News

Pertamina Patra Niaga Kembangkan Ekonomi Sirkular di Karawang

×

Pertamina Patra Niaga Kembangkan Ekonomi Sirkular di Karawang

Sebarkan artikel ini
Karawang

Karawanghitz, Karawang — PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat melalui Fuel Terminal Cikampek mengembangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular dan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Karawang. Program Prakarsa Bagja Juara tersebut ditinjau Staf Khusus Wakil Presiden RI, Tina Talisa, di Yayasan Hidayatul Burhan, Desa Pasirtanjung, Kecamatan Lemahabang, Jumat (31/7/2026).

Kunjungan itu dilakukan untuk melihat pelaksanaan sejumlah kegiatan yang menggabungkan pengelolaan lingkungan, pertanian, pemanfaatan limbah, dan energi terbarukan. Program tersebut melibatkan lingkungan pesantren serta masyarakat sekitar dalam memanfaatkan sumber daya lokal agar memiliki nilai guna dan manfaat ekonomi.

Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Burhan, Jaenal Apip, mengatakan kerja sama dengan Pertamina Patra Niaga telah berlangsung sejak 2024. Dukungan tersebut turut mendorong pengembangan Eco-Agro Santri yang memadukan pendidikan agama, literasi digital, dan keterampilan pertanian.

Baca juga:
Nobar Piala Dunia 2026 Bantu UMKM Karawang Perluas Pasar di Libur Sekolah

“Melalui dukungan Pertamina Patra Niaga kami dapat mengembangkan Eco-Agro Santri. Program ini tidak hanya membekali santri dengan pendidikan agama, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, pertanian, dan kemandirian,” ujar Jaenal.

Melalui kegiatan Agro Santri, pesantren mampu menghasilkan sekitar 250 kilogram sayuran untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para santri. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan pertanian di lingkungan pesantren sekaligus pembelajaran keterampilan bagi santri.

Selain pertanian, pesantren memanfaatkan energi terbarukan melalui Program Desa Energi Berdikari. Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) digunakan untuk mendukung kegiatan keagamaan dan pertanian. Limbah organik dapur juga diolah menjadi biogas yang digunakan sebagai energi alternatif untuk memasak di kantin pesantren.

Di tingkat masyarakat, Program Prakarsa Bagja Juara mengembangkan Bank Jerami melalui Skema Tukar Jerami. Inovasi tersebut memberikan nilai guna baru terhadap jerami yang sebelumnya dianggap sebagai limbah setelah musim panen.

Sebelum program berjalan, jerami di Desa Pasirtanjung umumnya dibakar karena belum memiliki nilai ekonomi. Pembakaran terbuka berpotensi menimbulkan pencemaran udara, meningkatkan emisi, mengganggu kesehatan, dan mengurangi bahan organik yang dapat dikembalikan ke tanah. Kini, rata-rata 2–3 ton jerami setiap musim panen mulai dikumpulkan dan dimanfaatkan secara produktif.

Skema Tukar Jerami tersebut memperoleh pengakuan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Program Pemberdayaan Petani Pertama Melalui Tukar Jerami dengan Air. Melalui mekanisme itu, jerami yang dikumpulkan masyarakat dapat ditukar dengan pupuk, air hasil pengolahan reverse osmosis, atau dimanfaatkan untuk membantu biaya pemasangan sambungan baru Pamsimas.

Staf Khusus Wakil Presiden RI, Tina Talisa, mengapresiasi inovasi tersebut karena menghubungkan pengelolaan limbah pertanian dengan kebutuhan dasar masyarakat.

“Program ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dapat sekaligus menghadirkan manfaat bagi lingkungan dan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Tina.

Penggerak lokal Program Prakarsa Bagja Juara, Endang Sutisna, mengatakan kegiatan tersebut turut mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan kegiatan produktif.

“Kami bersyukur atas dukungan Pertamina Patra Niaga melalui Program Prakarsa Bagja Juara. Program ini mendorong masyarakat untuk lebih mandiri melalui pengelolaan lingkungan, pertanian, dan pemanfaatan energi terbarukan,” ujar Endang.

Selama kunjungan, rombongan juga meninjau Bank Sampah WISE dan Bank Sampah Pondok Pesantren Hidayatul Burhan. Fasilitas lain yang diperlihatkan meliputi pengolahan limbah menjadi pupuk organik dan media tanam, pemanfaatan PLTS serta instalasi biogas, hingga kegiatan ekonomi melalui koperasi dan UMKM Dapur Teteh.

Baca juga:
Truk Muatan 1.000 Ember Cat Terguling di Karawang, Berserakan di Jalan, Diduga Dipicu Jalur Bergelombang

Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa program di Pasirtanjung tidak hanya berfokus pada pengelolaan limbah. Pesantren dan masyarakat juga dilibatkan dalam pertanian, pemanfaatan energi, serta kegiatan ekonomi yang menggunakan sumber daya lokal.

Program Prakarsa Bagja Juara merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga. Pelaksanaannya diarahkan untuk mendukung pengelolaan lingkungan, ketahanan ekonomi, pendidikan, dan pemanfaatan sumber daya secara lebih berkelanjutan.

Dengan sejumlah kegiatan yang telah berjalan, pengelolaan jerami, sampah, pertanian, dan energi terbarukan terus dikembangkan bersama masyarakat dan Yayasan Hidayatul Burhan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya kolaboratif di Desa Pasirtanjung untuk mengolah sumber daya lokal sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat.