Karawanghitz, Karawang – Bona Ventura menekankan pentingnya etika, moral, dan persaingan sehat dalam menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang. Pesan tersebut disampaikan saat ia mendampingi Rali Saripudin yang resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Bengle pada Selasa (8/9/2026).
Bona mengatakan dirinya bersama tim pendukung akan bekerja secara maksimal untuk memenangkan Rali Saripudin dalam kontestasi tersebut. Meski demikian, upaya memperoleh dukungan masyarakat dinilai perlu dilakukan dengan tetap menjaga batas-batas etika dalam berpolitik.
“Kami bersama tim akan bergerak maksimal dan mengerahkan seluruh program kerja yang kami miliki. Namun, dalam menghadapi persaingan politik, etika dan moral harus tetap menjadi hal utama,” kata Bona Ventura.
Baca juga:
Bupati Aep Terima Penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI
Menurut Bona, perbedaan pilihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses demokrasi. Setiap masyarakat memiliki hak untuk menentukan pilihan politiknya tanpa harus mendapatkan tekanan atau perlakuan yang dapat menimbulkan konflik.
Ia menilai persaingan antarkandidat maupun kelompok pendukung seharusnya tidak berkembang menjadi pertentangan yang berujung pada perpecahan di lingkungan masyarakat. Karena itu, komunikasi dinilai menjadi salah satu hal penting selama tahapan Pilkades berlangsung.
Bona juga menyatakan kesediaannya membuka ruang dialog dengan pihak yang memiliki pilihan politik berbeda. Menurut dia, komunikasi tersebut diperlukan agar perbedaan pandangan dapat disikapi secara dewasa dan tetap berada dalam suasana yang kondusif.
“Kami terbuka untuk berdiskusi dengan pihak-pihak yang berbeda pilihan. Tentu pembahasannya harus berada dalam konteks yang positif. Politik seharusnya menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan dan program kepada masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan seiring dengan dimulainya proses pencalonan Rali Saripudin dalam Pilkades Bengle. Rali datang ke lokasi pendaftaran dengan didampingi ratusan pendukung yang turut memberikan dukungan atas pencalonannya sebagai bakal calon kepala desa.
Dengan pendaftaran tersebut, persaingan untuk memperebutkan posisi Kepala Desa Bengle mulai memasuki tahapan yang semakin dinamis. Kehadiran para pendukung dalam proses pendaftaran juga menunjukkan adanya dukungan politik terhadap masing-masing kandidat yang akan mengikuti kontestasi.
Bona menegaskan bahwa timnya akan tetap menjalankan strategi politik dan berbagai program kerja untuk memperoleh dukungan warga Bengle. Namun, aktivitas tersebut diharapkan tidak mengabaikan kepentingan masyarakat secara luas, terutama dalam menjaga hubungan antarwarga selama proses pemilihan.
Baca juga:
Pemkab Karawang Raih Penghargaan Tata Kelola Pemerintahan Responsif dan Akuntabel
Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dalam Pilkades Bengle dapat menjalankan proses politik secara tertib dan menghormati perbedaan pilihan. Menurutnya, persaingan dalam pemilihan kepala desa seharusnya tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk menilai gagasan, program, serta kapasitas setiap calon.
Selain itu, Bona mengingatkan para pendukung agar tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk saling menjauh atau menciptakan ketegangan. Sikap saling menghormati dinilai penting karena para kandidat dan pendukungnya tetap menjadi bagian dari masyarakat Desa Bengle.
Pilkades Bengle selanjutnya akan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menentukan calon pemimpin desa berdasarkan pilihan masing-masing. Seiring meningkatnya aktivitas politik menjelang pemilihan, Bona berharap komunikasi antarpihak tetap terjaga sehingga tahapan demokrasi dapat berlangsung secara sehat, damai, dan tidak mengganggu persatuan warga.












