Pendidikan

Workshop Bedah 9 Unit Kompetensi Pemrograman Hadirkan Pembelajaran Mendalam dan Strategis untuk Calon Programmer Profesional

×

Workshop Bedah 9 Unit Kompetensi Pemrograman Hadirkan Pembelajaran Mendalam dan Strategis untuk Calon Programmer Profesional

Sebarkan artikel ini
Workshop
Sumber Gambar: HIMASI UBSI Karawang
Workshop
Sumber Gambar: HIMASI UBSI Karawang

Karawang, Karawanghitz — Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASI) UBSI Kampus Karawang sukses menggelar Workshop Bedah 9 Unit Kompetensi Pemrograman pada Sabtu, 15 November 2025, di Aula UBSI Karawang. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB ini menghadirkan Abdussomad, M.Kom sebagai narasumber utam.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa/i Semester 5 Program Studi Sistem Informasi yang menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang sesi. Acara ini menjadi bagian penting dari persiapan intensif menghadapi sertifikasi kompetensi programmer yang semakin dibutuhkan di era digital.

Sebagai pembuka, panitia menyampaikan bahwa workshop ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai sembilan unit kompetensi yang menjadi standar sertifikasi. Peserta tidak hanya mempelajari aspek teknis, tetapi juga memahami bagaimana setiap unit kompetensi dinilai, disusun, dan harus dipenuhi melalui proyek akhir atau portofolio mereka.

Memasuki sesi inti, Abdussomad, M.Kom selaku Kepala Program Studi Sistem Informasi UBSI PSDKU Karawang menyampaikan materi dengan pendekatan teknis dan praktis. Ia menekankan bahwa kompetensi pemrograman tidak hanya dinilai dari teori, tetapi dari kemampuan mahasiswa menunjukkan bukti kerja nyata.

“Peserta harus mampu menyajikan proyek yang bersih, terdokumentasi, dan relevan dengan ruang lingkup kompetensi. Kelengkapan dokumen ini menjadi faktor penting dalam penilaian sertifikasi, bukan sekadar pelengkap,” ujarnya (15/11).

Dalam penjelasannya, Abdussomad juga mengurai strategi penyusunan dokumentasi proyek yang sesuai standar asesmen. Mulai dari penyusunan flowchart, perancangan basis data, hingga pembuatan laporan teknis yang mendukung proses pembuktian kompetensi. Menurutnya, kecermatan mahasiswa pada aspek administratif sering kali menentukan keberhasilan dalam uji kompetensi.

“Tujuan kita bukan hanya lulus uji, tetapi menjadi profesional yang siap bekerja, mampu menunjukkan skill dengan bukti yang terukur, dan memiliki daya saing di pasar kerja digital,” tambahnya.

Workshop Tingkatkan Kesiapan Sertifikasi Kompetensi

Workshop ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HIMASI dalam memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning). Program tersebut telah diadopsi secara konsisten di UBSI Kampus Karawang untuk menjawab kebutuhan industri yang menuntut lulusan mampu menghasilkan solusi nyata, bukan hanya memahami teori.

Industri lokal di Karawang yang berkembang pesat, khususnya di sektor manufaktur digital dan teknologi informasi, menjadi salah satu alasan kuat mengapa sertifikasi kompetensi begitu relevan bagi mahasiswa.

Sepanjang workshop, peserta juga diberikan ruang untuk bertanya, mendiskusikan masalah proyek yang sedang mereka kerjakan, dan mendapatkan umpan balik langsung dari narasumber. Suasana dialogis ini menciptakan pengalaman belajar yang lebih humanis dan mendalam. Salah seorang peserta mengungkapkan pengalamannya,

“Penjelasan yang detail membantu kami memahami apa saja yang harus disiapkan agar tidak salah langkah saat asesmen. Penekanan pada dokumentasi benar-benar membuka wawasan saya tentang proses sertifikasi.”

Selain itu, panitia HIMASI turut memperkenalkan rencana pembinaan lanjutan berupa study group yang dapat diikuti mahasiswa sesuai kebutuhan masing-masing. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan kontinuitas pembelajaran agar peserta tidak hanya sekali mengikuti workshop, tetapi konsisten mengembangkan proyek sampai benar-benar siap untuk diuji.

Dengan berakhirnya kegiatan, HIMASI menyampaikan harapan agar mahasiswa kini memiliki peta jalan yang lebih jelas untuk menyelesaikan proyek akhir, melengkapi dokumen persyaratan, dan bersiap menghadapi uji sertifikasi kompetensi dalam waktu dekat. Sertifikasi dipandang bukan sekadar pengakuan formal, tetapi bukti kapabilitas yang dapat membuka peluang karier lebih luas di dunia industri.

Sebagai penutup, kegiatan ini kembali menegaskan peran UBSI Kampus Karawang dalam mendukung mahasiswa menjadi generasi muda yang unggul, kreatif, dan siap menghadapi tantangan digital.

Melalui pembelajaran berbasis praktik dan kegiatan edukatif seperti workshop ini, kampus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang relevan, inspiratif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan semangat berproses yang terus ditanamkan, mahasiswa diharapkan mampu menjadi talenta digital yang kompeten dan siap berkontribusi bagi masyarakat luas.