Karawanghitz, Karawang — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karawang menyiapkan strategi baru dalam upaya menindak dugaan aktivitas pesta minuman keras yang kerap dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Tuparev. Selain tetap menjalankan patroli rutin, petugas juga akan diterjunkan secara menyamar untuk memantau aktivitas di lapangan secara lebih dekat sebelum melakukan penindakan.
Langkah tersebut diambil sebagai respons atas laporan masyarakat yang menyebutkan masih adanya aktivitas konsumsi minuman keras yang dinilai mengganggu ketertiban umum di kawasan tersebut. Satpol PP menilai metode patroli terbuka yang selama ini diterapkan belum sepenuhnya efektif karena para pelaku diduga telah mengetahui pola pergerakan petugas.
Kepala Satpol PP Kabupaten Karawang, Basuki Rachmat, mengatakan strategi penyamaran dipilih agar pengawasan dapat dilakukan secara lebih optimal. Menurutnya, petugas nantinya akan membaur dengan kelompok yang diduga melakukan aktivitas tersebut sehingga kondisi di lapangan dapat dipantau secara langsung.
Baca juga: Menembus Pedalaman Papua Barat, BMH Resmikan Masjid Baru untuk Masyarakat Kampung Kenara
“Ke depan memungkinkan ada petugas yang menyamar dan bergabung dengan mereka. Cara seperti ini memang diperlukan,” ujar Basuki pada Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan, selama ini petugas kerap menghadapi kendala saat melakukan patroli terbuka. Ketika aparat datang ke lokasi, situasi biasanya terlihat kondusif karena para pelaku menghentikan aktivitasnya. Namun setelah petugas meninggalkan lokasi atau berpindah ke titik pengawasan lain, aktivitas tersebut diduga kembali berlangsung.
Menurut Basuki, pola tersebut membuat petugas sering mengalami kesulitan dalam melakukan penindakan. Aktivitas yang berlangsung berpindah-pindah dan menyesuaikan waktu patroli menyebabkan pengawasan belum memberikan hasil yang maksimal.
Ia menyebut kondisi tersebut sebagai pola “kucing-kucingan” antara petugas dan para pelaku. Situasi ini mendorong Satpol PP untuk mengevaluasi metode pengawasan yang selama ini diterapkan agar lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.
Dengan strategi penyamaran, petugas diharapkan dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai aktivitas yang terjadi sebelum melakukan tindakan. Selain itu, pendekatan tersebut juga dinilai dapat mempersempit ruang gerak pihak-pihak yang diduga melanggar ketertiban umum.
Meski menerapkan metode baru, Satpol PP memastikan patroli rutin tetap akan dilakukan di sejumlah titik yang dianggap rawan. Kehadiran petugas secara terbuka tetap menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di ruang publik.
Basuki menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat tetap menjadi perhatian institusinya. Menurutnya, informasi yang disampaikan warga memiliki peran penting dalam menentukan lokasi pengawasan maupun langkah penindakan yang akan dilakukan.
“Kami selalu menindaklanjuti setiap aduan yang masuk. Tidak pernah kami mengabaikannya. Siapa pun yang melapor dan dari mana pun laporannya berasal akan kami respons,” katanya.
Ia menambahkan, partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan tertib. Oleh karena itu, Satpol PP terus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan pelanggaran ketertiban umum di wilayah Kabupaten Karawang.
Keluhan mengenai dugaan pesta minuman keras di Jalan Tuparev, menurut Basuki, menjadi salah satu fokus pengawasan yang saat ini terus dievaluasi. Evaluasi dilakukan agar pola patroli dapat menyesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan dan memberikan hasil yang lebih efektif.
Selain meningkatkan pengawasan, Satpol PP juga berupaya memperkuat koordinasi dengan pihak terkait apabila ditemukan dugaan pelanggaran yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Langkah tersebut dilakukan agar proses penegakan ketentuan dapat berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
Jalan Tuparev sendiri merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi, baik pada siang maupun malam hari. Karena itu, kondisi keamanan dan ketertiban di kawasan tersebut menjadi perhatian aparat agar masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas dengan nyaman.
Satpol PP berharap kombinasi antara patroli rutin dan metode penyamaran mampu meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Strategi tersebut juga diharapkan dapat membantu petugas memperoleh informasi yang lebih akurat sehingga penindakan dapat dilakukan secara tepat.
Ke depan, evaluasi terhadap pola pengawasan akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan. Satpol PP Karawang menegaskan bahwa upaya menjaga ketertiban umum tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga memerlukan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat melalui penyampaian informasi maupun laporan apabila menemukan aktivitas yang diduga melanggar ketentuan.












