News

Minyakita Langka di Pasar Johar Karawang, Harga Tembus Rp20 Ribu per Liter

×

Minyakita Langka di Pasar Johar Karawang, Harga Tembus Rp20 Ribu per Liter

Sebarkan artikel ini
Minyakita

Karawang, Karawanghitz — Minyak goreng subsidi merek Minyakita dilaporkan sulit ditemukan di Pasar Johar, Kabupaten Karawang. Jika tersedia, harga jualnya mencapai sekitar Rp20.000 per liter, melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

Salah seorang pedagang sembako di Pasar Johar, Satrio (34), mengatakan pasokan Minyakita dalam beberapa waktu terakhir sangat terbatas sehingga pedagang kesulitan memperoleh stok dari distributor.

“Minyakita sekarang seperti barang gaib, susah sekali didapat. Karena harga dari distributor sudah tinggi, saya terpaksa menjual sekitar Rp20.000 per liter,” ujar Satrio saat ditemui di Pasar Johar, Rabu (4/3/2026).

Ia menjelaskan kendala utama berasal dari distribusi yang tidak lancar. Menurutnya, pasokan yang datang ke pasar tidak menentu sehingga para pedagang harus berebut ketika stok tersedia.

“Saya sempat menghubungi distributor, katanya kemungkinan minggu depan stok kosong lagi. Jadi kalau barang datang, pedagang langsung berebut,” katanya.

Kondisi tersebut membuat sebagian pedagang tidak dapat menjual Minyakita secara rutin karena keterbatasan pasokan. Akibatnya, harga di tingkat pengecer pun meningkat.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindag) Kabupaten Karawang, Dindin Rachmadhy, mengatakan stok Minyakita di gudang Bulog sebenarnya masih tersedia.

Namun, menurutnya, sebagian pedagang di Pasar Johar belum terdaftar sebagai mitra resmi pemerintah dalam program distribusi pangan.

Baca Juga: Rahasia Kulit Glowing! Deretan Minyak Alami yang Aman Dipakai Setiap Hari

“Stok di Bulog sebenarnya aman. Hanya saja pedagang harus menjadi mitra resmi, yaitu Rumah Pangan Kita (RPK). Kenyataannya belum semua pedagang di pasar bergabung,” ujar Dindin.

Ia menjelaskan pedagang yang telah terdaftar sebagai mitra resmi dapat memperoleh pasokan Minyakita sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah sehingga harga jual dapat mengikuti HET.

Di sisi lain, kelangkaan minyak goreng subsidi tersebut mulai dirasakan oleh masyarakat. Laila Aisya, warga Karawang Timur, mengaku kesulitan menemukan Minyakita baik di pasar maupun di warung sekitar tempat tinggalnya.

“Sekarang susah sekali mencarinya. Kalau ada pun harganya sudah mahal, hampir sama dengan minyak goreng biasa,” kata Laila.

Ia berharap pemerintah daerah dapat segera mengatasi persoalan distribusi agar minyak goreng subsidi kembali mudah diperoleh dengan harga sesuai ketentuan.

Sejumlah pedagang juga berharap adanya langkah penataan distribusi dari pemerintah agar pasokan Minyakita di pasar tradisional kembali stabil dan dapat dijangkau oleh masyarakat.