Pendidikan

Mahasiswa UBSI Karawang Tanamkan Nilai Pancasila Sejak Dini di SDN Nagasari VI

×

Mahasiswa UBSI Karawang Tanamkan Nilai Pancasila Sejak Dini di SDN Nagasari VI

Sebarkan artikel ini
Pancasila
Sumber Gambar: Mahasiswa UBSI Karawang
Pancasila
Sumber Gambar: Mahasiswa UBSI Karawang

Karawang, Karawanghitz — Kesadaran akan pentingnya nilai-nilai Pancasila kini semakin mendesak untuk ditanamkan sejak usia dini. Hal ini mendorong mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang untuk melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PBL) di SDN Nagasari VI Karawang Barat pada Rabu, 29 Oktober 2025.

Dengan mengusung tema “Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila Sejak Dini di Sekolah Dasar”, kegiatan ini diikuti oleh 40 siswa kelas 5 dan berlangsung selama dua jam pembelajaran. Kelompok mahasiswa yang terdiri atas Muhammad Ihsan Alfiansyah (ketua), serta Najwa Dinarjamilah, Nurul Najmia, Fahry Satriani Dedy, dan Muhammad Fauzi berperan aktif dalam menyampaikan materi dan membangun interaksi dengan siswa.

Menurut Ihsan, kegiatan ini berawal dari keprihatinan terhadap menurunnya pemahaman generasi muda mengenai makna Pancasila. “Banyak anak hanya menghafal lima sila tanpa memahami bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin menumbuhkan kembali kesadaran itu dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami,” ujarnya.

Pancasila dan Tantangan Moral di Era Modern

Kegiatan ini tidak semata memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Para mahasiswa UBSI berupaya mengingatkan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan pedoman moral yang harus diterapkan dalam setiap tindakan, baik di sekolah maupun di rumah.

Dalam penyampaiannya, mahasiswa menjelaskan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila dapat dilakukan melalui hal sederhana seperti berdoa sebelum belajar, memberi salam kepada guru, bersikap sopan, menghormati perbedaan, dan menghindari perundungan di sekolah.

“Melalui pembiasaan sikap-sikap sederhana itu, anak-anak belajar memahami makna sebenarnya dari Pancasila,” tutur Ihsan.

Metode pembelajaran dibuat interaktif dan menyenangkan. Mahasiswa menggunakan pendekatan yang dikombinasikan dengan ice breaking, permainan edukatif, kuis berhadiah, serta diskusi kelompok agar siswa terlibat secara aktif.

Metode Interaktif Mengajarkan Nilai Pancasila di Sekolah Dasar

Pendekatan yang digunakan para mahasiswa membuat suasana belajar menjadi hidup dan penuh antusiasme. Anak-anak tampak bersemangat menjawab pertanyaan dan menceritakan pengalaman mereka dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila.

Salah satu kegiatan yang paling diminati adalah sesi tanya jawab interaktif, di mana siswa yang berani menjawab pertanyaan diberikan apresiasi berupa hadiah kecil. Cara ini terbukti efektif menumbuhkan semangat belajar sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya mendengar penjelasan, tapi juga ikut berpikir dan berpendapat,” jelas Ihsan.

Selain memperkaya wawasan siswa, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa. Mereka belajar langsung bagaimana berinteraksi dengan anak-anak, menyampaikan materi edukatif, dan menghubungkan teori dengan praktik sosial di lapangan.

Apresiasi Sekolah terhadap Edukasi Nilai Pancasila

Kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Wali kelas 5C SDN Nagasari VI, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada mahasiswa UBSI Karawang.

“Terima kasih kepada mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika Karawang yang sudah memberikan pembelajaran dengan cara yang menarik. Anak-anak terlihat antusias dan memahami nilai-nilai Pancasila dengan lebih baik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh guru SDN Nagasari VI, yang menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pembentukan karakter siswa. “Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan di sekolah. Anak-anak perlu contoh nyata penerapan Pancasila agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang beretika dan menghargai perbedaan,” tuturnya.

Pancasila sebagai Pedoman Moral bagi Generasi Muda

Menjelang akhir kegiatan, mahasiswa dan para siswa berfoto bersama serta membuat konten edukatif bertema nilai-nilai Pancasila. Suasana hangat dan penuh keceriaan menjadi penutup kegiatan tersebut.

Sebagai kenang-kenangan, mahasiswa memberikan pensil bertuliskan “Tulis mimpimu dan wujudkan prestasi!” kepada para siswa sebagai simbol semangat dan motivasi belajar. Selain itu, mereka juga menyerahkan kue bolu kepada guru sebagai tanda terima kasih atas dukungan dan kerja sama pihak sekolah.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa bahwa nilai-nilai Pancasila bukan sekadar hafalan, tetapi pedoman hidup yang harus diamalkan dalam setiap tindakan.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, mahasiswa UBSI Karawang menunjukkan peran aktif mereka dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.

Pancasila menjadi dasar moral yang tidak lekang oleh waktu, bahkan semakin penting di era digital yang penuh tantangan. Mahasiswa UBSI menegaskan bahwa penerapan nilai Pancasila harus dimulai dari hal sederhana, dari ruang kelas, dan dari setiap anak bangsa.

Dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan cinta tanah air, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, beretika, serta siap menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa.