Karawanghitz, Karawang — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau pembangunan kawasan industri Surya Cipta di Kabupaten Karawang, Kamis (13/8/2026). Kawasan yang masih dalam tahap pembangunan itu diproyeksikan menjadi lokasi berdirinya ratusan pabrik dan berpotensi membuka banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.
Dedi mengatakan perkembangan Surya Cipta menjadi salah satu gambaran meningkatnya investasi industri di Jawa Barat. Menurut dia, bertambahnya perusahaan di kawasan tersebut dapat memperluas kebutuhan tenaga kerja, terutama bagi masyarakat di sekitar Karawang.
“Area kawasan Surya Cipta masih dibangun. Nanti ada ratusan pabrik yang berdiri di sini,” kata Dedi, dikutip dari akun Instagram pribadinya.
Baca juga:
Kecelakaan Beruntun 3 Truk di Tol Jakarta-Cikampek Bikin Macet Panjang hingga Malam
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kemajuan pembangunan kawasan serta potensi kegiatan industri setelah beroperasi. Dedi menilai kesiapan tenaga kerja lokal perlu diperhatikan agar peluang kerja dapat dimanfaatkan masyarakat.
Ia menyebut sektor otomotif menjadi salah satu bidang industri yang berkembang di Surya Cipta. Pertumbuhan sektor tersebut dinilai dapat menciptakan kesempatan kerja seiring bertambahnya perusahaan yang menjalankan kegiatan operasional.
“Saat ini kami melihat investasi di Jawa Barat meningkat. Industri banyak berdiri dan menyerap ribuan tenaga kerja, salah satunya di kawasan Surya Cipta,” ujarnya.
Untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggunakan aplikasi Nyari Gawe. Platform tersebut menjadi salah satu sarana untuk menghubungkan masyarakat yang mencari pekerjaan dengan perusahaan yang membuka rekrutmen. Dedi mengatakan jumlah rekrutmen melalui aplikasi tersebut mengalami peningkatan.
“Rekrutmen melalui aplikasi Nyari Gawe meningkat,” tutur Dedi.
Selain pembangunan Surya Cipta, Dedi memaparkan data perusahaan yang telah memasuki tahap produksi sepanjang 2026. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jawa Barat hingga Juni 2026, terdapat 16 perusahaan yang sudah berada pada tahap produksi.
Total investasi dari perusahaan-perusahaan tersebut mencapai Rp15,45 triliun dengan penyerapan 48.593 tenaga kerja. Data itu mencakup perusahaan yang tersebar di sejumlah kabupaten di Jawa Barat.
Di Kabupaten Karawang, Pabrik NPK Nitrat PT Pupuk Kujang tercatat telah memasuki tahap produksi. Perusahaan tersebut menanamkan investasi Rp100 miliar dan menyerap 35 tenaga kerja.
Kabupaten Purwakarta memiliki lima perusahaan dengan total investasi Rp666,5 miliar dan penyerapan 1.133 pekerja. Perusahaan tersebut ialah Suri Tani Pemuka, Tekstil Bangkit Kembali, PT Handal Indonesia Motor, PT Aruna Hijau Power, dan PT Goday Food.
Di Kabupaten Garut, PT Ultimate Noble Indonesia mencatat investasi Rp933 miliar dengan penyerapan 3.755 tenaga kerja. Sementara itu, empat perusahaan di Kabupaten Subang mencatat investasi gabungan Rp13,24 triliun dan menyerap 34.708 pekerja. Perusahaan tersebut terdiri atas PT BYD Auto Indonesia, PT Vinfast Automobile Indonesia, TKG Taekwang Indonesia, dan Sanwa Musen Indonesia.
Selanjutnya, PT Sun Bright Lestari di Indramayu mencatat investasi Rp260 miliar dengan penyerapan 3.351 tenaga kerja. Dua perusahaan di Majalengka, yaitu PT Multibrata Anugerah Utama dan PT Home Well Indonesia, memiliki total investasi Rp96,4 miliar serta menyerap 2.458 pekerja.
Di Sumedang, PT Garudafood Indonesia mencatat investasi Rp125 miliar dan menyerap 2.014 tenaga kerja. Sementara TKG Taekwang Cirebon di Kabupaten Cirebon menanamkan investasi Rp36 miliar dengan penyerapan 1.139 pekerja.
Jika dilihat berdasarkan asal modal, investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp1,70 triliun dengan penyerapan 6.516 tenaga kerja. Adapun Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp13,75 triliun dan menyerap 39.697 tenaga kerja.
“Nanti kami paparkan industri-industri yang akan berdiri di Jawa Barat yang bisa menyerap banyak tenaga kerja,” kata Dedi.
Dedi juga menyampaikan perkembangan sejumlah indikator ekonomi dan ketenagakerjaan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tingkat pengangguran terbuka di Jawa Barat disebut turun 0,1 persen, atau setara dengan berkurangnya 17.211 orang.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat juga disebut meningkat 0,79 persen, dari 5,00 persen menjadi 5,79 persen. Meski investasi dan industri terus berkembang, Dedi mengingatkan agar pembangunan tidak mengurangi lahan pertanian yang menjadi bagian penting bagi ketahanan pangan.
Baca juga:
Tangan Kanan Pelajar Putus Akibat Disabet Sajam Saat Tawuran
Menurutnya, perkembangan kawasan industri perlu berjalan seimbang dengan perlindungan sawah dan keberlangsungan pekerjaan petani. Jawa Barat dinilai memiliki peran sebagai salah satu wilayah penyangga pangan nasional sehingga lahan persawahan perlu dipertahankan.
“Petani harus ada, sawah harus luas. Sawah tidak boleh berubah peruntukannya karena saya mencintai sawah dan petani,” pungkas Dedi.
Pembangunan Surya Cipta masih berlangsung, sementara rencana hadirnya ratusan pabrik menjadi bagian dari perkembangan kawasan industri di Karawang. Pemerintah Jawa Barat juga akan terus memantau perkembangan investasi dan penyerapan tenaga kerja seiring bertambahnya aktivitas industri.












