Karawanghitz, Karawang — Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kabupaten Karawang menggelar Workshop IT BootCamp Software Development for Industry bertajuk “Futurecode: AI-Driven Software Engineering” sebagai pembekalan awal bagi mahasiswa sebelum mengikuti IT BootCamp Software Development for Industry. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat, 5 Juni 2026 itu menghadirkan praktisi industri untuk membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses pengembangan perangkat lunak.
Workshop ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju IT BootCamp Software Development for Industry yang dijadwalkan berlangsung pada 1–2 Juli 2026 di Hotel Asyana Sentul, Bogor. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada perkembangan teknologi AI sekaligus penerapannya dalam praktik kerja di industri perangkat lunak.
Narasumber workshop, Daniel Christianto dari PT Systeric Teknologi Indonesia, menjelaskan bahwa AI telah membawa perubahan yang cukup besar dalam berbagai tahapan software engineering. Menurutnya, teknologi tersebut kini mampu membantu proses analisis kebutuhan sistem, perancangan aplikasi, penulisan kode program, pengujian perangkat lunak, hingga penyusunan dokumentasi proyek secara lebih efisien.
Baca juga: IT Business Analyst, Peran Kunci di Balik Transformasi Digital Perusahaan
Meski demikian, Daniel menegaskan bahwa kehadiran AI bukan untuk menggantikan peran seorang software engineer. Ia menilai kemampuan berpikir kritis, logika pemrograman, pemahaman algoritma, serta kemampuan menganalisis kebutuhan bisnis tetap menjadi kompetensi utama yang harus dimiliki oleh setiap pengembang perangkat lunak.
Ia menjelaskan bahwa AI sebaiknya dipandang sebagai alat yang dapat meningkatkan produktivitas dan mempercepat proses pengembangan aplikasi. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki fondasi keilmuan yang kuat agar mampu memanfaatkan teknologi tersebut secara tepat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di dunia kerja.
Selain membahas perkembangan AI, peserta juga memperoleh gambaran mengenai praktik pengembangan perangkat lunak yang diterapkan di perusahaan. Berbagai studi kasus yang disampaikan memberikan ilustrasi bagaimana teknologi AI digunakan untuk mendukung proses kerja tim pengembang dalam menghasilkan aplikasi yang lebih efektif, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Dalam sesi tersebut, Daniel turut membagikan pengalaman implementasi AI di lingkungan industri. Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan harus tetap dibarengi dengan kemampuan manusia dalam mengambil keputusan, melakukan evaluasi, serta memastikan hasil pekerjaan memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan.
Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa yang mengajukan berbagai pertanyaan. Topik yang dibahas tidak hanya berkaitan dengan penggunaan AI dalam pengembangan perangkat lunak, tetapi juga menyentuh prospek karier software engineer, tantangan profesi di era transformasi digital, hingga keterampilan yang dinilai penting untuk menghadapi kebutuhan industri teknologi informasi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali informasi mengenai perkembangan teknologi terbaru sekaligus memahami perubahan kompetensi yang kini banyak dibutuhkan perusahaan. Pembahasan mengenai AI juga menjadi perhatian karena teknologi tersebut semakin banyak diadopsi dalam berbagai sektor industri.
Workshop ini diselenggarakan sebagai pembekalan sebelum mahasiswa mengikuti IT BootCamp Software Development for Industry pada awal Juli 2026. Dalam kegiatan bootcamp tersebut, peserta dijadwalkan mengikuti pelatihan intensif bersama praktisi industri melalui penyampaian materi, penyelesaian studi kasus, hingga pengembangan proyek yang dirancang sesuai kebutuhan dunia kerja.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat meningkatkan kesiapan mereka menghadapi lingkungan kerja profesional. Bootcamp dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan proses pengembangan perangkat lunak di perusahaan.
Baca juga: ASN Dapat Ilmu Cegah Investasi Bodong dan Penipuan Digital
Kolaborasi antara Program Studi Sistem Informasi UBSI Kampus Kabupaten Karawang dan PT Systeric Teknologi Indonesia menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi informasi. Keterlibatan praktisi industri diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa mengenai standar kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja saat ini.
Program studi juga memandang bahwa perkembangan AI merupakan salah satu perubahan yang perlu direspons melalui pembelajaran yang adaptif. Karena itu, mahasiswa didorong untuk terus mengembangkan kemampuan teknis sekaligus memperkuat keterampilan berpikir analitis agar mampu memanfaatkan teknologi secara optimal.
Melalui workshop ini, peserta memperoleh bekal awal sebelum mengikuti pelatihan intensif pada IT BootCamp Software Development for Industry. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami perkembangan software engineering berbasis AI sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang seiring pesatnya transformasi digital.












