KarawangHitz, Karawang — Pemerintah Kabupaten Karawang masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah. Hingga saat ini, layanan persampahan baru menjangkau 17 dari 30 kecamatan yang ada di wilayah tersebut. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar timbulan sampah harian belum tertangani secara maksimal dan menjadi perhatian pemerintah daerah.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengatakan persoalan sampah masih menjadi salah satu isu yang perlu mendapatkan penanganan berkelanjutan. Pertumbuhan jumlah penduduk dan meningkatnya aktivitas ekonomi dinilai ikut mendorong bertambahnya volume sampah yang dihasilkan masyarakat setiap hari.
Berdasarkan data yang dipaparkan pemerintah daerah, total timbulan sampah di Kabupaten Karawang mencapai 1.108,60 ton per hari. Namun, layanan pengelolaan sampah saat ini baru mencakup sekitar 56,67 persen wilayah, atau setara dengan 17 kecamatan dari total 30 kecamatan yang ada.
Dari jumlah tersebut, sebagian sampah telah berhasil ditangani melalui berbagai metode pengolahan dan pengelolaan di tingkat sumber. Volume sampah yang dapat diolah melalui pendekatan tersebut mencapai sekitar 68,15 ton per hari. Selain itu, sebanyak 378,34 ton sampah per hari diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang untuk diproses lebih lanjut.
Meski demikian, masih terdapat sekitar 662,11 ton sampah per hari yang belum terangkut. Angka tersebut menunjukkan masih besarnya pekerjaan yang harus dilakukan pemerintah daerah dalam memperluas cakupan layanan persampahan.
Menurut Aep, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai persoalan lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik. Sampah yang tidak terkelola dapat memicu praktik pembuangan sembarangan yang berdampak pada kebersihan lingkungan, kualitas air, hingga kesehatan masyarakat.
Selain tantangan pada aspek pelayanan, kapasitas TPA Jalupang juga menjadi perhatian. Fasilitas yang selama ini menjadi lokasi utama pembuangan sampah di Karawang tersebut dilaporkan telah menampung sekitar 1,2 juta ton sampah. Setiap harinya, volume sampah yang masuk ke lokasi tersebut bertambah rata-rata hingga 1.360 ton.
Besarnya volume sampah yang terus masuk ke TPA Jalupang mendorong pemerintah daerah untuk mencari berbagai alternatif solusi. Salah satunya melalui penguatan sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya berfokus pada pembuangan akhir, tetapi juga pada pengurangan dan pengolahan sampah sejak dari sumbernya.
Dalam upaya tersebut, Pemkab Karawang melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengikuti rapat koordinasi penanganan sampah yang dihadiri Bupati Aep bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pada pertemuan itu, pemerintah daerah menyampaikan kondisi aktual pengelolaan sampah di Karawang beserta sejumlah kendala yang dihadapi.
Selain koordinasi lintas instansi, pemerintah daerah juga menjajaki kerja sama dengan lembaga internasional. Beberapa waktu lalu, Pemkab Karawang menggelar pertemuan dengan perwakilan Bank Dunia untuk membahas Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP), sebuah program yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan persampahan sekaligus mengurangi tekanan terhadap TPA Jalupang.
Aep menegaskan bahwa pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat agar penanganan sampah dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Ke depan, Pemkab Karawang menargetkan perluasan layanan persampahan ke seluruh kecamatan. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah yang belum tertangani, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menekan laju penumpukan sampah di TPA Jalupang yang saat ini terus menerima tambahan volume setiap hari.












