Literasi SekolahNewsPendidikan

Siswa SD Desa Karang Indah Praktik Gosok Gigi Bersama

×

Siswa SD Desa Karang Indah Praktik Gosok Gigi Bersama

Sebarkan artikel ini
Siswa

Karawanghitz, Bekasi — Kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut diperkenalkan kepada siswa sekolah dasar melalui praktik menggosok gigi bersama dalam program “Sekolah Ramah Anak Sehat” di Desa Karang Indah, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi. Kegiatan yang dilaksanakan Kelompok Utama 11 BSI Explore 2026 pada Agustus 2026 tersebut mengajak siswa memahami sekaligus mempraktikkan cara menyikat gigi yang tepat sejak usia dini.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa tidak hanya menjelaskan alasan pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut, tetapi juga memberikan contoh gerakan menyikat gigi secara bertahap. Siswa kemudian mengikuti setiap gerakan yang diperagakan. Cara tersebut digunakan agar materi kesehatan lebih mudah dipahami karena anak memperoleh kesempatan untuk melihat sekaligus mempraktikkan informasi yang diberikan.

Materi diawali dengan pengenalan mengenai waktu yang tepat untuk menyikat gigi. Mahasiswa kemudian menjelaskan tahapan menyikat gigi dan mengajak siswa mempraktikkannya secara bersama-sama. Penyampaian dilakukan dengan bahasa sederhana dan suasana yang interaktif sehingga kegiatan dapat menyesuaikan dengan usia serta tingkat pemahaman peserta.

Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’

Ketua Kelompok Utama 11 BSI Explore 2026, Kohar Hanapi, mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu siswa membentuk kebiasaan yang dapat diterapkan secara rutin, termasuk setelah kegiatan edukasi selesai.

“Kami ingin siswa memahami bukan hanya pentingnya menggosok gigi, tetapi juga cara melakukannya dengan benar. Setelah kegiatan ini, kami berharap mereka bisa menerapkannya di rumah dan menjadikannya bagian dari kebiasaan sehari-hari,” ujar Kohar.

Pendekatan praktik menjadi salah satu bagian utama dalam kegiatan karena mahasiswa menilai anak lebih mudah menyerap kebiasaan baru ketika memperoleh pengalaman langsung. Setelah melihat contoh, siswa diberi kesempatan mencoba sendiri sambil mengikuti arahan yang diberikan selama kegiatan berlangsung.

Suasana kegiatan juga dibuat lebih santai agar komunikasi antara mahasiswa dan siswa berjalan dua arah. Anak-anak dapat menyampaikan pertanyaan mengenai kebersihan gigi dan mulut, termasuk waktu menyikat gigi serta hal-hal yang perlu diperhatikan setelah mengonsumsi makanan.

Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mengikuti instruksi dan mencoba setiap gerakan yang diperagakan. Beberapa siswa juga aktif berinteraksi dengan mahasiswa selama sesi berlangsung. Kondisi tersebut membuat edukasi tidak hanya berlangsung melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang sesuai dengan aktivitas sehari-hari anak.

Salah seorang pendamping kegiatan menilai pengenalan kebiasaan hidup sehat perlu dilakukan sejak usia anak-anak dan disampaikan secara konsisten. Menurutnya, metode praktik dapat membantu siswa memahami materi kesehatan tanpa membuat pembelajaran terasa rumit.

“Ketika kebiasaan baik dikenalkan sejak kecil, anak akan lebih mudah memasukkannya ke dalam rutinitas. Praktik bersama seperti ini membuat mereka memahami cara menjaga kesehatan dengan langkah yang sederhana dan mudah dilakukan,” katanya.

Bagi mahasiswa BSI Explore 2026, kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk menerapkan kemampuan komunikasi dan edukasi yang telah diperoleh selama perkuliahan. Mahasiswa perlu menyesuaikan pilihan bahasa, contoh, serta metode penyampaian dengan karakter siswa sekolah dasar agar pesan kesehatan dapat diterima dengan baik.

Kegiatan itu juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mereka tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi harus memperhatikan respons peserta dan menyesuaikan pendekatan selama proses edukasi berlangsung.

Salah seorang siswa yang mengikuti praktik mengaku senang karena dapat belajar sambil menggosok gigi bersama teman-temannya. Ia mengatakan kegiatan tersebut membuatnya lebih memahami cara menyikat gigi yang benar dan ingin menerapkannya di rumah.

“Sekarang saya lebih tahu bagaimana menggosok gigi dengan benar. Saya juga ingin lebih rajin menggosok gigi di rumah,” ujarnya.

Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang

Program “Sekolah Ramah Anak Sehat” merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat Kelompok Utama 11 BSI Explore 2026 di Desa Karang Indah. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa menggunakan metode edukasi yang sederhana dan praktik langsung untuk mengenalkan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut kepada anak-anak.

BSI Explore 2026 merupakan program pengabdian kepada masyarakat unggulan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang berlangsung pada 5–25 Agustus 2026. Program tersebut melibatkan mahasiswa terpilih yang ditempatkan dalam tim di 38 desa mitra. Setiap tim menjalankan program kerja di bawah bimbingan Dosen Pendamping Lapangan.

Tim BSI Explore 2026 di Desa Karang Indah diketuai Kohar Hanapi, dengan anggota Aulia Rahma Suryani, Derina Rizkia Zahra, Fazryan Syauqi, Laura Syahnanda Zulfia, dan Nurulita Khusnul Khotimah. Setelah praktik bersama berakhir, siswa kembali menjalani aktivitas sekolah dengan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam rutinitas menjaga kebersihan gigi dan mulut di rumah maupun di lingkungan sekolah.