Karawanghitz, Purwakarta – Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi (D3) Universitas Bina Sarana Informatasi (UBSI) Kampus Kabupaten Karawang menyerahkan Sistem Informasi Manajemen Operasional Warkop Capitalist berbasis mobile kepada Warkop Capitalist pada 9 Juli 2026. Aplikasi ini dikembangkan sebagai solusi digital untuk mengintegrasikan berbagai aktivitas operasional usaha, mulai dari transaksi penjualan, pengelolaan menu, pengendalian stok bahan baku, hingga penyusunan laporan penjualan dan keuangan dalam satu sistem.
Penyerahan aplikasi berlangsung di Warkop Capitalist yang berlokasi di Jalan Veteran No. 134, Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta. Sistem tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengelola operasional harian secara lebih efektif, efisien, dan akurat melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Pengembangan aplikasi dipimpin oleh Fajar Kurnia selaku ketua tim mahasiswa Program Studi Sistem Informasi (D3) UBSI Kampus Kabupaten Karawang bersama anggota tim. Setelah seluruh tahapan pengembangan dan pengujian selesai dilakukan, aplikasi secara resmi diserahkan kepada pihak Warkop Capitalist sebagai mitra pengguna.
Baca juga:
Sambut Hari Anak Nasional 2026, AHM Edukasi Ribuan Anak Pahami Keselamatan Berlalu Lintas
Sebelum proses perancangan dimulai, tim mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi serta analisis kebutuhan operasional bersama pengelola Warkop Capitalist. Tahapan tersebut dilakukan untuk memahami alur bisnis yang dijalankan sehari-hari sehingga sistem yang dikembangkan mampu menjawab kebutuhan pengguna secara menyeluruh.
Dari hasil analisis tersebut, tim menemukan bahwa aktivitas operasional usaha membutuhkan sistem yang dapat mengintegrasikan berbagai proses bisnis dalam satu platform. Pengelolaan transaksi, stok bahan baku, menu, hingga laporan keuangan dinilai akan lebih mudah apabila seluruh data tersimpan dalam sistem yang saling terhubung.
Sebagai solusi atas kebutuhan tersebut, mahasiswa mengembangkan aplikasi menggunakan Flutter dengan dukungan basis data SQLite. Pemilihan teknologi tersebut memungkinkan aplikasi dijalankan pada perangkat mobile maupun desktop, sekaligus tetap dapat beroperasi secara offline ketika koneksi internet tidak tersedia.
Aplikasi dilengkapi dengan berbagai fitur yang mendukung aktivitas operasional usaha. Pengguna dapat mengakses sistem melalui fitur login multi role yang membedakan hak akses antara pemilik usaha (owner) dan kasir. Dengan mekanisme tersebut, setiap pengguna memperoleh akses sesuai tugas dan tanggung jawabnya.
Selain itu, aplikasi juga menghadirkan sistem Point of Sale (POS) yang memudahkan proses transaksi penjualan. Seluruh transaksi yang dilakukan dapat langsung tercatat dalam sistem sehingga mempercepat proses pelayanan kepada pelanggan sekaligus meminimalkan kesalahan pencatatan.
Pada sisi pengelolaan operasional, sistem menyediakan fitur manajemen menu, pengaturan stok bahan baku, serta mutasi barang. Fitur tersebut membantu pemilik usaha memantau ketersediaan bahan baku secara lebih terstruktur sehingga proses pengadaan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Tidak hanya berfokus pada transaksi, aplikasi juga mendukung penyusunan laporan penjualan dan laporan keuangan secara otomatis. Seluruh data yang tersimpan dalam sistem dapat diolah menjadi laporan yang lebih rapi sehingga memudahkan pemilik usaha dalam melakukan evaluasi maupun pengambilan keputusan.
Ketua tim pengembang, Fajar Kurnia, mengatakan bahwa aplikasi dirancang berdasarkan kebutuhan nyata yang ditemukan selama proses observasi di lapangan. Menurutnya, digitalisasi operasional usaha dapat membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan bisnis, khususnya bagi pelaku usaha yang terus berkembang.
“Kami berupaya menghadirkan aplikasi yang mampu mengintegrasikan seluruh aktivitas operasional dalam satu sistem. Dengan demikian, proses transaksi, pengelolaan stok, hingga penyusunan laporan dapat dilakukan lebih praktis, sementara data usaha tersimpan secara lebih terstruktur,” ujarnya.
Selain fitur utama, aplikasi juga dilengkapi dengan dashboard operasional, pengaturan sistem, monitoring transaksi, serta dukungan penggunaan lintas perangkat. Kehadiran berbagai fitur tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengguna dalam mengakses informasi operasional sesuai kebutuhan.
Bagi Warkop Capitalist, implementasi aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi administrasi sekaligus mendukung pengelolaan usaha yang lebih modern. Seluruh proses bisnis dapat dipantau melalui satu platform sehingga koordinasi antarbagian menjadi lebih mudah dan pengelolaan data menjadi lebih akurat.
Baca juga:
Kenali Beberapa Beasiswa Pemerintah yang Bisa Jadi Pilihan untuk Melanjutkan Pendidikan
Sementara itu, bagi mahasiswa, proyek pengembangan aplikasi menjadi pengalaman langsung dalam menerapkan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan. Mulai dari analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan aplikasi, hingga implementasi kepada pengguna menjadi bagian dari pembelajaran yang mendekatkan mahasiswa dengan kebutuhan dunia industri.
Melalui kolaborasi bersama pelaku usaha, Universitas Bina Sarana Informatika terus mendorong mahasiswanya untuk menghasilkan inovasi berbasis teknologi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Operasional Warkop Capitalist menjadi salah satu implementasi pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung transformasi digital sektor usaha.
Dengan telah diserahkannya aplikasi tersebut, Warkop Capitalist kini memiliki sistem manajemen operasional yang mampu mengintegrasikan berbagai aktivitas bisnis dalam satu platform. Kehadiran aplikasi ini diharapkan dapat mendukung operasional usaha yang lebih efisien, terstruktur, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.












