Karawanghitz, Bekasi — Edukasi mengenai kebiasaan hidup bersih dan sehat diberikan kepada siswa kelas 3 dan 4 SDN Karang Indah, Kabupaten Bekasi, melalui sosialisasi mencuci tangan dan menyikat gigi pada Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja “Sekolah Ramah Anak Sehat” dalam rangkaian BSI Explore 2026 yang bertujuan mengenalkan perilaku hidup sehat kepada anak melalui metode sederhana dan interaktif.
Kegiatan dipandu Kohar Hanapi, pemateri sekaligus ketua tim BSI Explore 2026 Desa Karang Indah. Materi disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan aktivitas sehari-hari siswa, seperti mencuci tangan sebelum makan, membersihkan tangan setelah bermain, serta menjaga kebersihan diri seusai melakukan kegiatan di luar ruangan.
Sejak sosialisasi dimulai, siswa terlihat aktif mengikuti penjelasan. Mereka diajak memahami alasan mencuci tangan dan menyikat gigi perlu dilakukan secara rutin, bukan sekadar sebagai kebiasaan yang harus dijalankan. Penyampaian menggunakan bahasa sederhana agar materi dapat diterima dengan mudah oleh anak-anak.
Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang
Kohar mengatakan, edukasi kesehatan kepada anak perlu disertai pemahaman mengenai alasan dan cara penerapannya. Dengan begitu, kebiasaan yang diperkenalkan di sekolah dapat lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap siswa tidak hanya mengetahui pentingnya mencuci tangan dan menyikat gigi, tetapi juga memahami waktu yang tepat serta cara melakukannya dengan benar. Kebiasaan yang dikenalkan sejak usia sekolah dapat membantu mereka menjaga kesehatan dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Kohar.
Dalam sesi mengenai kebersihan tangan, siswa dikenalkan pada sejumlah kondisi yang menjadi waktu penting untuk mencuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah melakukan aktivitas yang menyebabkan tangan kotor. Sementara pada materi kesehatan gigi, mereka memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menyikat gigi secara teratur dan menjaga kebersihan rongga mulut.
Interaksi berlangsung semakin aktif ketika Kohar membuka sesi tanya jawab. Beberapa siswa menjawab pertanyaan yang diberikan dan menceritakan kebiasaan mereka di rumah. Cara tersebut membuat suasana pembelajaran lebih santai sehingga siswa dapat mengikuti materi tanpa merasa sedang menjalani pembelajaran formal seperti biasanya.
Menurut Kohar, respons siswa menunjukkan bahwa materi kesehatan dapat disampaikan secara efektif apabila dikaitkan dengan pengalaman yang mereka temui setiap hari. “Rasa ingin tahu anak-anak cukup tinggi. Saat pembahasan dikaitkan dengan kebiasaan mereka, mereka lebih mudah merespons dan berani bercerita. Pendekatan seperti ini membuat edukasi kesehatan terasa lebih menyenangkan,” katanya.
Program Sekolah Ramah Anak Sehat menjadi salah satu bentuk kegiatan mahasiswa dalam memberikan edukasi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk menambah pengetahuan siswa, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan anak-anak dan masyarakat.
Melalui kegiatan itu, mahasiswa juga dapat mengembangkan kemampuan komunikasi, memahami kebutuhan lingkungan sekitar, serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dalam situasi lapangan. Bagi sekolah, materi yang diberikan diharapkan dapat memperkuat perhatian siswa terhadap kebersihan diri.
Kebiasaan mencuci tangan dan menyikat gigi merupakan tindakan sederhana yang dilakukan secara berulang. Jika diterapkan secara rutin, kebiasaan tersebut dapat mendukung pola hidup sehat dan membantu anak memahami pentingnya menjaga kebersihan diri sejak usia sekolah.
Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari BSI Explore 2026, program pengabdian kepada masyarakat unggulan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang berlangsung pada 5–25 Agustus 2026. Program tersebut melibatkan mahasiswa dalam tim yang ditempatkan di 38 desa mitra untuk menjalankan berbagai program kerja sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Setiap tim BSI Explore 2026 terdiri atas lima mahasiswa dan berada di bawah pendampingan seorang Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Tim yang bertugas di Desa Karang Indah diketuai Kohar Hanapi, dengan anggota Aulia Rahma Suryani, Derina Rizkia Zahra, Fazryan Syauqi, Laura Syahnanda Zulfia, dan Nurulita Khusnul Khotimah.
Melalui program tersebut, edukasi kesehatan diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Kebiasaan mencuci tangan dan menyikat gigi yang diperkenalkan kepada siswa dapat terus diterapkan di rumah maupun lingkungan sekolah sebagai bagian dari rutinitas menjaga kebersihan dan kesehatan sejak dini.












