Karawanghitz, Karawang — Alin Tamaya, mahasiswi semester 6 Program Studi Sistem Informasi Akuntansi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kabupaten Karawang, berhasil lolos sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026 setelah melalui rangkaian seleksi mulai dari pendaftaran, tahap penilaian, hingga pengumuman. Dari sekitar 81.000 pendaftar di seluruh Indonesia, ia masuk dalam 2.000 peserta terpilih.
Google Student Ambassador merupakan program pengembangan mahasiswa di bidang teknologi dan kepemimpinan yang diinisiasi oleh Google. Peserta yang terpilih akan berperan sebagai penghubung antara mahasiswa dan ekosistem digital melalui berbagai kegiatan edukasi dan pengembangan komunitas.
Dengan tingkat kelolosan sekitar 2,4 persen, proses seleksi GSA berlangsung dalam beberapa tahap sejak Februari hingga April 2026. Alin memulai perjalanannya dari tahap pendaftaran yang tidak hanya menuntut kelengkapan data, tetapi juga keterlibatan aktif melalui program referral.
Baca juga: Dari Prestasi Hingga Program Internasional, UBSI Tantang Maba Lanjutkan Tradisi Unggul
“Di tahap awal, bukan sekadar daftar. Kami juga dituntut aktif dalam referral, jadi sejak awal sudah terasa kompetisinya,” ujar Alin.
Proses berlanjut ke tahap berikutnya yang mengharuskan peserta mengirimkan self-recorded interview serta menyelesaikan Gemini Challenge dalam waktu terbatas. Pada fase ini, peserta diuji dalam hal penyampaian ide, pemahaman teknologi, serta kemampuan berpikir kritis.
Alin mengaku, tantangan utama terletak pada bagaimana menyusun gagasan yang relevan sekaligus menyampaikannya secara jelas dalam format video.
“Di self-recorded interview, saya harus menyampaikan ide secara runtut dan tetap percaya diri. Sementara di Gemini Challenge, kami dituntut cepat memahami masalah dan menawarkan solusi berbasis teknologi,” katanya.
Setelah seluruh tahapan dikumpulkan, peserta memasuki fase penilaian. Pada tahap ini, tidak ada lagi intervensi dari peserta selain menunggu hasil evaluasi dari tim seleksi. Alin menyebut fase tersebut sebagai momen paling menekan dalam keseluruhan proses.
“Di tahap penilaian, saya hanya bisa menunggu. Semua usaha sudah dilakukan, jadi rasanya cukup tegang karena tidak ada kepastian sampai pengumuman keluar,” ujarnya.
Hasil seleksi diumumkan pada awal April 2026. Nama Alin tercantum sebagai salah satu peserta yang lolos, menandai akhir dari rangkaian proses seleksi yang telah dijalaninya.
“Saat melihat hasilnya, saya sempat tidak percaya. Dari puluhan ribu pendaftar, bisa lolos tentu jadi pengalaman yang sangat berharga,” ucapnya.
Selama masa program yang berlangsung hingga Juli 2026, peserta GSA akan terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan komunitas dan literasi digital. Peran tersebut menjadi kelanjutan dari proses seleksi yang telah dilalui, sekaligus membuka ruang kontribusi mahasiswa dalam ekosistem teknologi di tingkat nasional.












