News

Prabowo Segera Resmikan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik di Karawang

×

Prabowo Segera Resmikan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik di Karawang

Sebarkan artikel ini
Prabowo

Karawanghitz, Karawang – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan meresmikan pabrik baterai kendaraan listrik yang berada di kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, dalam waktu dekat. Fasilitas produksi tersebut telah rampung dibangun dan kini hanya menunggu penentuan jadwal peresmian oleh Presiden. Proyek bernilai investasi sebesar US$5,9 miliar itu menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan industri baterai kendaraan listrik nasional.

Pemerintah bersiap meresmikan pabrik baterai kendaraan listrik yang berlokasi di kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan seluruh proses pembangunan fasilitas tersebut telah selesai dan kini tinggal menunggu waktu yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan peresmian secara langsung.

Pabrik tersebut merupakan bagian dari Proyek Dragon yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Nilai investasi yang dikucurkan mencapai US$5,9 miliar atau sekitar Rp96 triliun (dengan asumsi kurs saat ini), sehingga menjadi salah satu investasi terbesar di sektor industri baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Baca juga:
Viral Warga Ramai-ramai Berburu Ikan di Waduk Cipancuh Indramayu yang Surut

“Pembangunan pabrik sudah selesai. Sekarang kami hanya menunggu jadwal yang tepat dari Bapak Presiden untuk melakukan peresmian,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat memberikan keterangan kepada awak media di Press Room Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Fasilitas tersebut dibangun oleh PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), perusahaan patungan yang melibatkan Indonesia Battery Corporation (IBC), konsorsium CBL yang terdiri atas CATL, Brunp Recycling, dan Lygen Resources, serta PT ANTAM Tbk. Kehadiran perusahaan patungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kendaraan listrik global.

Meski memiliki kapasitas produksi maksimum hingga 15 Gigawatt hour (GWh), operasional pabrik akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2026, kapasitas produksi diproyeksikan mencapai 6,9 GWh. Selanjutnya, kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 8,1 GWh pada 2028 hingga akhirnya mencapai kapasitas penuh sesuai perencanaan.

Menurut Bahlil, pembangunan fasilitas produksi baterai di Karawang tidak hanya berfokus pada sektor manufaktur, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membangun ekosistem industri baterai kendaraan listrik secara menyeluruh, mulai dari pengolahan bahan baku hingga produksi baterai siap pakai.

Ia menjelaskan bahwa proyek ini menghubungkan aktivitas pertambangan nikel yang dikelola ANTAM di Kabupaten Halmahera Timur dengan proses produksi baterai di Karawang. Integrasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia melalui program hilirisasi yang selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu fokus pemerintah.

“Konsep yang sedang kami bangun adalah ekosistem baterai kendaraan listrik dari hulu sampai hilir. Bahan bakunya berasal dari dalam negeri, kemudian diproses hingga menjadi produk akhir di Indonesia,” kata Bahlil.

Dengan mulai beroperasinya CATIB, Indonesia kini memiliki dua fasilitas produksi baterai kendaraan listrik berskala besar. Sebelumnya, fasilitas produksi HLI yang dikembangkan bersama LG telah lebih dahulu hadir sebagai bagian dari investasi industri baterai nasional.

Bahlil menyebut keberadaan dua pabrik tersebut menunjukkan perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia yang terus bergerak menuju penguatan rantai pasok domestik. Menurutnya, pembangunan fasilitas produksi baterai oleh dua perusahaan besar dunia menjadi langkah penting dalam mendukung kebutuhan industri kendaraan listrik yang terus meningkat.

Baca juga:
Ruben Onsu Ternyata Sudah Jalani Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Isu Penyakit Menular Viral

“Sekarang Indonesia sudah memiliki dua pabrik baterai kendaraan listrik berskala besar, yaitu HLI yang dibangun bersama LG dan CATIB yang merupakan kolaborasi dengan CATL. Ini merupakan bagian dari pembangunan ekosistem baterai nasional yang dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Pabrik CATIB di Karawang juga diharapkan dapat memperkuat daya saing industri manufaktur nasional sekaligus mendukung target pemerintah dalam mempercepat pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Selain meningkatkan kapasitas produksi baterai dalam negeri, keberadaan fasilitas tersebut diproyeksikan dapat mendorong investasi lanjutan di sektor pendukung serta membuka peluang kerja di kawasan industri Karawang.

Hingga saat ini, pemerintah masih menunggu kepastian waktu peresmian dari Presiden Prabowo Subianto. Setelah diresmikan, pabrik tersebut akan memasuki tahap operasional sesuai jadwal yang telah direncanakan sebagai bagian dari pengembangan industri baterai kendaraan listrik nasional.