News

Perbaikan Jalan Badami-Loji Karawang Kembali Dilanjutkan

×

Perbaikan Jalan Badami-Loji Karawang Kembali Dilanjutkan

Sebarkan artikel ini
Jalan

Karawanghitz, Karawang – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan penanganan ruas jalan provinsi Badami-Loji di Kabupaten Karawang dapat kembali dilanjutkan setelah sempat mengalami kendala. Pernyataan itu disampaikan Dedi saat menerima masyarakat dan mahasiswa yang berunjuk rasa di depan gedung DPRD Karawang, Senin (14/9/2026). Jalan Badami-Loji merupakan akses menuju wilayah Karawang selatan dan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dedi menjelaskan, proses penanganan ruas tersebut sebelumnya terkendala dari Balai Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Menurutnya, persoalan itu kini telah selesai sehingga pembangunan dapat diteruskan.

“Penanganannya sempat terkendala dari Balai Kementerian PU. Tapi sekarang sudah selesai, dan pembangunan bisa dilanjutkan,” kata Dedi saat menerima pengunjuk rasa di depan gedung DPRD Karawang, Senin.

Baca juga:
Pemkab Karawang Raih Penghargaan Tata Kelola Pemerintahan Responsif dan Akuntabel

Ia mengatakan perbaikan jalan Badami-Loji telah memiliki nilai anggaran dan kontraktor yang bertugas juga sudah bekerja. Pemerintah Provinsi Jawa Barat disebut telah mengucurkan anggaran hampir Rp70 miliar pada tahun ini untuk menangani jalur tersebut.

“Jadi perbaikan jalan Badami-Loji ini sudah ada nilai anggarannya. Kontraktornya sedang bekerja. Itu pertama. Artinya, kedua-duanya itu sudah dikerjakan dan sedang dikerjakan,” ujar Dedi.

Penanganan jalan tersebut juga berkaitan dengan persoalan kendaraan besar yang melintas di kawasan Karawang. Masyarakat menyoroti aktivitas armada pabrik semen PT Jui Shin Indonesia yang disebut berkaitan dengan kerusakan jalan Badami-Loji. Menanggapi hal itu, Dedi menegaskan bahwa persoalan tonase menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dalam penanganan jalur tersebut.

“Saya paling tegas urusan tonase. Tidak ada kaitan kita dengan pengusaha pabrik semen itu. Kalau perusahaannya tidak menjalankan komitmen (membangun jalan), saya tutup lagi tambangnya. Kita tidak mau mengucurkan ratusan miliar uang rakyat hanya untuk dinikmati pabrik semen,” katanya.

Selain memperbaiki jalan, Dedi menyampaikan rencana untuk mengurangi lalu lintas kendaraan industri yang melintasi jalan umum Karawang. Ia berencana mempertemukan Bupati Karawang dengan Bupati Bekasi untuk mengajukan pembukaan akses tol baru khusus kendaraan industri di wilayah Bojongmangu, Kabupaten Bekasi.

Rencana tersebut berkaitan dengan lokasi pabrik semen yang berada di Kabupaten Bekasi, sementara akses keluar-masuk kendaraan industrinya melintasi wilayah Karawang. Pembukaan akses khusus itu menjadi rencana yang disiapkan untuk menangani persoalan pergerakan kendaraan industri antara kedua wilayah.

Sementara itu, masyarakat dan mahasiswa yang mengikuti aksi meminta pemerintah memberikan kepastian mengenai percepatan perbaikan jalan Badami-Loji. Mereka mendesak agar kerusakan jalan segera ditangani dengan tenggat waktu yang jelas serta hasil perbaikan yang layak dan tahan lama.

Tuntutan massa tidak hanya menyangkut kondisi jalan. Mereka juga meminta penertiban terhadap armada angkutan industri, khususnya kendaraan PT Jui Shin Indonesia, terkait tonase. Penertiban tersebut menjadi bagian dari tuntutan yang disampaikan dalam aksi karena kendaraan berat turut menjadi perhatian dalam persoalan kerusakan jalur tersebut.

Selain penertiban kendaraan, pengunjuk rasa mendesak pemerintah merealisasikan pembangunan jalur khusus industri dari Exit Tol Bojongmangu menuju pabrik. Mereka juga meminta pemerintah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Bupati (Perbup) untuk memisahkan jalur kendaraan berat dengan jalan umum demi keselamatan masyarakat.

Usulan jalur khusus tersebut berkaitan dengan kondisi akses industri yang saat ini melintasi wilayah Karawang. Masyarakat meminta adanya pemisahan antara kendaraan berat dan pengguna jalan umum agar aktivitas angkutan industri dapat diatur melalui jalur yang sesuai.

Baca juga:
Bupati Aep Terima Penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI

Di sisi lain, pemerintah provinsi menyatakan penanganan Badami-Loji sudah memiliki anggaran dan kontraktor yang bekerja. Dedi juga menyampaikan rencana mempertemukan Bupati Karawang dan Bupati Bekasi untuk membahas pengajuan akses tol khusus kendaraan industri di Bojongmangu.

Perbaikan ruas Badami-Loji menjadi perhatian dalam aksi masyarakat dan mahasiswa karena jalur tersebut merupakan akses menuju Karawang selatan. Selain kondisi jalan, persoalan tonase kendaraan industri dan kebutuhan jalur khusus juga menjadi tuntutan yang disampaikan kepada pemerintah.

Penanganan jalan tersebut kini dapat dilanjutkan setelah kendala yang disebut berkaitan dengan Balai Kementerian PU dinyatakan selesai. Sementara itu, tuntutan mengenai penertiban kendaraan industri, pembangunan akses khusus, serta pemisahan jalur kendaraan berat dengan jalan umum masih menjadi bagian dari aspirasi masyarakat dan mahasiswa.