Pendidikan

Muhammad Ridzki Nugraha Menorehkan Prestasi Inspiratif pada Wisuda UBSI dan Menginspirasi Generasi Muda Teknologi

×

Muhammad Ridzki Nugraha Menorehkan Prestasi Inspiratif pada Wisuda UBSI dan Menginspirasi Generasi Muda Teknologi

Sebarkan artikel ini
Ridzki
Sumber Gambar: UBSI
Ridzki
Sumber Gambar: UBSI

Karawang, Karawanghitz — Muhammad Ridzki Nugraha menjadi salah satu wisudawan yang paling menarik perhatian dalam rangkaian Wisuda Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif yang berlangsung di BSI Convention Center Bekasi, Jawa Barat, pada 30 November–5 Desember. Lulusan asal Karawang itu dinobatkan sebagai wisudawan terbaik setelah menempuh perjalanan akademik yang dimulai dari tempat sederhana: perpustakaan kampus. Gelar tersebut ia raih setelah melalui proses panjang yang mempertemukannya dengan berbagai kesempatan belajar, sertifikasi global, hingga karier profesional yang kini membawanya bekerja secara remote untuk perusahaan berbasis di Singapura.

Ridzki mengenang masa awal kuliahnya di UBSI kampus Karawang bukan melalui ruang kelas atau fasilitas gedung, melainkan lewat perpustakaan. Menurutnya, ruang sunyi tersebut menjadi tempat ia menemukan ritme belajar yang membentuk konsistensi.
“Itu ruang favorit saya selama kuliah. Tenang dan jujur dalam membentuk seseorang,” ujar Ridzki ketika ditemui seusai prosesi wisuda, Minggu (30/11).

Ia memilih Program Studi Sistem Informasi karena melihat perpaduan antara logika teknologi dan manajemen. Dua mata kuliah yang dianggapnya paling berpengaruh Web Programming dan Project Management memberikan dasar kokoh ketika ia mulai bekerja sebagai software engineer.

“Tidak ada kebingungan saat terjun ke industri. Semua sudah terlatih sejak di kampus,” tuturnya.

Transformasi Akademik Muhammad Ridzki Nugraha

Perjalanan kuliah Ridzki tidak selalu mulus. Ia sempat aktif di BEM UBSI kampus Karawang sebagai staf divisi komunikasi dan informasi selama enam bulan sebelum memutuskan mundur karena jadwal akademik dan organisasi yang tidak sejalan. Namun, keputusan itu justru membuka peluang baru yang mengubah arah pendidikannya.

Ridzki kemudian diterima di Program Bangkit Academy yang diinisiasi Google, Tokopedia, dan Traveloka dengan fokus cloud computing. Nilainya mendekati sempurna. Setelah itu, ia melanjutkan ke program AWS Restart dan berhasil meraih sertifikasi internasional. Peluang lain datang dari kelas Python Code in Place Stanford University, yang mempertemukannya dengan mahasiswa dari UCLA, Stanford, Harvard, dan Monash University. Ia bahkan sempat ditawari menjadi mentor sebelum memilih fokus pada magang di perusahaan yang kini mengangkatnya sebagai karyawan tetap.

Karier dan Ambisi Masa Depan Muhammad Ridzki Nugraha

Saat terpilih sebagai wisudawan terbaik UBSI kampus Karawang, Ridzki mengaku tidak pernah menargetkan gelar tersebut.

“Saya hanya melakukan yang perlu dilakukan setiap hari. Sisanya bonus,” ujarnya sambil tersenyum.

Kini, ia bekerja penuh waktu secara remote di sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di Singapura. Ke depan, ia berencana melanjutkan studi S2 dan menargetkan posisi sebagai senior software engineer. Ia juga membuka kemungkinan untuk melanjutkan pendidikan kembali di UBSI karena menilai biaya kuliahnya tetap relevan dan pengalaman belajar lebih ditentukan oleh pola belajar masing-masing mahasiswa.

Ia menekankan bahwa dunia teknologi bergerak cepat dan tidak dapat ditunggu hanya dari kurikulum formal.

“Industri berubah cepat. Mahasiswa harus mau menjemput ilmu sendiri,” katanya.

Ridzki menyampaikan pesan sederhana namun kuat untuk mahasiswa lain agar tetap konsisten dan percaya pada proses.

“Cintai apa yang kamu kerjakan. Lanjutkan yang sudah dimulai. Selesaikan dengan tanggung jawab,” ungkapnya.

Ia juga berharap lulusan UBSI mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Jangan panik menghadapi perubahan. Tetap belajar hal baru dan up to date seperti video TikTok yang terus bergerak,” pesannya.

Perjalanan akademik dan karier Muhammad Ridzki Nugraha menunjukkan bahwa mimpi besar dapat tumbuh dari tempat sederhana dari perpustakaan, kelas online gratis, hingga magang tanpa sorotan. Dari Karawang menuju Singapura, langkahnya menjadi pengingat bahwa konsistensi, ketekunan, dan keberanian menerima kesempatan sekecil apa pun mampu membuka jalan menuju dunia yang lebih luas. Kisahnya menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain bahwa keberhasilan bukan hanya tentang bakat, melainkan tentang komitmen untuk terus berkembang dan tidak berhenti belajar.