News

Kodim Karawang Bersihkan Drainase Cikampek Antisipasi Genangan

×

Kodim Karawang Bersihkan Drainase Cikampek Antisipasi Genangan

Sebarkan artikel ini
Karawang

Karawanghitz, Karawang — Jajaran Kodim 0604/Karawang melalui Koramil 0406/Cikampek bersama pemerintah desa dan masyarakat melakukan aksi bersih saluran air di Desa Cikampek Barat, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu dilakukan untuk mengurangi risiko penyumbatan drainase dan genangan ketika curah hujan meningkat.

Kegiatan gotong royong tersebut melibatkan personel TNI, aparatur pemerintahan, serta warga setempat. Mereka membersihkan sejumlah saluran air dari endapan lumpur, sampah rumah tangga, dan berbagai material yang berpotensi menghambat aliran air. Pembersihan dilakukan secara langsung pada bagian drainase yang berada di lingkungan permukiman warga.

Aksi tersebut juga dihadiri Kepala Desa Cikampek Barat H. Yuyun Yunengsih, Babinsa Serda Roni, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kasi Trantib, para kepala dusun, perangkat desa, pengurus RT dan RW, serta masyarakat. Keterlibatan berbagai unsur dimaksudkan agar pemeliharaan saluran air tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi dilakukan bersama oleh warga dan pemerintah setempat.

Baca juga:
Rekomendasi Kampus dengan Jurusan Sistem Informasi Terbaik

Danramil 0406/Cikampek, Kapten Inf Encep Sumarna, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Aksi Bersih Saluran Air (Asih Salira) yang dijalankan Kodim 0604/Karawang. Program itu diarahkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekaligus menjaga fungsi drainase di kawasan permukiman.

“Saluran air harus dirawat bersama supaya tetap bersih dan dapat berfungsi dengan baik. Kami mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan tidak menjadikan saluran air sebagai tempat membuang sampah,” ujar Encep saat memberikan keterangan, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Encep, keberadaan sampah dan endapan lumpur di dalam saluran dapat mengurangi kapasitas aliran air. Jika tidak dibersihkan secara berkala, material tersebut berpotensi menyebabkan air meluap ketika debit meningkat akibat hujan dengan intensitas tinggi.

Karena itu, pembersihan drainase menjadi salah satu langkah pencegahan yang dilakukan sebelum persoalan genangan muncul. Selain mengangkat material yang menghambat aliran, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi warga untuk mengetahui kondisi saluran air di sekitar tempat tinggal mereka.

Encep menilai kegiatan Asih Salira memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar membersihkan drainase. Interaksi antara aparat teritorial, pemerintah desa, dan masyarakat selama kerja bakti dinilai dapat memperkuat koordinasi dalam menangani persoalan lingkungan di tingkat permukiman.

“Melalui kegiatan bersama seperti ini, lingkungan bisa lebih terawat dan kepedulian warga terhadap kebersihan dapat terus ditingkatkan,” katanya.

Bagi pemerintah desa, keterlibatan warga menjadi faktor penting karena saluran air berada dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan menjaga saluran tetap terbuka diperlukan agar hasil pembersihan tidak kembali terganggu dalam waktu singkat.

Dalam kegiatan tersebut, personel dan warga bekerja secara gotong royong membersihkan bagian saluran yang mengalami penumpukan. Material yang telah diangkat kemudian dikumpulkan agar tidak kembali masuk ke drainase dan menghambat aliran air.

Selain mencegah genangan, kebersihan saluran juga berkaitan dengan kondisi kesehatan lingkungan. Sampah yang menumpuk dan air yang tidak mengalir dengan baik dapat menjadi tempat berkembangnya berbagai organisme pembawa penyakit. Karena itu, pemeliharaan drainase menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan permukiman tetap sehat.

Baca juga:
Mau Kuliah di Kampus dengan Jurusan Sistem Informasi Akuntansi Terbaik? Ini 4 Pilihannya

Kegiatan Asih Salira di Desa Cikampek Barat diharapkan tidak berhenti pada kerja bakti yang dilakukan satu kali. Pemeliharaan secara berkala diperlukan untuk memastikan saluran tetap mampu menampung dan mengalirkan air, terutama ketika memasuki periode hujan dengan curah yang lebih tinggi.

Aparat kewilayahan bersama pemerintah desa juga mendorong masyarakat untuk ikut memantau kondisi drainase di lingkungan masing-masing. Jika ditemukan sampah atau endapan yang mulai mengganggu aliran, pembersihan dapat dilakukan lebih awal sebelum saluran mengalami penyumbatan.

Melalui kegiatan yang melibatkan TNI, pemerintah desa, dan warga tersebut, saluran air di kawasan permukiman Desa Cikampek Barat kembali dibersihkan dari berbagai material penghambat. Hasil kerja bakti selanjutnya diharapkan dapat dipertahankan melalui kebiasaan menjaga kebersihan dan perawatan drainase secara rutin.