Karawang
Polresta Karawang menyatakan rangkaian penanganan korban dilakukan sejak proses pencarian, evakuasi, identifikasi, hingga penyerahan kepada keluarga. Setelah menerima jenazah, keluarga membawa keduanya menuju rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan.
Setelah keluarga menerima jenazah, tanggung jawab penanganan beralih kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Kepolisian sebelumnya memastikan dokumen yang diperlukan telah diserahkan sehingga keluarga dapat melanjutkan tahapan berikutnya. Proses tersebut sekaligus menutup rangkaian penanganan dua awak kapal yang sempat hilang selama beberapa hari setelah kapal kehilangan kontak.
Seluruh tahapan berlangsung setelah kedua korban berhasil ditemukan dan identitasnya dipastikan melalui pemeriksaan kepolisian di RSUD Karawang pada tahap akhir.










