Karawanghitz, Pandeglang — Kelompok Tunggaljaya BSI Explore 2026 Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar program RESTU (Rangkul, Edukasi, Siap, Tenang, Umah) bagi orang tua, siswa SMA, dan lulusan baru di Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada 23 Agustus 2026. Program ini menjadi ruang edukasi dan dialog untuk memperkuat dukungan keluarga terhadap pendidikan serta rencana masa depan generasi muda.
RESTU merupakan bagian dari rangkaian BSI Explore 2026 yang membawa semangat “Inspirasi Membangun Negeri”. Kegiatan tersebut dirancang berdasarkan pemahaman bahwa perjalanan pendidikan dan penentuan masa depan anak tidak hanya dipengaruhi kemampuan akademik. Dukungan keluarga, komunikasi yang terbuka, kepercayaan, serta kesempatan untuk berkembang juga memiliki peran penting dalam proses tersebut.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya mempertemukan orang tua dan anak dalam suasana yang memungkinkan keduanya saling mendengar. Seminar, edukasi interaktif, dan dialog keluarga menjadi metode yang digunakan agar peserta dapat membicarakan pendidikan serta berbagai pilihan setelah menyelesaikan sekolah.
Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang
Dalam sesi bersama orang tua, peserta diajak memahami pentingnya memberikan dukungan terhadap pilihan pendidikan dan cita-cita anak. Orang tua ditempatkan sebagai pihak terdekat yang dapat menjadi tempat anak menyampaikan keinginan, keraguan, maupun pertimbangan sebelum menentukan langkah berikutnya.
Sementara itu, peserta dari kalangan anak dan lulusan baru memperoleh kesempatan untuk menyampaikan aspirasi serta pandangan mengenai pendidikan dan masa depan. Pola komunikasi dua arah tersebut diharapkan dapat mengurangi jarak antara harapan keluarga dan keinginan anak ketika menentukan pilihan setelah SMA.
Nama RESTU sendiri memiliki lima unsur, yakni Rangkul, Edukasi, Siap, Tenang, dan Umah. Kelima unsur tersebut menggambarkan tahapan yang ingin dibangun melalui program, mulai dari kedekatan keluarga hingga kesiapan menghadapi masa depan.
Rangkul menjadi tahap awal untuk menciptakan hubungan yang lebih dekat dan terbuka. Selanjutnya, Edukasi memberikan pemahaman mengenai pentingnya pendidikan serta pilihan yang dapat dipertimbangkan. Tahap Siap mengarahkan peserta untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai pilihan dan tantangan setelah sekolah.
Adapun Tenang menekankan bahwa keputusan mengenai masa depan perlu dibicarakan melalui komunikasi dan pertimbangan yang matang, bukan tekanan. Sementara Umah atau rumah dimaknai sebagai lingkungan pertama tempat anak memperoleh dukungan, kepercayaan, dan dorongan untuk berkembang.
Kelompok Tunggaljaya BSI Explore 2026 juga menyoroti pentingnya memberikan ruang bagi anak untuk mengenali potensi dan minatnya. Orang tua diharapkan tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga terbuka terhadap beragam pilihan pendidikan maupun jalur pengembangan diri yang sesuai dengan kemampuan anak.
Dialog dalam RESTU diarahkan agar keluarga dapat membicarakan rencana setelah SMA secara lebih terbuka. Anak didorong berani menyampaikan aspirasi, sedangkan orang tua diharapkan mampu mendampingi proses tersebut dengan dukungan yang proporsional.
Program ini juga membawa pesan bahwa kondisi lingkungan tempat tinggal tidak semestinya menjadi batas bagi cita-cita generasi muda. Akses terhadap pendidikan dan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan tetap perlu didukung melalui lingkungan keluarga yang memberikan ruang bagi anak untuk belajar dan mencoba.
Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’
Output utama kegiatan RESTU adalah terbentuknya ruang komunikasi antara orang tua dan anak mengenai pendidikan serta masa depan. Hasil pembahasan diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi dapat diteruskan dalam percakapan keluarga sehari-hari.
Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengalaman untuk memahami kebutuhan sosial masyarakat secara langsung. Sementara bagi peserta, RESTU menjadi ruang untuk membicarakan pilihan masa depan dengan melibatkan keluarga sebagai bagian dari proses perencanaan.
Setelah rangkaian kegiatan BSI Explore 2026 berakhir, Kelompok Tunggaljaya berharap komunikasi mengenai pendidikan tetap berlangsung di rumah masing-masing. Dengan begitu, dukungan keluarga dapat terus menyertai anak ketika menentukan langkah pendidikan, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan kehidupan setelah sekolah.










