Pendidikan

Pembentukan Karakter dan Moralitas Generasi Muda Melalui Edukasi Nilai Pancasila di SDN Dukuhkarya II

×

Pembentukan Karakter dan Moralitas Generasi Muda Melalui Edukasi Nilai Pancasila di SDN Dukuhkarya II

Sebarkan artikel ini
Karakter
Sumber Gambar: Mahasiswa UBSI Karawang
Karakter
Sumber Gambar: Mahasiswa UBSI Karawang

Karawang, Karawanghitz — Upaya memperkuat nilai kebangsaan di lingkungan sekolah dasar mendapat dorongan baru melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang di SDN Dukuhkarya II, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, pada 31 Oktober 2025. Program bertema “Penanaman Nilai-Nilai Pancasila sebagai Upaya Pembentukan Karakter dan Moralitas Siswa Sekolah Dasar” ini digagas oleh tiga mahasiswa Program Studi Akuntansi: Jeslyn Kristina, Asya Payila, dan Nico Materazzi, di bawah bimbingan dosen pengampu Pendidikan Pancasila, Silvia Nanda Putri Erito, M.Pd.

Kegiatan tersebut hadir sebagai respons terhadap masih terbatasnya pemahaman siswa terhadap pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pengamatan mahasiswa, sejumlah perilaku siswa seperti kedisiplinan yang belum konsisten, kurangnya interaksi sosial yang harmonis, serta minimnya praktik gotong royong menjadi indikator bahwa pendidikan karakter perlu diperkuat melalui pendekatan kreatif dan relevan bagi anak usia sekolah dasar.

Dalam keterangannya, Jeslyn Kristina, selaku ketua pelaksana, menjelaskan bahwa penyampaian nilai moral dan kebangsaan harus dikemas secara dekat dengan pengalaman anak-anak. “Nilai-nilai Pancasila akan mudah tertanam jika disampaikan lewat aktivitas yang dekat dengan dunia mereka. Kami berharap siswa tidak hanya hafal isi Pancasila, tetapi benar-benar merasakan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Karakter dan Moralitas dalam Proses Pembelajaran

Untuk memastikan penyampaian materi berjalan efektif, tim PKM merancang rangkaian metode pembelajaran interaktif yang ramah anak dan mendorong partisipasi aktif. Kegiatan diawali dengan cerita interaktif bergambar, yang membantu siswa memahami makna setiap sila melalui ilustrasi visual dan cerita pendek yang menggambarkan kehidupan sehari-hari. Cerita tersebut memudahkan siswa mengenali konsep Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan secara sederhana.

Selanjutnya, siswa diajak mengikuti permainan edukatif bertema kerja sama, tanggung jawab, dan kejujuran. Lewat permainan kelompok, mereka belajar mengenai pentingnya gotong royong, menghargai teman, serta menyelesaikan tugas bersama. Permainan ini menjadi sesi yang paling banyak memicu antusiasme karena langsung melibatkan interaksi sosial dan tantangan yang menyenangkan bagi anak-anak.

Kegiatan juga dilengkapi diskusi ringan dan sesi tanya jawab untuk menggali pemahaman siswa terhadap situasi moral dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sesi ini, siswa diajak menyebutkan contoh konkret penerapan nilai Pancasila, baik di rumah maupun di sekolah. Untuk memperkuat pesan, tim memutar video inspiratif bertema toleransi, keberagaman, dan cinta tanah air.

Suasana pembelajaran berlangsung dinamis. Siswa terlihat aktif mengangkat tangan, saling berdiskusi, hingga mencoba menerapkan nilai-nilai yang baru dipelajari saat mengikuti permainan kelompok. “Pendekatan seperti ini sangat membantu anak-anak memahami nilai kebangsaan tanpa merasa digurui,” ujar salah satu guru SDN Dukuhkarya II yang turut mendampingi kegiatan.

Karakter dan Moralitas sebagai Dampak Kegiatan

Dukungan pihak sekolah turut memperkuat kelancaran kegiatan PKM ini. Sejumlah guru menyampaikan bahwa program tersebut melengkapi upaya pembentukan karakter yang sudah diterapkan di sekolah. Bentuk keberlanjutan juga dilakukan melalui penyerahan media edukasi berupa poster Pancasila dan alat bantu belajar lain yang dapat digunakan siswa dalam pembelajaran selanjutnya.

Nico Materazzi menuturkan bahwa kegiatan ini bukan hanya memberikan dampak bagi siswa, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi para mahasiswa. “Kami belajar bagaimana berkomunikasi dengan anak-anak, bekerja sama dalam tim, dan memahami kebutuhan masyarakat secara langsung,” ungkapnya.

Perubahan-perubahan kecil yang muncul selama kegiatan menjadi indikator keberhasilan pendekatan ini. Siswa terlihat lebih disiplin mengikuti instruksi, berani berpendapat ketika diskusi, hingga mampu menjelaskan contoh penerapan nilai Pancasila secara mandiri. Asya Payila menambahkan, “Kami senang melihat mereka mulai memahami bahwa nilai-nilai Pancasila bukan hanya teori, tetapi pedoman penting dalam hidup sehari-hari.”

Karakter dan Moralitas untuk Generasi Masa Depan

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UBSI Kampus Karawang menunjukkan bahwa kontribusi akademik dapat diarahkan untuk membangun karakter generasi muda. Pendekatan edukatif dan humanis yang dilakukan tidak hanya menguatkan pemahaman siswa mengenai nilai kebangsaan, tetapi juga mendorong terbentuknya perilaku yang lebih positif di lingkungan sekolah.

Kegiatan PKM ini menjadi langkah konkret dalam menanamkan nilai integritas, kerja sama, dan toleransi sejak dini. UBSI Kampus Karawang berharap kegiatan serupa dapat diperluas agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat, terutama di tingkat pendidikan dasar. Dengan semangat Pancasila sebagai fondasi, kegiatan ini menegaskan komitmen kampus dalam mempersiapkan generasi yang unggul, kreatif, dan adaptif menghadapi tantangan dunia kerja serta era digital yang terus berkembang.