Karawanghitz, Karawang — Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Implementasi Gerakan Pilah Sampah sebagai Bentuk Kepedulian Mahasiswa terhadap Lingkungan” di Yayasan Arrohmah Tumaritis, Dusun Jenebin RT 010/RW 005, Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, pada Minggu (17/5/2026). Kegiatan tersebut ditujukan bagi peserta didik DTA kelas 4 dan 5 SD untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan melalui kebiasaan memilah sampah sejak usia dini.
Program ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa yang terdiri dari Kharisma Anjani, Neng Lia, Alfiani Nur Putri Lestari, Syifa Khoerunisa, dan Muhamad Zarkasih. Melalui kegiatan tersebut, para mahasiswa berupaya mengenalkan konsep pengelolaan sampah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan.
Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan antara tim pelaksana dan peserta. Setelah itu, mahasiswa menyampaikan materi mengenai dampak sampah terhadap kesehatan dan lingkungan, sekaligus menjelaskan pentingnya pengelolaan sampah yang tepat. Peserta juga diperkenalkan pada perbedaan antara sampah organik dan anorganik serta cara sederhana untuk memilah keduanya.
Baca juga: Ancaman Metana Bantargebang dan Cermin Tata Kelola Sampah Indonesia
Ketua pelaksana kegiatan, Kharisma Anjani, mengatakan bahwa edukasi lingkungan perlu diberikan sejak dini agar anak-anak terbiasa menerapkan perilaku yang mendukung kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Kami ingin memperkenalkan kepada anak-anak bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti membuang dan memilah sampah sesuai jenisnya. Jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Menurut Kharisma, pemahaman mengenai pengelolaan sampah tidak hanya penting bagi orang dewasa, tetapi juga perlu dikenalkan kepada generasi muda. Dengan memahami cara memilah sampah sejak usia sekolah, anak-anak diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang menularkan kebiasaan baik kepada keluarga maupun lingkungan sekitarnya.

Untuk mempermudah pemahaman peserta, kegiatan tidak hanya berisi penyampaian teori. Setelah sesi edukasi, mahasiswa mengajak peserta mengikuti praktik langsung pemilahan sampah. Anak-anak diberikan berbagai contoh sampah yang kemudian harus mereka kelompokkan ke dalam kategori organik dan anorganik.
Metode praktik dipilih agar peserta dapat memahami materi secara lebih konkret. Dalam sesi tersebut, mahasiswa mendampingi peserta satu per satu sambil menjelaskan alasan mengapa suatu jenis sampah masuk ke kategori tertentu.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Peserta terlihat aktif mengajukan pertanyaan dan menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi mengenai pengelolaan sampah. Beberapa siswa juga berbagi pengalaman mengenai kebiasaan membuang sampah di rumah maupun di lingkungan sekolah.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap keberlanjutan program, tim mahasiswa menyerahkan fasilitas berupa tempat sampah kepada Yayasan Arrohmah Tumaritis. Tempat sampah tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung penerapan kebiasaan memilah sampah secara rutin di lingkungan yayasan.
Salah seorang peserta mengaku memperoleh pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut. Ia mengatakan kini lebih memahami bahwa sampah perlu dipisahkan berdasarkan jenisnya agar lebih mudah dikelola.
“Saya jadi tahu perbedaan sampah organik dan anorganik. Setelah ini saya ingin membuang sampah sesuai tempatnya dan mengajak teman-teman untuk ikut menjaga kebersihan,” katanya.
Baca juga: Peran Aktif Mahasiswa dalam Masyarakat dan Pembangunan Nasional
Selain memberikan edukasi lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan melalui program pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan yang sederhana dan sesuai dengan usia peserta, materi dapat diterima dengan lebih mudah.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab, dokumentasi bersama, dan penutupan resmi. Melalui program ini, mahasiswa UBSI berharap kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan sampah dapat tumbuh sejak usia dini sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.
Upaya tersebut juga diharapkan dapat mendukung pembentukan karakter peduli lingkungan pada generasi muda sekaligus memperkuat budaya menjaga kebersihan di lingkungan pendidikan dan masyarakat.












