Literasi SekolahNewsPendidikan

Mahasiswa UBSI Ikuti Majelis Ta’lim Warga Tunggaljaya

×

Mahasiswa UBSI Ikuti Majelis Ta’lim Warga Tunggaljaya

Sebarkan artikel ini
Majelis

Karawanghitz, Pandeglang — Kelompok Tunggaljaya BSI Explore 2026 dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) ikut berpartisipasi dalam kegiatan Majelis Ta’lim bersama masyarakat Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa membangun hubungan langsung dengan warga sekaligus mendukung kegiatan pembinaan keagamaan yang telah berjalan di lingkungan desa.

Kegiatan Majelis Ta’lim menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar mengenai keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga. Mahasiswa BSI Explore hadir dengan mengikuti aktivitas yang menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Desa Tunggaljaya, sehingga interaksi tidak hanya berlangsung melalui program pendidikan formal.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan berlangsung dalam suasana sederhana dan kekeluargaan. Warga berkumpul untuk mengikuti penyampaian materi, berdiskusi, serta berinteraksi dengan peserta lainnya. Kehadiran mahasiswa turut menambah ruang pertemuan antara peserta BSI Explore dan masyarakat setempat.

Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang

Bagi kelompok mahasiswa, keterlibatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengenal kehidupan sosial warga secara lebih dekat. Interaksi secara langsung memungkinkan mahasiswa memahami kebiasaan masyarakat, bentuk kegiatan bersama, serta kebutuhan sosial yang berkembang di lingkungan Desa Tunggaljaya.

Majelis Ta’lim sendiri memiliki fungsi lebih dari sekadar tempat penyampaian materi keagamaan. Pertemuan yang dilakukan bersama-sama dapat menjadi sarana bagi warga untuk menjaga komunikasi dan hubungan sosial. Warga dari berbagai latar belakang dapat bertemu dalam satu kegiatan yang berlangsung secara rutin.

Melalui aktivitas tersebut, masyarakat memiliki ruang untuk saling mengenal dan membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kebiasaan berkumpul dan berkomunikasi juga membantu menjaga hubungan antarwarga agar tetap terjalin dalam kehidupan sehari-hari.

Partisipasi Kelompok Tunggaljaya BSI Explore 2026 dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan mahasiswa selama berada di tengah masyarakat. Program tidak hanya diarahkan pada kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga dilakukan melalui keterlibatan dalam aktivitas sosial dan kemasyarakatan.

Keterlibatan langsung seperti ini memberi pengalaman berbeda bagi mahasiswa. Mereka dapat melihat bagaimana kegiatan masyarakat dijalankan sekaligus belajar menyesuaikan diri dengan kondisi sosial di lokasi pelaksanaan BSI Explore.

Bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa dalam Majelis Ta’lim memberikan tambahan interaksi dalam kegiatan yang sudah menjadi bagian dari kehidupan warga. Pertemuan tersebut tetap mengedepankan fungsi utama sebagai ruang pembelajaran keagamaan dan silaturahmi.

Dari kegiatan tersebut, output yang diharapkan adalah semakin terdukungnya keberadaan ruang pembelajaran keagamaan bagi masyarakat Desa Tunggaljaya. Selain itu, kegiatan bersama diharapkan dapat membantu menjaga keberlanjutan pembinaan yang selama ini telah berkembang di lingkungan desa.

Kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam memahami masyarakat secara langsung. Pengalaman mengikuti kegiatan warga dapat menjadi proses pembelajaran sosial bagi peserta BSI Explore, terutama dalam memahami cara masyarakat membangun komunikasi dan kebersamaan.

Interaksi selama Majelis Ta’lim berlangsung dalam suasana yang terbuka dan sederhana. Mahasiswa dapat berbaur dengan warga tanpa menghilangkan fungsi utama kegiatan sebagai ruang belajar dan mempererat hubungan antaranggota masyarakat.

Kelompok Tunggaljaya BSI Explore 2026 menempatkan kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk partisipasi dalam kehidupan masyarakat Desa Tunggaljaya. Pendekatan itu dilakukan dengan mengikuti aktivitas yang sudah ada, sehingga mahasiswa dapat membangun hubungan melalui keterlibatan langsung bersama warga.

Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’

Keberadaan ruang pertemuan seperti Majelis Ta’lim menjadi salah satu bagian dari aktivitas sosial yang dapat menjaga hubungan masyarakat. Selain pembelajaran keagamaan, pertemuan tersebut memberi kesempatan bagi warga untuk bertukar informasi dan memperkuat komunikasi dalam lingkungan tempat tinggal.

Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses mengenal masyarakat di luar lingkungan kampus. Sementara bagi warga Desa Tunggaljaya, kegiatan tetap berjalan sebagai ruang pembelajaran dan silaturahmi yang dapat dimanfaatkan bersama.

Melalui keterlibatan dalam Majelis Ta’lim, Kelompok Tunggaljaya BSI Explore 2026 melanjutkan rangkaian interaksi dengan masyarakat Desa Tunggaljaya. Kegiatan bersama tersebut diharapkan dapat terus mendukung kebersamaan warga sekaligus memberikan pengalaman sosial bagi mahasiswa selama menjalankan program di Kabupaten Pandeglang.