News

PERURI Asri 2026 Dorong Sampah Rumah Tangga Bernilai Ekonomi

×

PERURI Asri 2026 Dorong Sampah Rumah Tangga Bernilai Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Sampah

Karawanghitz, Karawang — Perum Peruri kembali menjalankan program PERURI Asri (Aksi Sustainable untuk Resiliensi Indonesia) pada 2026 dengan fokus meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi. Memasuki tahun kedua, program berbasis ekonomi sirkular tersebut resmi dibuka di Rumah BUMN Karawang, Telukjambe, Kabupaten Karawang, pada Sabtu (26/8/2026).

Sebanyak 40 ibu rumah tangga mengikuti pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan warga dalam mengelola limbah secara produktif. Dari jumlah tersebut, 25 peserta merupakan anggota Kelompok Sadar Sampah PERURI (KSSP), sedangkan 15 lainnya berasal dari masyarakat sekitar yang memiliki ketertarikan terhadap pengelolaan sampah rumah tangga.

Pelaksanaan tahun kedua memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan program sebelumnya. Jika pada tahun pertama peserta lebih banyak mendapatkan materi mengenai pemilahan sampah dan pembuatan kompos menggunakan metode Takakura, tahun ini pelatihan diarahkan pada pemanfaatan sampah daur ulang agar memiliki nilai guna sekaligus nilai jual.

Baca juga:
Mau Kuliah di Kampus dengan Jurusan Sistem Informasi Akuntansi Terbaik? Ini 4 Pilihannya

Melalui pelatihan praktik, peserta diperkenalkan dengan cara mengolah berbagai jenis limbah rumah tangga menjadi produk yang dapat digunakan kembali dan berpotensi dipasarkan. Pengembangan keterampilan tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif sumber pendapatan tambahan bagi keluarga sekaligus mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Koordinator Corporate Communication & TJSL PERURI, Yahdi Lil Ihsan, mengatakan program tersebut disusun agar masyarakat tidak hanya memahami persoalan sampah secara teori, tetapi juga mampu menerapkan pengelolaan limbah dalam aktivitas sehari-hari.

“Kami ingin masyarakat melihat sampah bukan hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang masih dapat diolah. Karena itu, peserta mendapatkan pengalaman langsung membuat produk daur ulang dari sampah rumah tangga agar pengelolaan lingkungan juga dapat menghasilkan nilai ekonomi,” ujar Yahdi saat pembukaan kegiatan.

Acara tersebut turut dihadiri Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Kebersihan Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup Karawang, Melinda Rose Diana, serta Kepala Dusun Sukamanah, Desa Telukjambe, Helili. Kehadiran pemerintah daerah dan perangkat wilayah menjadi bagian dari kolaborasi dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Melinda menilai program yang dijalankan PERURI sejalan dengan upaya pemerintah daerah mengurangi volume sampah yang harus dibawa ke tempat pembuangan akhir. Menurutnya, pengelolaan dari tingkat rumah tangga dapat membantu menekan timbulan sampah sekaligus mendorong warga memiliki kemampuan mengelola lingkungan secara mandiri.

“Pemerintah daerah mengapresiasi pendampingan yang terus dilakukan PERURI kepada masyarakat Telukjambe. Konsep ekonomi sirkular dapat membantu mengurangi sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dan pada saat yang sama memberi kesempatan bagi warga untuk mengolah limbah secara produktif,” kata Melinda.

Program tahun kedua juga dirancang agar pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kelompok penerima pelatihan. Anggota KSSP yang sebelumnya telah memperoleh pembekalan didorong untuk menjadi mentor bagi warga lain. Pola tersebut memungkinkan keterampilan pengelolaan sampah disebarkan secara bertahap melalui proses belajar antarmasyarakat.

Selain memberikan pelatihan, PERURI menyiapkan bantuan sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan kelompok pengelola sampah. Fasilitas tersebut ditujukan untuk menunjang tahapan pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan limbah daur ulang di lingkungan masyarakat.

Baca juga:
Rekomendasi Kampus dengan Jurusan Sistem Informasi Terbaik

Dengan pola pendampingan dan transfer pengetahuan tersebut, kegiatan PERURI Asri 2026 tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan individu peserta. Program ini juga menyasar terbentuknya sistem pengelolaan sampah yang dapat berjalan secara mandiri di tingkat lingkungan.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan sejumlah pihak, mulai dari PERURI, Pemerintah Kabupaten Karawang, perangkat desa, komunitas lokal, hingga warga Telukjambe. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program yang menggabungkan pengurangan sampah dengan pengembangan keterampilan ekonomi masyarakat.

Rangkaian PERURI Asri 2026 selanjutnya akan berfokus pada praktik pengolahan dan pemanfaatan material daur ulang sesuai materi pelatihan. Peserta diharapkan dapat menerapkan keterampilan tersebut dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan mengembangkan produk yang memiliki manfaat bagi kebutuhan sehari-hari maupun peluang ekonomi keluarga.