Karawanghitz, Bekasi — Tim BSI Explore 2026 menghadirkan program Pojok Baca Tuntas di SDN Karang Indah 02, Desa Karang Indah, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, sebagai ruang literasi bagi siswa. Program tersebut dirancang untuk menyediakan tempat membaca dan belajar yang aman, nyaman, serta ramah anak sekaligus mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca di lingkungan sekolah.
Pojok Baca Tuntas merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan mahasiswa BSI Explore 2026. Ruang tersebut disiapkan sebagai alternatif bagi siswa untuk membaca, belajar, berdiskusi, dan mengeksplorasi berbagai pengetahuan dalam suasana yang lebih santai dibandingkan pembelajaran di ruang kelas.
Program ini dilaksanakan dalam rangkaian BSI Explore 2026 yang diselenggarakan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) pada 5–25 Agustus 2026. Melalui program tersebut, mahasiswa ditempatkan di 38 desa mitra untuk menjalankan sejumlah kegiatan berdasarkan kebutuhan serta potensi masyarakat di masing-masing wilayah.
Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’
Di SDN Karang Indah 02, kebutuhan terhadap ruang literasi menjadi salah satu perhatian mahasiswa. Kehadiran Pojok Baca Tuntas diharapkan dapat mendekatkan aktivitas membaca dengan keseharian siswa sekaligus memberikan pilihan ruang belajar yang dapat digunakan di luar kegiatan pembelajaran utama.
Ketua BSI Explore 2026 Desa Karang Indah, Kohar Hanapi, mengatakan ruang tersebut tidak disiapkan sekadar sebagai tempat untuk meletakkan koleksi buku. Menurutnya, Pojok Baca Tuntas perlu menjadi ruang yang membuat anak merasa nyaman untuk belajar dan menyampaikan rasa ingin tahu.
“Kami ingin Pojok Baca Tuntas bukan hanya menjadi tempat membaca. Anak-anak juga perlu merasa nyaman untuk belajar, berdiskusi, dan bertanya. Harapannya, mereka datang dengan senang dan pulang membawa pengetahuan baru,” ujar Kohar.
Konsep tersebut diterapkan melalui penataan ruang yang memperhatikan unsur kenyamanan dan keamanan bagi anak. Area baca dibuat lebih ramah siswa sehingga dapat digunakan untuk berbagai kegiatan literasi dan aktivitas edukatif secara lebih leluasa.
Penanggung jawab program Pojok Baca, Nurulita, menjelaskan bahwa gagasan tersebut berangkat dari kebutuhan menghadirkan fasilitas sederhana yang dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Menurutnya, lingkungan yang menyenangkan dapat membantu anak mengenal kegiatan membaca tanpa merasa terbebani oleh kewajiban akademik.
“Kami berharap Pojok Baca Tuntas menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Kalau mereka merasa betah, membaca dan belajar bisa berkembang menjadi kebiasaan yang dilakukan dengan lebih alami,” kata Nurulita.
Selain menyediakan fasilitas literasi, program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan siswa. Mahasiswa dapat melihat kebutuhan anak dalam kegiatan belajar sekaligus memperoleh pengalaman dalam mengelola ruang edukasi di lingkungan sekolah.
Interaksi tersebut juga menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa selama menjalankan pengabdian. Mereka belajar berkomunikasi dengan anak-anak, bekerja sama dengan lingkungan sekolah, serta menyesuaikan kegiatan dengan karakter dan kebutuhan peserta didik.
Pojok Baca Tuntas tidak hanya diarahkan untuk aktivitas membaca buku. Ruang tersebut berpotensi digunakan untuk pendampingan belajar, diskusi sederhana, maupun kegiatan edukatif lain yang dapat mendukung proses pembelajaran siswa. Dengan pengelolaan yang sesuai, ruang literasi dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas pendukung kegiatan sekolah.
Bagi mahasiswa, penyediaan ruang baca menjadi salah satu bentuk pengabdian yang berangkat dari kebutuhan sehari-hari. Program tidak harus berbentuk kegiatan berskala besar untuk dapat digunakan masyarakat. Fasilitas sederhana yang dikelola dengan baik dapat menjadi sarana pendukung bagi anak untuk mengembangkan kebiasaan belajar.
Kohar mengatakan keberlanjutan penggunaan ruang tersebut menjadi perhatian setelah program BSI Explore 2026 berakhir. Ia berharap Pojok Baca Tuntas dapat tetap dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh pihak sekolah serta lingkungan sekitar.
Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang
“Kami sadar fasilitas yang dibuat ini sederhana. Namun, kami berharap manfaatnya bisa terus dirasakan. Jika digunakan dan dirawat bersama, Pojok Baca Tuntas dapat menjadi bagian dari kebiasaan belajar anak-anak di Desa Karang Indah,” tutur Kohar.
BSI Explore 2026 sendiri memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan melalui kegiatan langsung di masyarakat. Di Desa Karang Indah, sejumlah program dijalankan dengan melibatkan lingkungan sekolah dan warga.
Kehadiran Pojok Baca Tuntas kemudian menambah ruang bagi siswa untuk melakukan aktivitas literasi di lingkungan sekolah. Setelah ruang tersebut selesai ditata, siswa dapat memanfaatkannya sebagai tempat membaca dan belajar sesuai kebutuhan, sementara pengelolaan selanjutnya dapat dilanjutkan oleh pihak sekolah.












