Karawanghitz, Karawang – UBSI melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menggelar pelatihan bertema Digitalisasi Administrasi dan Peningkatan Literasi Teknologi di Aula LKSA Hj. Fajariyatun ‘Aisyiyah Cikampek pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kegiatan ini ditujukan untuk mendukung transformasi digital di lingkungan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), sekaligus meningkatkan pemahaman teknologi bagi pengelola dan anak didik.
Program yang diikuti anak-anak didik LKSA Hj. Fajariyatun ‘Aisyiyah tersebut menghadirkan Royadi, M.Kom. sebagai narasumber, dengan Walim, M.Kom. bertindak sebagai pembawa acara. Kegiatan dilaksanakan oleh dosen UBSI sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.
Perkembangan teknologi digital mendorong berbagai lembaga untuk menyesuaikan sistem kerja agar lebih efektif dan efisien. Tidak hanya sektor industri dan pemerintahan, lembaga sosial juga menghadapi kebutuhan yang sama, terutama dalam pengelolaan administrasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Baca juga:
80 Jet Tempur Israel Bombardir Pusat Militer-Rudal Iran
Melalui kegiatan ini, UBSI memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan administrasi di lingkungan LKSA. Selain itu, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai literasi digital agar mampu memanfaatkan teknologi secara tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Pengurus Yayasan LKSA Hj. Fajariyatun ‘Aisyiyah, Nurul Isqomah, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan manfaat tidak hanya bagi pengelola lembaga, tetapi juga bagi anak-anak yang menjadi binaan yayasan.
Ia menilai transformasi digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari, sehingga pendampingan dari perguruan tinggi sangat membantu lembaga dalam menghadapi perubahan tersebut.
Salah satu fokus utama kegiatan adalah digitalisasi administrasi lembaga. Selama ini, sebagian besar proses administrasi masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu lebih lama dan berpotensi menimbulkan kesalahan dalam pencatatan data.
Dalam sesi pemaparan, Royadi menjelaskan bahwa penerapan sistem administrasi berbasis digital dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mempermudah proses pengelolaan data.
“Digitalisasi administrasi dapat menyederhanakan proses kerja, mengurangi potensi kesalahan pencatatan, serta memastikan data lembaga tersimpan dengan lebih rapi dan mudah diakses. Hal tersebut menjadi langkah awal menuju pengelolaan yang lebih profesional,” ujar Royadi.
Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan basis data terintegrasi memungkinkan lembaga menyimpan informasi mengenai anak didik, data donatur, hingga laporan keuangan secara lebih sistematis. Dengan demikian, proses pengambilan keputusan juga dapat dilakukan berdasarkan data yang lebih akurat.
Selain memperkenalkan sistem administrasi digital, narasumber juga mengajak peserta memahami pentingnya penggunaan teknologi sebagai sarana pendukung kegiatan pendidikan maupun operasional lembaga.
Pada aspek literasi digital, peserta memperoleh materi mengenai penggunaan komputer, keamanan digital, etika dalam menggunakan internet, serta pemanfaatan teknologi sebagai media belajar dan pengembangan keterampilan.
Materi tersebut disampaikan dengan pendekatan yang mudah dipahami agar peserta dapat mengenal teknologi secara bertahap sesuai kebutuhan mereka. Anak-anak didik juga diperkenalkan pada berbagai peluang yang dapat diperoleh melalui penguasaan keterampilan digital.
Menurut Royadi, kemampuan menggunakan teknologi tidak hanya berkaitan dengan pengoperasian perangkat, tetapi juga mencakup kemampuan menyaring informasi, menjaga keamanan data pribadi, serta memanfaatkan internet secara bertanggung jawab.
Selama pelatihan berlangsung, peserta terlihat aktif mengikuti setiap sesi. Mereka terlibat dalam diskusi mengenai penggunaan teknologi dalam aktivitas belajar maupun kehidupan sehari-hari, serta berdialog mengenai tantangan yang dihadapi ketika mengakses informasi di era digital.
Baca juga:
Karhutla Landa 5 Desa di Kalbar, Luasnya Capai 17 Hektar
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendukung transformasi digital di lingkungan LKSA Hj. Fajariyatun ‘Aisyiyah. Selain memberikan wawasan baru kepada pengelola lembaga, pelatihan juga membuka kesempatan bagi anak didik untuk mengenal keterampilan digital yang relevan dengan perkembangan zaman.
Ke depan, pengembangan sistem administrasi berbasis digital memerlukan pendampingan secara berkelanjutan agar implementasinya berjalan optimal. Di sisi lain, peningkatan literasi teknologi juga membutuhkan dukungan berupa akses perangkat dan koneksi internet yang memadai sehingga peserta dapat terus mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga sosial, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam meningkatkan kualitas tata kelola administrasi maupun mempersiapkan generasi muda agar lebih siap menghadapi perkembangan teknologi di masa mendatang.












