Pendidikan

Tomyum Kreatif Mahasiswa Warnai Entrepreneur Fair UBSI Karawang dengan Konsep Kuliner Interaktif

×

Tomyum Kreatif Mahasiswa Warnai Entrepreneur Fair UBSI Karawang dengan Konsep Kuliner Interaktif

Sebarkan artikel ini
Tomyum
Sumber Gambar: UBSI Karawang
Tomyum
Sumber Gambar: UBSI Karawang

Karawang, Karawanghitz — Semangat kewirausahaan mahasiswa tampak kuat dalam gelaran Entrepreneur Fair yang diselenggarakan UBSI Kampus Karawang pada 5 dan 7 Januari 2026. Kegiatan yang diprakarsai oleh BEC (BSI Entrepreneur Center) ini menjadi ruang aktualisasi ide bisnis mahasiswa, salah satunya melalui usaha kuliner bertajuk Tomyumtime yang mengusung konsep tomyum kekinian dengan pendekatan interaktif. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa kelas 19.1A.14 Kelompok 4 sebagai pelaku usaha, didampingi langsung oleh tim BEC UBSI Karawang, dan bertujuan menumbuhkan jiwa wirausaha yang adaptif terhadap tren pasar global.

Sejak pagi, area Entrepreneur Fair dipadati pengunjung dari kalangan mahasiswa dan sivitas akademika. Stan Tomyumtime terlihat mencuri perhatian berkat aroma khas rempah Thailand dan konsep penyajian yang berbeda dari kebanyakan usaha kuliner mahasiswa. Tidak sekadar menjual produk, kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran praktik kewirausahaan yang menekankan proses perencanaan, eksekusi, hingga evaluasi usaha secara nyata.

Tomyum sebagai Representasi Tren Kuliner Global

Pemilihan sebagai produk utama bukan tanpa alasan. Menurut para mahasiswa pengelola, kuliner Thailand tengah mengalami lonjakan popularitas di kalangan anak muda Indonesia. Hal tersebut menjadi peluang yang coba ditangkap melalui Tomyumtime dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan personal.

“Tomyum saat ini sedang booming, terutama di kalangan mahasiswa. Kami melihat peluang itu dan mencoba menghadirkan konsep yang lebih dekat dengan selera konsumen, tanpa menghilangkan cita rasa autentiknya,” ujar Dannish Azizah Dinda Putri, perwakilan Kelompok 4, saat ditemui di sela kegiatan.

Konsep yang ditawarkan Tomyumtime juga memiliki nilai tambah melalui sistem pilihan topping atau metode prasmanan. Pengunjung dapat menyesuaikan isi tomyum sesuai preferensi masing-masing, mulai dari jenis protein hingga tingkat kepedasan, sehingga pengalaman menikmati kuliner menjadi lebih personal dan interaktif.

Tomyumtime dan Proses Belajar Berwirausaha

Entrepreneur Fair UBSI Karawang tidak hanya berfungsi sebagai ajang pameran, tetapi juga sebagai laboratorium bisnis bagi mahasiswa. Seluruh proses usaha, mulai dari riset pasar, penentuan harga, hingga strategi pelayanan, dijalankan langsung oleh mahasiswa dengan pendampingan BEC.

Surtika Ayumida, M.Kom., staf BEC UBSI Kampus Karawang, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk melatih keberanian mahasiswa dalam mengambil keputusan bisnis. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori kewirausahaan, tetapi juga merasakan dinamika usaha secara langsung. Dari sini mereka belajar membaca pasar, berinteraksi dengan konsumen, dan mengevaluasi produk,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Muhammad Ihsan Alfiansyah, anggota kelompok, yang menilai kegiatan ini memberi pengalaman berharga. “Kami belajar bekerja dalam tim, mengatur operasional, dan menghadapi konsumen dengan karakter yang berbeda. Ini pengalaman yang tidak kami dapatkan hanya dari ruang kelas,” katanya.

Tomyum sebagai Media Edukasi dan Harapan Keberlanjutan

Selain memberikan manfaat bagi mahasiswa, kegiatan ini juga memberi nilai tambah bagi pengunjung sebagai konsumen. Mereka tidak hanya menikmati sajian kuliner, tetapi juga menyaksikan langsung proses kreatif dan inovasi yang dilakukan generasi muda dalam membangun usaha.

Kelompok Tomyumtime menyampaikan harapan agar usaha yang dirintis tidak berhenti di ajang Entrepreneur Fair. “Kami berharap Tomyumtime bisa terus berjalan, bahkan berkembang. Ke depan, kami ingin mendapatkan sponsor agar usaha ini bisa naik kelas,” ujar Nurul Najmia, anggota kelompok lainnya.

Harapan tersebut mencerminkan tujuan besar dari Entrepreneur Fair, yakni melahirkan embrio usaha yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk berpikir jangka panjang dan melihat kewirausahaan sebagai pilihan karier yang realistis.