Karawanghitz, Karawang – Sebuah truk boks mengalami kecelakaan tunggal hingga terguling ke dalam parit di Jalan Raya Interchange Karawang Barat, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Selasa (4/8/2026) pagi. Insiden yang terjadi di jalur akses menuju Gerbang Tol Karawang Barat itu diduga dipicu kondisi permukaan jalan yang bergelombang saat pengemudi berupaya mendahului kendaraan lain.
Kepala Seksi Humas Polresta Karawang, Ipda Cep Wildan, mengatakan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut merupakan truk boks bernomor polisi B 9226 VXR yang dikemudikan Heri Windu Wahyudi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, truk melaju dari arah Karawang menuju Gerbang Tol Karawang Barat sebelum akhirnya mengalami kecelakaan.
Menurut Cep Wildan, peristiwa bermula ketika pengemudi berusaha menyalip truk yang berada di depannya. Saat manuver dilakukan, kendaraan melintasi ruas jalan yang permukaannya bergelombang sehingga pengemudi kehilangan kendali atas laju truk.
Baca juga:
Siapa Sosok Mbah Riyan, Ulama Low Profile Asal Kudus Penyabet MUI Award yang Viral?
Akibat kondisi tersebut, truk keluar dari jalurnya dan menghantam tiang penerangan jalan umum (PJU). Benturan membuat kendaraan terus melaju hingga masuk ke parit di sisi jalan dan akhirnya terguling. Kecelakaan itu terjadi di salah satu akses yang menghubungkan wilayah Karawang dengan ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek).
“Pengemudi kehilangan kendali ketika melintasi jalan yang bergelombang saat hendak mendahului kendaraan di depannya. Kendaraan kemudian menabrak tiang PJU sebelum terperosok ke parit dan terguling,” ujar Ipda Cep Wildan.
Usai menerima laporan, petugas dari Polresta Karawang langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, memastikan kondisi pengemudi, sekaligus mengatur proses evakuasi kendaraan yang mengalami kecelakaan.
Selain itu, personel kepolisian melakukan pengamanan di sekitar lokasi serta mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan yang lebih panjang. Selama proses evakuasi berlangsung, arus kendaraan di sekitar Jalan Raya Interchange Karawang Barat sempat mengalami perlambatan karena sebagian badan jalan digunakan untuk penanganan truk yang terguling.
Meski kendaraan mengalami kerusakan cukup parah akibat terguling dan menabrak fasilitas jalan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Pengemudi dilaporkan selamat sehingga tidak memerlukan penanganan medis akibat kecelakaan tersebut.
Kerugian dalam insiden ini terutama berasal dari rusaknya sejumlah fasilitas umum, yakni tiang penerangan jalan umum serta rambu lalu lintas yang berada di lokasi kejadian. Kerusakan tersebut selanjutnya akan didata untuk proses tindak lanjut bersama instansi terkait.
Kasat Lantas Polresta Karawang AKP Sudirianto menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan tunggal sehingga penanganannya dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan. Setelah dilakukan pendalaman, perkara itu tidak dilanjutkan ke proses pidana.
Menurut Sudirianto, keputusan tersebut diambil karena pengemudi menunjukkan itikad baik dengan menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas umum yang ditimbulkan akibat kecelakaan.
Baca juga:
Video Lama Demonstrasi Viral Lagi, Pakar Sebut Bisa Menggiring Opini Publik
“Pengemudi bersedia bertanggung jawab atas kerusakan tiang PJU dan rambu lalu lintas. Proses penyelesaiannya akan dikoordinasikan bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang,” kata AKP Sudirianto.
Pihak kepolisian juga mengimbau para pengendara agar lebih berhati-hati saat melintasi ruas jalan yang memiliki permukaan tidak rata, terutama ketika hendak mendahului kendaraan lain. Pengemudi diminta menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan kondisi jalan guna mengurangi risiko kecelakaan.
Proses evakuasi truk berhasil diselesaikan setelah petugas mengangkat kendaraan dari dalam parit dan memindahkannya ke lokasi yang aman. Setelah evakuasi rampung, arus lalu lintas di Jalan Raya Interchange Karawang Barat kembali berangsur normal dan dapat dilalui kendaraan seperti biasa.












