PendidikanNewsTeknologi

Audiensi BSI Explore Jadi Langkah Awal Pengabdian di Desa Karang Indah

×

Audiensi BSI Explore Jadi Langkah Awal Pengabdian di Desa Karang Indah

Sebarkan artikel ini
Explore

Karawanghitz, Bekasi – Tim BSI Explore 2026 dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang memulai rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menggelar kunjungan silaturahmi dan audiensi ke Pemerintah Desa Karang Indah, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, pada Senin (27/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal mahasiswa untuk mengenali kondisi masyarakat sekaligus memetakan potensi desa sebagai dasar penyusunan program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian.

Audiensi tersebut dihadiri oleh tim mahasiswa BSI Explore 2026 yang didampingi Dosen Pendamping Lapangan (DPL), RR Roosita Cindrakasih, S.H., M.I.Kom., serta disambut Sekretaris Desa Karang Indah, Deni Setiadi, S.Pd., yang akrab disapa Kang Deni. Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi terbuka dengan membahas berbagai potensi lokal dan tantangan yang dihadapi masyarakat.

Sejak awal pertemuan, mahasiswa bersama perangkat desa saling bertukar informasi mengenai kondisi wilayah, mulai dari sektor kerajinan bambu, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) makanan tradisional, hingga potensi pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan sebagian besar masyarakat Desa Karang Indah.

Baca juga:
Audiensi BSI Explore Jadi Langkah Awal Pengabdian di Desa Karang Indah

Kegiatan audiensi dilakukan sebagai bagian dari tahapan awal BSI Explore sebelum mahasiswa menjalankan program kerja di desa. Pendekatan ini dipilih agar setiap kegiatan yang dirancang benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat, bukan sekadar berdasarkan asumsi.

Dalam diskusi tersebut, Kang Deni menjelaskan bahwa Desa Karang Indah memiliki sumber daya bambu yang cukup melimpah dan telah dimanfaatkan warga menjadi berbagai produk kerajinan maupun peralatan rumah tangga. Meski demikian, pengembangan usaha tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama pada aspek pemasaran, inovasi produk, serta perluasan jaringan bisnis.

Selain kerajinan bambu, masyarakat juga mengembangkan berbagai produk makanan tradisional berbahan dasar singkong, seperti opak singkong dan kecimpring. Produk-produk tersebut bahkan telah dipasarkan hingga sejumlah wilayah di Bekasi dan Karawang, meskipun peluang pengembangannya masih terbuka cukup luas.

“Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan ide-ide baru, membantu mengembangkan inovasi, serta memperkenalkan potensi Desa Karang Indah kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Kang Deni.

Sementara itu, RR Roosita Cindrakasih menegaskan bahwa proses pengabdian kepada masyarakat harus diawali dengan memahami kebutuhan warga secara langsung. Menurutnya, mahasiswa perlu membangun komunikasi terlebih dahulu sebelum menjalankan program yang telah dirancang.

“Mahasiswa tidak datang untuk membawa program yang dipaksakan. Mereka hadir untuk belajar dari masyarakat, memahami kondisi di lapangan, lalu bersama-sama menyusun solusi yang sesuai dengan potensi desa,” katanya.

Pendekatan tersebut, lanjutnya, menjadi bagian penting agar seluruh program yang dijalankan memiliki manfaat yang berkelanjutan sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat setempat.

Ketua Tim BSI Explore Desa Karang Indah, Kohar Hanapi, mengatakan audiensi menjadi bekal penting bagi seluruh anggota tim sebelum memasuki tahap pelaksanaan program. Menurutnya, informasi yang diperoleh dari pemerintah desa akan menjadi dasar dalam menyusun berbagai kegiatan selama masa pengabdian.

“Kami ingin memastikan program yang kami jalankan benar-benar relevan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, langkah pertama yang kami lakukan adalah mendengarkan aspirasi warga, mengenali potensi desa, dan membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa,” ujarnya.

Hasil audiensi tersebut selanjutnya akan digunakan mahasiswa untuk memetakan peluang pengembangan desa. Salah satu gagasan yang mulai dibahas ialah pemanfaatan pemasaran digital guna membantu memperluas jangkauan pemasaran produk kerajinan bambu dan UMKM lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan berbagai program yang sesuai dengan kondisi lapangan. Selain memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan potensi ekonomi desa.

Baca juga:
Lulus Dokter di Unusa, Nabila Asal Manokwari Siap Mengabdi untuk Warga Pedalaman

Tim BSI Explore 2026 yang akan melaksanakan pengabdian di Desa Karang Indah dipimpin oleh Kohar Hanapi dengan anggota Aulia Rahma Suryani, Derina Rizkia Zahra, Fazryan Syauqi, Laura Syahnanda Zulfia, dan Nurulita Khusnul Khotimah. Selama pelaksanaan kegiatan, tim berada di bawah pendampingan RR Roosita Cindrakasih sebagai Dosen Pendamping Lapangan.

BSI Explore 2026 merupakan program pengabdian kepada masyarakat unggulan Universitas Bina Sarana Informatika yang akan berlangsung pada 5–25 Agustus 2026. Dalam program ini, mahasiswa ditempatkan di 38 desa mitra untuk mengimplementasikan program kerja yang telah disusun berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan masyarakat.

Melalui tahapan audiensi yang dilakukan sejak awal, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai potensi dan tantangan yang ada di Desa Karang Indah. Informasi tersebut menjadi pijakan dalam menyusun kegiatan yang selaras dengan kondisi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan potensi lokal selama pelaksanaan BSI Explore 2026.