Karawanghitz, Karawang — Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kabupaten Karawang menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Sosialisasi Program Komplek Peduli Lingkungan: Edukasi dan Pengorganisasian Sistem Pengumpulan Sampah Terpilah Berkelanjutan” di Perumahan Bumi Telukjambe, Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, pada Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga melalui sistem pemilahan sejak dari sumbernya sekaligus memperkuat pengelolaan Bank Sampah yang telah tersedia di lingkungan perumahan.
Program tersebut dilaksanakan oleh tim mahasiswa yang terdiri atas Ahmad Damhudi selaku ketua pelaksana, Agis Lestari, Zahra Nur Aulia, dan Rina Soraya T dengan pendampingan dosen Lukman Hakim, S.Sos., M.M. Kegiatan memadukan sosialisasi, diskusi, serta aksi gotong royong bersama warga sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah yang lebih tertata dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengidentifikasi bahwa fasilitas Bank Sampah di Perumahan Bumi Telukjambe sebenarnya telah tersedia. Namun, pemanfaatannya belum berjalan optimal karena sebagian besar warga masih mencampurkan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama diselenggarakannya kegiatan edukasi kepada masyarakat.
Baca juga: Tips Mengolah Sampah Rumah Tangga Secara Mandiri di Rumah
Ketua pelaksana, Ahmad Damhudi, menjelaskan bahwa program difokuskan pada tiga aspek utama, yakni edukasi mengenai pemilahan sampah dari rumah, penguatan sistem pengumpulan sampah bersama pengurus lingkungan, serta peningkatan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.
“Kami melihat fasilitas Bank Sampah sudah ada, tetapi pemanfaatannya belum maksimal karena kebiasaan memilah sampah dari rumah belum dilakukan secara konsisten. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman mengenai cara pemilahan sampah sekaligus mengajak warga membangun sistem pengumpulan yang lebih teratur,” ujar Ahmad Damhudi.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan briefing dan persiapan panitia sebelum memasuki sesi pembukaan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari panitia, perwakilan RT/RW, serta pengelola Bank Sampah yang menjadi mitra dalam pelaksanaan kegiatan.
Memasuki sesi utama, mahasiswa menyampaikan materi bertajuk “Pilah dari Rumah” yang membahas pentingnya memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari lingkungan rumah tangga. Materi juga menjelaskan jenis-jenis sampah yang masih memiliki nilai guna dan dapat diolah kembali sehingga dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Selain membahas teknik pemilahan sampah, mahasiswa juga memberikan penjelasan mengenai pentingnya pengaturan jadwal pengumpulan sampah yang lebih terstruktur. Melalui sistem yang terorganisasi, proses pengelolaan Bank Sampah diharapkan dapat berjalan lebih efektif sekaligus memudahkan koordinasi antara warga dan pengurus lingkungan.
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai pertanyaan terkait mekanisme pemilahan sampah, pengelolaan Bank Sampah, hingga pola pengumpulan yang dinilai paling sesuai dengan kondisi lingkungan perumahan.
Setelah sesi edukasi selesai, seluruh peserta mengikuti aksi gotong royong membersihkan area lingkungan sekitar. Sebelum kegiatan dimulai, panitia membagikan perlengkapan kerja berupa masker, sarung tangan, dan kantong plastik kepada peserta sebagai penunjang aktivitas pembersihan.
Kegiatan gotong royong berlangsung hingga menjelang siang dengan melibatkan mahasiswa dan warga secara bersama-sama. Melalui aktivitas tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga menerapkannya secara langsung melalui aksi menjaga kebersihan lingkungan.
Perwakilan mahasiswa menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mulai membiasakan pemilahan sampah dari rumah sehingga sistem pengelolaan Bank Sampah yang telah tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
“Pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan hanya oleh pengurus lingkungan. Partisipasi warga menjadi faktor utama agar sistem yang sudah ada dapat berjalan secara berkelanjutan. Karena itu, kami mengajak masyarakat memulai kebiasaan memilah sampah dari rumah sebagai langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap hari,” kata Ahmad.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan evaluasi bersama, ramah tamah, pembagian konsumsi, serta sesi dokumentasi bersama seluruh peserta. Melalui pengabdian kepada masyarakat ini, mahasiswa UBSI Kampus Kabupaten Karawang berharap warga semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah terpilah, mampu memanfaatkan fasilitas Bank Sampah secara lebih efektif, serta membangun budaya peduli lingkungan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan tempat tinggal.












