Pendidikan

Gotong Royong Membangun Karakter Pelajar Lewat Edukasi Pancasila yang Inspiratif dan Interaktif

×

Gotong Royong Membangun Karakter Pelajar Lewat Edukasi Pancasila yang Inspiratif dan Interaktif

Sebarkan artikel ini
Gotong Royong
Sumber Gambar: Mahasiswa UBSI Karawang
Gotong Royong
Sumber Gambar: Mahasiswa UBSI Karawang

Karawang, Karawanghitz — Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang menggelar sosialisasi bertema “Menanamkan Nilai Pancasila: Gotong Royong di Sekolah” di SMPN 1 Karawang Barat pada Rabu, 29 Oktober 2025.

Kegiatan yang berlangsung melalui pendekatan interaktif ini bertujuan menanamkan nilai gotong royong kepada 42 siswa kelas VII J sebagai bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Sosialisasi dilakukan untuk menjawab tantangan menurunnya pemahaman generasi muda terhadap nilai kebangsaan di tengah semakin kuatnya budaya individualisme pada era digital.

Dalam kegiatan tersebut, kelompok mahasiswa yang dipimpin oleh Siti Pauzyiah bersama Chintia Nurul Qolbi, Iqbal Faturrahman, Ali Ghufron, dan Haidar Ammar Arhab menyampaikan materi secara komunikatif melalui presentasi, diskusi, kuis, serta permainan edukatif. Kegiatan ini menjadi upaya menghidupkan kembali budaya gotong royong sebagai nilai fundamental Pancasila yang perlu ditanamkan sejak dini.

Siti Pauzyiah menuturkan bahwa kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap makin berkurangnya pemahaman siswa mengenai nilai-nilai kebangsaan.

“Banyak siswa hanya mengenal Pancasila sebagai hafalan. Padahal nilai-nilainya sangat relevan untuk kehidupan sosial mereka. Gotong royong adalah fondasi solidaritas dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Gotong Royong Ditanamkan Melalui Pendekatan Edukasi yang Menyenangkan

Metode pembelajaran yang digunakan dirancang untuk menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna. Para mahasiswa menyampaikan materi melalui presentasi ringan mengenai makna gotong royong serta penerapannya dalam kehidupan sekolah, seperti menjaga kebersihan kelas bersama, membantu teman yang kesulitan belajar, hingga berpartisipasi dalam kegiatan sosial.

Setelah penyampaian materi, siswa diajak mengikuti kuis interaktif yang menguji pemahaman mereka. Kuis dirancang untuk mendorong kemampuan berpikir kritis serta mengingat kembali poin penting yang telah disampaikan. Kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif bertema kerja sama, di mana siswa diminta menyelesaikan tantangan secara kelompok. Suasana kelas menjadi hidup dengan tawa dan antusiasme yang terpancar dari para peserta.

Salah satu mahasiswa fasilitator menuturkan, “Kami ingin anak-anak tidak sekadar mendengar penjelasan, tetapi juga terlibat langsung, berpikir, dan bekerja sama.”

Gotong Royong sebagai Bekal Empati dan Solidaritas Sosial

Kepala SMPN 1 Karawang Barat, Abdul Karim, menyambut positif kegiatan ini. Ia mengapresiasi pendekatan interaktif yang dilakukan mahasiswa UBSI. “Anak-anak terlihat sangat antusias. Ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter bisa disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan tidak membosankan,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, sejumlah penelitian pendidikan karakter menegaskan bahwa gotong royong merupakan bentuk pengamalan langsung sila ketiga Pancasila. Nilai ini penting ditanamkan sejak usia sekolah agar membentuk kebiasaan yang melekat dalam kehidupan anak. Gotong royong melatih empati, kepedulian, dan rasa tanggung jawab sosial modal utama dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berdaya saing.

Mahasiswa UBSI Karawang melalui program PKM berusaha menjembatani kebutuhan tersebut dengan menghadirkan edukasi karakter yang kontekstual. Dengan metode yang sederhana namun efektif, kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran nilai Pancasila dapat dilaksanakan dengan cara kreatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Gotong Royong Menguatkan Kebersamaan dan Motivasi Belajar

Menjelang akhir kegiatan, suasana semakin hangat. Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa membagikan snack kepada semua peserta. Sementara siswa yang menjawab benar pertanyaan kuis dan memenangkan permainan edukatif mendapatkan hadiah peralatan sekolah. Hadiah sederhana tersebut menciptakan kegembiraan sekaligus memotivasi siswa untuk semakin aktif.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang merekam senyum ceria dan kebersamaan seluruh peserta. Momen itu bukan hanya penanda berakhirnya acara, tetapi juga simbol bahwa nilai gotong royong dapat dibangun melalui interaksi sederhana namun bermakna.

Di tengah berbagai tantangan zaman, kegiatan ini menjadi bukti bahwa menanamkan nilai Pancasila masih sangat relevan dan dapat dilakukan dengan pendekatan kreatif. Mahasiswa UBSI Kampus Karawang menunjukkan bahwa gotong royong bukan sekadar konsep moral, tetapi merupakan karakter yang harus hidup dalam diri generasi muda sebagai bekal menghadapi masa depan.

Dengan komitmen pada pendidikan karakter dan pemberdayaan masyarakat, Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Karawang terus mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, kreatif, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja dan industri digital dengan landasan nilai-nilai kebangsaan yang kuat.