Karawanghitz, Karawang — Bupati Karawang Aep Syaepuloh meminta PT PLN memberikan perhatian lebih terhadap dampak pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Karawang selama sekitar dua pekan terakhir. Menurutnya, pengaturan pemadaman perlu mempertimbangkan keberlangsungan pelayanan publik dan aktivitas ekonomi masyarakat yang sangat bergantung pada pasokan listrik.
Pernyataan tersebut disampaikan Aep di Karawang, Sabtu (20/6), setelah pemerintah daerah melakukan komunikasi dengan manajemen PT PLN UP3 Karawang mengenai pelaksanaan pemadaman bergilir. Ia berharap kebijakan yang diterapkan dapat meminimalkan gangguan terhadap layanan dasar serta kegiatan masyarakat sehari-hari.
Menurut Aep, Karawang merupakan salah satu kawasan industri dengan jumlah perusahaan, perkantoran, pusat perdagangan, serta fasilitas umum yang cukup besar. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap pasokan listrik menjadi sangat penting untuk menjaga kelancaran aktivitas di berbagai sektor.
“Kami sudah berkomunikasi dengan manajemen PLN Karawang terkait kebijakan pemadaman listrik yang terjadi selama dua pekan terakhir,” ujar Aep.
Ia mengatakan pemerintah daerah telah menyampaikan sejumlah masukan kepada PLN agar proses pengaturan pemadaman dilakukan secara lebih terencana. Dengan demikian, dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat dapat ditekan seminimal mungkin.
Aep menilai pelayanan publik harus menjadi perhatian utama dalam penyusunan jadwal pemadaman. Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya mengalami kesulitan memperoleh layanan kesehatan, akses air bersih, maupun pelayanan dasar lainnya akibat terhentinya pasokan listrik dalam waktu yang cukup lama.
“Saya sudah menyampaikan kepada manajer PLN Karawang bahwa Karawang merupakan kota industri dengan banyak perkantoran dan aktivitas masyarakat yang bergantung pada listrik. Yang paling penting adalah pelayanan kepada masyarakat harus tetap diperhatikan,” katanya.
Lebih lanjut, Aep menyebut sejumlah fasilitas yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat perlu memperoleh prioritas dalam distribusi listrik. Rumah sakit menjadi salah satu sektor yang menurutnya harus tetap dapat beroperasi secara optimal karena berkaitan dengan pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien.
Selain fasilitas kesehatan, sistem penyediaan air bersih juga dinilai perlu mendapatkan perhatian. Gangguan terhadap layanan tersebut berpotensi memengaruhi kebutuhan dasar masyarakat apabila pemadaman berlangsung selama beberapa jam.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Karawang meminta PLN menerapkan skala prioritas dalam pelaksanaan pemadaman bergilir. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi dampak terhadap sektor-sektor yang memiliki fungsi pelayanan publik.
“Harus ada skala prioritas agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu akibat pemadaman listrik,” ujar Aep.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus menjalin koordinasi dengan PLN untuk mencari solusi yang dapat menjaga keseimbangan antara kebutuhan operasional sistem kelistrikan dan kepentingan masyarakat. Komunikasi tersebut diharapkan menghasilkan langkah-langkah yang mampu mengurangi dampak pemadaman terhadap aktivitas ekonomi maupun pelayanan publik.
Dalam dua pekan terakhir, pemadaman listrik bergilir masih terjadi di berbagai wilayah Karawang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, setiap hari terdapat lebih dari sepuluh titik pemadaman dengan durasi rata-rata berkisar antara tiga hingga lima jam.
Wilayah yang terdampak tidak hanya mencakup kawasan permukiman, tetapi juga perkantoran, pusat pelayanan publik, kawasan usaha, industri, sekolah, perguruan tinggi, hingga rumah sakit. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah aktivitas masyarakat harus menyesuaikan operasional selama pasokan listrik terhenti.
Menanggapi situasi tersebut, Asisten Manajer Keuangan dan Umum PT PLN UP3 Karawang, Wahyu NF, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak pemadaman bergilir.
Menurut Wahyu, kebijakan tersebut diterapkan karena adanya kendala teknis operasional pada pembangkit listrik yang menyebabkan kapasitas pasokan mengalami penurunan. Untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan, PLN melakukan pengaturan distribusi daya melalui pemadaman bergilir di sejumlah wilayah.
PLN juga menyatakan terus melakukan perbaikan terhadap sistem operasional pembangkit agar kapasitas pasokan dapat kembali normal. Perusahaan berharap proses pemulihan dapat berlangsung secara bertahap sehingga layanan kelistrikan kepada pelanggan di Kabupaten Karawang kembali stabil.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Karawang menegaskan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan PLN guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan selama proses pemulihan sistem kelistrikan berlangsung.












