Karawanghitz, Karawang — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kabupaten Karawang menggelar kegiatan Pembekalan Sertifikasi Kompetensi Pemrogram Muda (Associate Programmer) sebagai persiapan bagi mahasiswa yang akan mengikuti uji kompetensi berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kegiatan berlangsung secara daring pada Jumat (3/7/2026), mulai pukul 19.00 WIB hingga sekitar pukul 20.45 WIB, dengan melibatkan mahasiswa dari dua kampus UBSI.
Pembekalan diikuti sekitar 70 mahasiswa Semester 4 Program Studi Sistem Informasi Akuntansi dari UBSI Kampus Kabupaten Karawang dan UBSI Kampus Cikampek. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai seluruh tahapan sertifikasi, mulai dari persiapan administrasi hingga mekanisme asesmen, sehingga peserta memiliki gambaran yang lebih jelas sebelum mengikuti uji kompetensi.
Acara dipandu oleh Muhammad Faitullah Akbar, M.Kom., selaku Staf Program Studi Sistem Informasi Akuntansi UBSI Kampus Kabupaten Karawang. Sementara materi disampaikan oleh Ketua Program Studi Sistem Informasi Akuntansi UBSI Kampus Kabupaten Karawang, Dede Firmansyah Saefudin, M.Kom., yang menjelaskan berbagai prosedur yang harus dipahami peserta sebelum memasuki tahapan sertifikasi.
Baca juga: China Mendanai Masa Depan, Indonesia Masih Berdebat soal Upah Murah Dosen
Dalam pemaparannya, Dede menjelaskan bahwa proses sertifikasi tidak hanya menilai kemampuan teknis mahasiswa, tetapi juga mengukur kesiapan peserta dalam memenuhi standar kompetensi yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami setiap tahapan asesmen agar dapat mengikuti proses sertifikasi dengan baik.
Materi pembekalan mencakup mekanisme pelaksanaan asesmen, persyaratan administrasi, pengisian formulir pra-asesmen, hingga penyusunan bukti kompetensi yang akan digunakan dalam proses penilaian. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh penjelasan mengenai alur asesmen yang dilakukan oleh asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP BSI) sesuai standar sertifikasi BNSP.
Sesi pembekalan turut dimanfaatkan sebagai forum diskusi antara pemateri dan peserta. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait berbagai aspek teknis, mulai dari kelengkapan dokumen yang harus dipersiapkan, proses verifikasi bukti kompetensi, hingga tahapan yang akan dilalui saat asesmen berlangsung. Diskusi tersebut diharapkan dapat menyamakan pemahaman seluruh peserta mengenai prosedur sertifikasi.
Dede Firmansyah Saefudin mengatakan bahwa pembekalan menjadi bagian penting dalam rangkaian sertifikasi karena membantu mahasiswa memahami proses yang akan dihadapi, bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari aspek administrasi dan persiapan diri.
“Melalui pembekalan ini, kami ingin memastikan mahasiswa memahami seluruh alur sertifikasi, mulai dari pengisian pra-asesmen hingga proses uji kompetensi. Dengan persiapan yang matang, diharapkan mahasiswa dapat menunjukkan kompetensi terbaiknya saat asesmen berlangsung,” ujar Dede.
Sementara itu, Muhammad Faitullah Akbar menilai bahwa kegiatan ini juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh mekanisme sertifikasi profesi, terutama bagi peserta yang baru pertama kali mengikutinya.
“Banyak mahasiswa yang baru pertama kali mengikuti sertifikasi kompetensi. Karena itu, pembekalan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai setiap tahapan sehingga mereka lebih siap, tenang, dan fokus ketika mengikuti asesmen,” kata Muhammad Faitullah Akbar.
Baca juga: UBSI Terapkan AI untuk Percepat Review Proposal Penelitian Dosen
Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa memperoleh informasi mengenai standar pelaksanaan sertifikasi yang akan mereka hadapi dalam waktu dekat. Pemahaman mengenai tahapan asesmen, penyusunan bukti kompetensi, serta prosedur administrasi diharapkan dapat membantu peserta menjalani proses sertifikasi secara lebih terarah dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis kompetensi yang diterapkan di lingkungan UBSI. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh mahasiswa selama perkuliahan dipersiapkan untuk diukur melalui asesmen yang mengacu pada standar nasional, sehingga peserta memiliki kesempatan memperoleh pengakuan kompetensi melalui sertifikasi profesi.
Rangkaian pembekalan berakhir setelah seluruh materi dan sesi diskusi selesai dilaksanakan. Selanjutnya, mahasiswa akan mengikuti tahapan Sertifikasi Kompetensi Pemrogram Muda (Associate Programmer) sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh LSP BSI. Bekal yang diperoleh selama pembekalan diharapkan membantu peserta memahami proses asesmen secara menyeluruh dan mempersiapkan dokumen maupun bukti kompetensi yang diperlukan sebelum pelaksanaan uji kompetensi.












