TeknologiNewsPendidikan

Pelatihan Digital Branding Dorong UMKM Karang Indah Manfaatkan Teknologi

×

Pelatihan Digital Branding Dorong UMKM Karang Indah Manfaatkan Teknologi

Sebarkan artikel ini
Digital

Karawanghitz, Bekasi — Pelaku UMKM, ibu-ibu PKK, dan kader Posyandu Desa Karang Indah, Kabupaten Bekasi, mengikuti pelatihan digital branding di Aula Desa Karang Indah, Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan yang merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat BSI Explore 2026 tersebut memberikan pemahaman tentang cara memanfaatkan teknologi digital untuk membangun identitas usaha, memperkenalkan produk, dan memperluas jangkauan pemasaran.

Pelatihan digelar dengan melihat potensi usaha masyarakat Desa Karang Indah yang masih dapat dikembangkan melalui kanal digital. Perubahan kebiasaan konsumen yang semakin banyak mencari informasi produk melalui media sosial membuat kemampuan mengelola identitas dan komunikasi usaha menjadi salah satu kebutuhan bagi pelaku UMKM, termasuk mereka yang menjalankan usaha dari wilayah perdesaan.

Dalam pelaksanaannya, peserta diperkenalkan pada konsep dasar digital branding serta penerapannya dalam kegiatan usaha sehari-hari. Materi membahas sejumlah aspek, mulai dari membangun identitas produk, menyampaikan informasi kepada calon konsumen, membuat produk lebih mudah dikenali, hingga menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi dan pemasaran.

Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang

Penyampaian materi berlangsung secara interaktif. Peserta tidak hanya menerima penjelasan dari pemateri, tetapi juga diajak menghubungkan materi dengan pengalaman mereka ketika menjalankan usaha. Beberapa pembahasan disesuaikan dengan kondisi peserta sehingga konsep digital branding dapat dipahami melalui contoh yang dekat dengan aktivitas sehari-hari.

Sekretaris Desa Karang Indah, Deni Setiadi, menyambut pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat apabila diterapkan sesuai kebutuhan dan kondisi usaha yang dijalankan.

“Pelatihan ini bermanfaat bagi masyarakat Karang Indah karena dapat menambah pengetahuan dalam mengembangkan usaha. Saya berharap pengetahuan yang diperoleh bisa dimanfaatkan untuk melihat dan menggunakan peluang yang tersedia,” ujar Deni dalam sambutannya.

Keterlibatan ibu-ibu PKK dan kader Posyandu turut memperluas peserta pelatihan. Selain menjalankan peran dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan, sebagian dari mereka memiliki aktivitas produktif maupun usaha yang berpotensi dikembangkan dengan dukungan pemasaran digital.

Pemateri, Miss Roro Roosita Cindra Kasih S.H., M.I.Kom., menjelaskan bahwa perkembangan teknologi membuka kesempatan bagi UMKM untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen di luar lingkungan tempat usaha mereka berada. Namun, peluang tersebut perlu diikuti kemauan untuk mempelajari cara penggunaan media digital secara tepat.

“Pelaku UMKM memiliki peluang yang cukup besar untuk mengembangkan usaha. Yang perlu dilakukan adalah mengenali potensi yang sudah dimiliki, kemudian memanfaatkannya melalui strategi yang sesuai, termasuk menggunakan media digital,” kata Roro.

Bagi peserta, materi digital branding memberikan perspektif baru mengenai cara mengembangkan usaha. Th Devi, salah seorang peserta, mengatakan pelatihan tersebut membuatnya memahami bahwa pemasaran produk tidak harus bergantung pada konsumen yang berada di sekitar tempat tinggal.

“Ini pertama kalinya saya mengikuti pelatihan seperti ini dan banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan. Saya sekarang memahami bahwa produk bisa dikenalkan lebih luas melalui media digital, sehingga tidak hanya mengandalkan pembeli dari lingkungan sekitar,” ujar Devi.

Menurut peserta, pemahaman tersebut membuka kemungkinan bagi pelaku usaha untuk mencoba cara baru dalam memperkenalkan produk. Media sosial dapat digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai produk sekaligus membangun komunikasi dengan calon pembeli.

Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa BSI Explore 2026 untuk memperoleh pengalaman langsung di lingkungan desa. Mahasiswa dapat melihat kebutuhan pelaku usaha dan memahami tantangan yang dihadapi masyarakat dalam mengikuti perkembangan teknologi.

Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’

Ketua Tim BSI Explore 2026 Desa Karang Indah, Kohar Hanapi, turut mengapresiasi keterlibatan peserta selama pelatihan. Antusiasme masyarakat dinilai menunjukkan adanya kebutuhan terhadap edukasi mengenai pemanfaatan teknologi untuk mendukung aktivitas ekonomi lokal.

Pelatihan ini menjadi bagian dari rangkaian BSI Explore 2026, program pengabdian masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan perkuliahan secara langsung di masyarakat. Dalam konteks Desa Karang Indah, edukasi digital branding diarahkan pada kebutuhan pelaku usaha dan masyarakat yang memiliki aktivitas produktif.

Setelah kegiatan berakhir, peserta diharapkan dapat mulai menerapkan pengetahuan yang diperoleh, seperti memperjelas identitas produk, menyusun informasi pemasaran, serta memanfaatkan media sosial secara lebih terarah. Penerapan tersebut dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dan jenis usaha masing-masing, sehingga pengetahuan dari pelatihan dapat digunakan dalam aktivitas usaha sehari-hari.