
Karawang, Karawanghitz — Syifa Ramadhani, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (USU), berhasil mencuri perhatian publik dan dewan juri dalam ajang BSI Flash 2025. Tak tanggung-tanggung, ia meraih Juara 1 kategori umum BSI Star, sebuah kompetisi tarik suara bergengsi yang digelar di Karawang, Jawa Barat. Keberhasilan ini terasa semakin istimewa karena Syifa rela terbang dari Deli Serdang, Sumatera Utara, demi mengikuti ajang tersebut.
Perjalanan Syifa bukanlah kebetulan semata. Rekam jejaknya menunjukkan konsistensi luar biasa dalam dunia tarik suara. Sejak duduk di bangku sekolah menengah, ia kerap mengikuti berbagai lomba menyanyi, baik tingkat lokal maupun nasional. Berbagai prestasi yang diraih menjadi modal penting untuk tampil percaya diri di panggung BSI Star.
Syifa Ramadhani Perjalanan dari Deli Serdang ke Karawang
Keputusan Syifa untuk mengikuti ajang ini memerlukan tekad yang kuat. Perjalanan udara dari Deli Serdang menuju Karawang tentu membutuhkan persiapan matang, baik secara fisik maupun mental. “Saya memang sudah lama ingin ikut BSI Star karena ajang ini bukan sekadar lomba nyanyi, tapi juga ajang pengembangan bakat dan jaringan,” ujarnya usai menerima trofi kemenangan.
Sesampainya di Karawang, Syifa langsung melakukan latihan intensif untuk memastikan penampilannya maksimal. Faktor cuaca, perbedaan lingkungan, hingga adaptasi suara menjadi tantangan tersendiri. Namun, semua terbayar lunas ketika ia berhasil memukau penonton dan juri.
Penampilan Memukau Syifa Ramadhani dengan Gaun Hijau Mint
Pada malam final, Syifa tampil anggun dengan gaun berwarna hijau mint. Warna lembut itu kontras dengan kekuatan vokalnya yang tegas dan berkarakter. Menurut pengakuannya, pemilihan gaun tersebut bukan tanpa alasan. “Saya ingin menghadirkan kesan elegan namun tetap lembut. Warna hijau mint memberikan nuansa segar, sesuai dengan konsep lagu yang saya bawakan,” jelasnya.
Penampilannya diiringi tata lampu yang mendukung suasana lagu, membuat setiap nada yang ia nyanyikan terasa hidup. Dewan juri pun memberikan standing ovation di akhir lagu, sebuah apresiasi yang jarang diberikan kecuali pada penampilan yang benar-benar luar biasa.
Konsistensi Syifa Ramadhani di Dunia Tarik Suara
Menurut catatan panitia, BSI Star tahun ini diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Persaingan ketat membuat kemenangan Syifa menjadi bukti nyata kemampuannya. “Syifa punya kontrol vokal yang sangat baik, teknik pernapasan matang, dan penjiwaan lagu yang kuat,” ungkap salah satu juri yang juga merupakan pelatih vokal nasional.
Tak hanya mengandalkan suara merdu, ia juga dikenal rajin mempelajari teknik baru. Ia aktif mengikuti workshop musik dan sering mempelajari lagu-lagu lintas genre untuk memperkaya kemampuannya. “Dalam menyanyi, saya percaya latihan konsisten adalah kunci. Tidak cukup hanya mengandalkan bakat,” tuturnya.
Syifa Ramadhani Motivasi untuk Generasi Muda
Kemenangan ini menjadi inspirasi bagi banyak anak muda, khususnya mahasiswa yang ingin mengembangkan potensi di luar bangku kuliah. Ia menegaskan bahwa keterlibatan di ajang seperti BSI Star bisa menjadi pengalaman berharga, bukan hanya untuk menambah prestasi, tetapi juga membangun kepercayaan diri.
“Saya ingin membuktikan bahwa mahasiswa bisa berprestasi di bidang akademik sekaligus non-akademik. Jangan takut mencoba, meski harus keluar dari zona nyaman,” pesannya.
Fakta dari laporan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyebutkan bahwa mahasiswa yang aktif di kegiatan ekstrakurikuler cenderung memiliki kemampuan komunikasi dan manajemen waktu yang lebih baik. Hal ini selaras dengan pengalaman Syifa yang mampu menyeimbangkan jadwal kuliah dan latihan menyanyi.
Syifa Ramadhani dan Harapan ke Depan
Usai kemenangan ini, ia berencana untuk terus berkarya di dunia musik. Ia ingin merilis single sendiri dan mengikuti pelatihan vokal lanjutan. Selain itu, ia bercita-cita membentuk komunitas musik di kampusnya untuk memberikan wadah bagi mahasiswa yang memiliki minat serupa.
BSI Star sendiri merupakan bagian dari rangkaian acara BSI Flash, yang dikenal sebagai ajang kreativitas mahasiswa dari berbagai bidang, mulai dari musik, tari, fotografi, hingga kewirausahaan. Kehadiran peserta dari luar daerah, seperti Syifa, menunjukkan daya tarik nasional ajang ini.
Syifa menutup wawancara dengan rasa syukur mendalam. “Saya percaya, semua ini terjadi karena dukungan keluarga, teman, dan kerja keras yang tidak pernah berhenti. Ini baru awal dari perjalanan panjang saya di dunia musik,” katanya sambil memegang erat piala kemenangannya.
Dengan kemenangan ini, ia bukan hanya menambah daftar panjang prestasinya, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai talenta muda berbakat yang patut diperhitungkan di industri musik Indonesia.












