Karawanghitz, Pandeglang — Kelompok Tunggaljaya BSI Explore 2026 Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar workshop Canva dan Artificial Intelligence (AI) bagi guru SDN Tunggaljaya 2, Kampung Cipining, Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kegiatan ini menjadi bagian dari program GEMILANG (Gerakan Membangun Literasi, Karakter dan Digitalisasi Sekolah) dalam rangkaian BSI Explore 2026.
Pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan teknologi digital sebagai alat pendukung pembelajaran. Materi yang diberikan mencakup penggunaan Canva untuk membuat media visual serta pemanfaatan AI dalam membantu berbagai tahap persiapan pembelajaran.
Perkembangan teknologi membuat guru perlu memiliki kemampuan dasar dalam menggunakan perangkat digital. Pemanfaatan teknologi di lingkungan sekolah tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat membantu guru menyusun materi yang lebih variatif sesuai karakter dan kebutuhan siswa.
Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’
Dalam workshop, para guru diperkenalkan pada Canva sebagai platform desain yang dapat digunakan untuk membuat berbagai kebutuhan pembelajaran. Peserta mempelajari dasar penggunaannya, termasuk membuat bahan ajar visual, presentasi, poster edukasi, lembar aktivitas, dan materi pendukung lainnya.
Selain desain, peserta juga mendapatkan pengenalan mengenai Artificial Intelligence. Teknologi tersebut dijelaskan sebagai alat bantu yang dapat mendukung pekerjaan guru, bukan menggantikan posisi guru sebagai pendidik. AI dapat dimanfaatkan untuk mencari ide kegiatan belajar, menyusun konsep materi, mengembangkan aktivitas siswa, hingga membantu merancang gagasan media pembelajaran.
Pendekatan tersebut diberikan agar para guru dapat melihat penggunaan teknologi dari sisi yang praktis. Dengan memahami fungsi Canva dan AI, guru diharapkan mampu mengintegrasikan keduanya secara bertahap dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung. Para guru mencoba membuat media pembelajaran menggunakan Canva dengan pendampingan mahasiswa BSI Explore. Mereka juga mengeksplorasi penggunaan AI untuk membantu proses penyusunan konsep materi maupun aktivitas belajar.
Praktik tersebut memungkinkan peserta menyesuaikan hasil pekerjaan dengan mata pelajaran dan kebutuhan siswa SDN Tunggaljaya 2. Dengan demikian, materi workshop tidak berhenti pada penjelasan teori, tetapi diarahkan pada pengalaman yang dapat langsung diterapkan setelah pelatihan berakhir.
Kegiatan praktik juga memberi kesempatan kepada guru untuk mengenali berbagai kemungkinan pemanfaatan teknologi. Pengalaman mencoba secara langsung dinilai penting agar peserta lebih memahami alur penggunaan perangkat digital dan dapat mengembangkannya secara mandiri.
Salah satu hasil yang diharapkan dari workshop adalah bertambahnya kemampuan guru dalam memanfaatkan Canva dan AI untuk mendukung proses pembelajaran. Media yang dibuat selama kegiatan menjadi contoh awal yang dapat dikembangkan kembali sesuai kebutuhan masing-masing pengajar.
Kelompok Tunggaljaya BSI Explore 2026 juga mendorong agar hasil pelatihan tidak berhenti pada kegiatan workshop. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat digunakan guru untuk menghasilkan materi belajar yang lebih beragam, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan metode pembelajaran yang kreatif.
Meski teknologi digunakan sebagai pendukung, peran guru tetap menjadi bagian utama dalam proses pendidikan. Canva membantu penyajian materi secara visual, sementara AI dapat digunakan untuk mendukung pekerjaan persiapan. Penggunaan keduanya tetap membutuhkan pertimbangan guru agar materi yang dihasilkan sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kondisi siswa.
Program GEMILANG sendiri tidak hanya menyasar kemampuan siswa, tetapi juga lingkungan sekolah secara lebih luas. Keterlibatan tenaga pendidik menjadi bagian dari upaya Kelompok Tunggaljaya dalam mendukung pengembangan literasi dan digitalisasi di SDN Tunggaljaya 2.
Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang
Melalui pelatihan tersebut, guru memperoleh kesempatan untuk mengenal dan mencoba teknologi yang dapat digunakan dalam pekerjaan sehari-hari. Hasil praktik yang dibuat selama workshop selanjutnya dapat menjadi bahan pengembangan media pembelajaran di sekolah.
Bagi mahasiswa BSI Explore 2026, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan dalam mendukung pendidikan di Desa Tunggaljaya. Setelah workshop selesai, penerapan teknologi tersebut tetap bergantung pada kebutuhan sekolah dan keberlanjutan penggunaan oleh para guru dalam kegiatan belajar mengajar.
Dengan bertambahnya pengalaman dalam menggunakan Canva dan AI, guru SDN Tunggaljaya 2 memiliki pilihan tambahan untuk menyiapkan materi pembelajaran. Pemanfaatan teknologi itu selanjutnya dapat disesuaikan secara bertahap dengan kegiatan sekolah dan kebutuhan peserta didik.










