Pendidikan

Pancasila Jadi Panduan Etika Digital, Mahasiswa UBSI Edukasi Siswa SMAN 5 Karawang

×

Pancasila Jadi Panduan Etika Digital, Mahasiswa UBSI Edukasi Siswa SMAN 5 Karawang

Sebarkan artikel ini
Pancasila
Sumber Gambar: Mahasiswa UBSI Karawang
Pancasila
Sumber Gambar: Mahasiswa UBSI Karawang

Karawang, Karawanghitz — Pancasila kembali menjadi sorotan utama dalam upaya memperkuat karakter bangsa di tengah derasnya arus digitalisasi. Lima mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMAN 5 Karawang dengan tema “Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila sebagai Sistem Etika untuk Mencegah Eksklusivisme Sosial di Era Digital”.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, Selasa dan Rabu (20 Oktober 2025), mulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB. Tim mahasiswa terdiri dari Nelly Mahmudah, Affie Faturrachman, Dannish Azizah Dinda, Haechal Dandy Nur Fadly, dan Husni Mubarok, yang berperan aktif sebagai fasilitator dalam memberikan edukasi kepada para siswa.

Program ini digagas sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya sikap intoleransi dan ujaran kebencian yang sering muncul di media sosial. Fenomena tersebut dianggap sebagai cerminan menurunnya pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila, terutama dalam membangun sikap saling menghormati dan keterbukaan di ruang digital.

“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga sistem etika yang mengajarkan kita untuk menghargai keberagaman dan menjunjung tinggi kemanusiaan, termasuk di dunia maya,” ujar Nelly Mahmudah, selaku ketua kelompok, dalam sesi pembukaan.

Pancasila dan Tantangan Eksklusivisme Sosial di Dunia Digital

Era digital membawa kemudahan dalam berkomunikasi, namun di sisi lain menciptakan tantangan baru berupa polarisasi sosial. Media sosial kerap menjadi ruang tumbuhnya eksklusivisme, di mana individu atau kelompok merasa lebih benar dibanding yang lain. Melalui kegiatan PKM ini, mahasiswa UBSI Karawang berupaya memberikan solusi edukatif dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman etika digital.

Materi disampaikan secara interaktif kepada siswa kelas X-6 dan X-9 SMAN 5 Karawang. Para mahasiswa menggunakan pendekatan yang memadukan teori, simulasi kasus nyata di media sosial, serta diskusi terbuka mengenai cara menerapkan nilai-nilai setiap sila dalam kehidupan digital sehari-hari.

“Kami ingin agar para siswa memahami bahwa bersikap sopan, tidak menyebar kebencian, dan menghargai perbedaan di media sosial adalah wujud nyata dari pengamalan Pancasila,” jelas Affie Faturrachman, salah satu anggota tim.

Sesi pembelajaran ini juga diselingi dengan kuis dan permainan edukatif, yang membuat suasana kelas menjadi lebih hidup. Para siswa terlihat antusias menjawab pertanyaan dan berbagi pengalaman mereka terkait perilaku di dunia maya.

Pancasila dalam Pembentukan Karakter Generasi Muda

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa UBSI Karawang tersebut. Kepala sekolah SMAN 5 Karawang, menilai kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini, di mana siswa perlu dibekali dengan pemahaman etika dalam bermedia digital.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena tidak hanya menambah wawasan siswa tentang Pancasila, tetapi juga membangun kesadaran moral di era media sosial yang penuh tantangan,” ujar Arif Rahman.

Dalam sesi diskusi, beberapa siswa mengaku baru menyadari bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki keterkaitan erat dengan perilaku mereka di internet. Mereka menyebut kegiatan ini membuka wawasan tentang pentingnya tanggung jawab dan etika dalam setiap aktivitas digital.

Salah satu siswa, Rafa, menyampaikan, “Kami sering menggunakan media sosial tanpa berpikir dampaknya. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi tahu bahwa menghormati orang lain di dunia maya juga bagian dari menjalankan nilai Pancasila.”

Pancasila dan Strategi Edukasi Interaktif dari Mahasiswa UBSI

Pendekatan yang digunakan mahasiswa UBSI tidak bersifat satu arah. Mereka menekankan prinsip learning by doing dengan mengajak siswa memecahkan kasus nyata seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga perundungan siber. Melalui contoh-contoh tersebut, siswa diajak menilai perilaku yang sesuai dengan sila-sila Pancasila.

Selain itu, para mahasiswa juga menekankan pentingnya sikap gotong royong digital, yaitu saling membantu, mendukung konten positif, serta melaporkan konten negatif di dunia maya. “Gotong royong bukan hanya di lingkungan fisik, tapi juga bisa kita wujudkan di ruang digital,” jelas Haechal Dandy Nur Fadly.

Untuk menambah daya tarik, kegiatan ini diakhiri dengan pembuatan video pendek bertema “Bijak Bermedia Sosial dengan Nilai Pancasila”, yang diunggah di akun resmi sekolah sebagai bentuk kampanye digital positif.

Pancasila dan Harapan untuk Generasi Cerdas Digital

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan mahasiswa UBSI Karawang ini memberikan dampak positif baik bagi siswa maupun bagi para mahasiswa sendiri. Bagi siswa, kegiatan ini menumbuhkan pemahaman bahwa nilai-nilai Pancasila dapat menjadi pegangan dalam setiap tindakan, termasuk di dunia maya. Sedangkan bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi ajang untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami belajar banyak tentang bagaimana menyampaikan nilai-nilai bangsa dengan cara yang relevan bagi generasi muda. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” tutur Husni Mubarok, anggota tim PKM.

Kegiatan tersebut menegaskan komitmen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan beretika.

Dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini, mahasiswa UBSI Karawang membuktikan bahwa semangat kebangsaan tetap relevan di era digital menjadi panduan moral dalam menciptakan masyarakat yang inklusif, beradab, dan cerdas bermedia sosial.