Literasi SekolahNewsPendidikan

UBSI Cikarang Dukung Wisuda dan Peresmian Teaching Factory SMK Hijau Muda

×

UBSI Cikarang Dukung Wisuda dan Peresmian Teaching Factory SMK Hijau Muda

Sebarkan artikel ini
Cikarang

Karawanghitz, Bekasi — SMK Hijau Muda menggelar Tasyakuran Wisuda Kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026 yang dirangkaikan dengan Grand Opening Teaching Factory (Tefa), Sabtu (6/6). Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan PT Takagi, pengawas sekolah, pembina yayasan, jajaran sekolah, guru, orang tua siswa, serta para lulusan kelas XII. Dalam acara itu, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cikarang turut hadir sebagai mitra eksklusif yang menyediakan program beasiswa bagi lulusan terbaik yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Kegiatan ini menjadi agenda penting bagi keluarga besar SMK Hijau Muda karena tidak hanya menandai kelulusan siswa kelas XII, tetapi juga menjadi awal penguatan pembelajaran berbasis industri melalui peresmian Teaching Factory. Program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kondisi kerja nyata sehingga siswa memiliki bekal kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Rangkaian acara diawali dengan penyambutan tamu undangan, prosesi tasyakuran wisuda, hingga seremoni peresmian Teaching Factory. Salah satu momen yang menarik perhatian adalah pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas kelulusan siswa sekaligus harapan terhadap pengembangan sekolah di masa mendatang.

Baca juga: Hobi Gen Z dari Belanja Online, Olahraga, hingga Traveling

Suasana acara berlangsung hangat dengan kehadiran orang tua yang turut menyaksikan pencapaian putra-putri mereka setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah menengah kejuruan. Selain prosesi utama, kegiatan juga dimeriahkan dengan pentas seni dan sesi foto bersama yang diikuti siswa, guru, serta para tamu undangan.

Kepala SMK Hijau Muda, Drs. Ahmad Dainuri Anwar, mengatakan bahwa tasyakuran wisuda dan peresmian Teaching Factory menjadi momentum penting dalam pengembangan pendidikan vokasi di sekolah yang dipimpinnya.

“Lulusan SMK perlu memiliki pengalaman belajar yang dekat dengan dunia kerja. Melalui Teaching Factory, siswa dapat mengembangkan keterampilan teknis, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesiapan menghadapi kebutuhan industri,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran fasilitas dan program pembelajaran berbasis industri tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan sekaligus memperluas peluang mereka setelah menyelesaikan pendidikan, baik untuk bekerja, melanjutkan studi, maupun berwirausaha.

Dukungan terhadap pengembangan kompetensi siswa juga datang dari dunia industri. Perwakilan PT Takagi yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah SMK Hijau Muda dalam mengembangkan Teaching Factory sebagai sarana pembelajaran praktik.

Ia menilai program tersebut dapat membantu siswa memahami standar kerja industri sejak masih berada di bangku sekolah. “Teaching Factory menjadi sarana yang penting untuk mendekatkan proses belajar dengan kebutuhan dunia industri. Selain keterampilan teknis, siswa juga belajar mengenai disiplin, tanggung jawab, dan budaya kerja,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cikarang hadir sebagai mitra eksklusif yang memberikan kesempatan beasiswa kepada siswa-siswi terbaik SMK Hijau Muda. Kehadiran UBSI menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan para lulusan yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Baca juga: Merajut Bukan Hobi Nenek-Nenek, Anak Muda Zaman Now atau Gen Z Juga Bisa!

Sementara itu, pengawas sekolah dan pembina yayasan yang turut menghadiri acara memberikan dukungan terhadap upaya sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui kolaborasi dengan dunia industri dan perguruan tinggi.

Salah seorang orang tua siswa mengaku bangga dapat menyaksikan kelulusan anaknya dalam suasana yang penuh kebersamaan. Ia berharap keberadaan Teaching Factory dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif bagi generasi berikutnya sehingga lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.

Melalui penyelenggaraan tasyakuran wisuda dan peresmian Teaching Factory ini, SMK Hijau Muda menandai berakhirnya perjalanan belajar siswa kelas XII sekaligus membuka langkah baru dalam penguatan pendidikan vokasi yang lebih terhubung dengan kebutuhan dunia kerja dan pendidikan tinggi.