Karawanghitz, Karawang — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau. Warga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta mengurangi kegiatan fisik yang terlalu lama atau berat jika kondisi udara berdebu.
Imbauan tersebut disampaikan setelah aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian karena abu vulkanik berpotensi terbawa angin ke wilayah lain. Meski demikian, hasil pemantauan kualitas udara di Kabupaten Karawang menunjukkan kondisi masih relatif aman dan terkendali.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Keanekaragaman Hayati DLH Kabupaten Karawang, Agus Mutaqqin, mengatakan pemantauan kualitas udara periode 17 Agustus hingga 7 September 2026 menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 berada pada angka 18 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut termasuk kategori sedang dalam Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).
Baca juga:
Bupati Aep Terima Penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI
Menurut Agus, kategori sedang berarti kualitas udara masih dapat diterima dan belum menunjukkan dampak negatif secara umum terhadap kesehatan manusia, hewan, maupun tumbuhan. Sementara itu, parameter PM10 atau partikel debu berukuran lebih besar tercatat dalam kategori baik.
“Untuk PM10 kategorinya baik. Artinya, kualitas udara pada parameter tersebut tidak memberikan efek negatif terhadap manusia,” ujar Agus saat ditemui di kantornya, Senin (7/9/2026).
Walaupun hasil pemantauan menunjukkan kondisi udara masih terkendali, DLH tetap meminta masyarakat melakukan langkah pencegahan. Status Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada level Siaga menjadi salah satu alasan warga dianjurkan lebih berhati-hati terhadap kemungkinan paparan partikulat di udara.
Agus mengatakan masyarakat pada dasarnya masih dapat menjalankan aktivitas seperti biasa. Namun, kegiatan fisik yang berlangsung terlalu lama atau berat di luar ruangan sebaiknya dibatasi. Penggunaan masker dan kebiasaan membersihkan tangan juga dianjurkan sebagai bagian dari upaya mengurangi paparan debu.
“Dengan kondisi Krakatau yang masih Siaga, kami mengimbau warga mengurangi aktivitas fisik yang terlalu lama atau berat di luar ruangan. Aktivitas tetap dapat dilakukan seperti biasa, tetapi sebaiknya menggunakan masker dan rajin membersihkan tangan,” kata Agus.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan, Penanganan Sampah dan Limbah DLH Karawang, Willyanto Salmon, menjelaskan abu vulkanik memiliki ukuran partikel sangat kecil sehingga dapat terbawa angin dan menyebar ke wilayah lain. Partikel tersebut dapat masuk ke saluran pernapasan dan berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi masyarakat yang sensitif terhadap debu atau perubahan kualitas udara.
Willyanto menyebut dampak abu vulkanik terhadap wilayah Karawang relatif minim. Karena itu, masyarakat diminta tidak panik, tetapi tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan mengambil langkah perlindungan ketika diperlukan.
“Abu vulkanik dapat mengganggu pernapasan serta mengiritasi mata dan tenggorokan, terutama bagi orang yang sensitif. Penggunaan masker dapat membantu mengurangi paparan partikel tersebut,” ujar Willyanto, Selasa (8/9).
Selain memakai masker, warga dapat mengurangi aktivitas di luar rumah ketika udara tampak berdebu atau terdapat partikel yang terbawa angin. Masyarakat juga diingatkan untuk mengikuti informasi dari instansi resmi dan tidak mudah mempercayai kabar yang sumbernya tidak jelas.
Baca juga:
Pemkab Karawang Raih Penghargaan Tata Kelola Pemerintahan Responsif dan Akuntabel
Langkah tersebut penting karena kondisi partikulat di udara dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin. Warga yang harus berada di luar rumah dalam waktu cukup lama disarankan memakai masker dengan baik dan menghindari lokasi yang terlihat memiliki banyak debu.
DLH juga meminta masyarakat memperhatikan kondisi tubuh ketika beraktivitas di luar ruangan. Keluhan seperti iritasi mata, rasa tidak nyaman pada tenggorokan, atau gangguan pernapasan perlu menjadi perhatian, terutama bagi orang yang sensitif terhadap debu.
Dengan kondisi kualitas udara Karawang yang masih berada dalam kategori sedang untuk PM2.5 dan baik untuk PM10, pemantauan tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi. Warga diharapkan tetap tenang sambil menjaga perlindungan diri, khususnya mereka yang lebih sensitif terhadap gangguan kualitas udara.












