
Karawang, Karawanghitz — Gelombang transformasi digital yang kian cepat mendorong kebutuhan akan literasi teknologi di kalangan pelajar. Menjawab tantangan tersebut, sebuah Workshop Digital Kreatif berfokus pada pengenalan Kecerdasan Buatan (AI) sukses diselenggarakan pada Jumat, 7 November 2025, di SMK Industri Mandiri Karawang. Kegiatan yang menghadirkan Hasan Basri, M.Kom., Partner of DICO, serta dipandu oleh Walim, M.Kom., ini menjadi wadah penting bagi siswa untuk memahami teknologi yang kini menjadi fondasi utama berbagai sektor industri.
Workshop ini digelar sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan akan talenta digital yang mampu beradaptasi dengan perubahan cepat, khususnya di Karawang yang dikenal sebagai kawasan industri manufaktur besar di Indonesia. Para peserta tidak hanya diperkenalkan pada konsep dasar AI, tetapi juga diarahkan untuk melihat potensi mereka sebagai calon inovator di masa depan, bukan sekadar pengguna teknologi.
Workshop yang Menjawab Tantangan Industri 4.0
Dalam penyampaian materinya, Hasan Basri menegaskan pentingnya penguasaan AI sejak dini di lingkungan pendidikan. Menurutnya, teknologi bukan lagi sekadar alat bantu, tetapi merupakan elemen utama dalam berbagai proses industri modern.
“AI akan menjadi kemampuan dasar yang harus dimiliki generasi muda. Memahami cara kerja dan logikanya adalah langkah pertama untuk menjadi kreator teknologi, bukan hanya konsumen,” ucapnya (7/11).
Workshop berlangsung dengan metode interaktif yang melibatkan penjelasan konsep dasar machine learning hingga deep learning, simulasi sederhana cara kerja algoritma, serta diskusi mengenai pemanfaatan AI di berbagai sektor. Pendekatan ini membuat siswa lebih mudah memahami bahwa AI bukan sesuatu yang jauh dan rumit, tetapi teknologi yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan kritis yang disampaikan, mulai dari bagaimana AI membaca pola data, hingga bagaimana teknologi tersebut mempengaruhi dunia kerja. Respons aktif ini menunjukkan bahwa siswa Karawang memiliki keinginan kuat untuk menggali lebih dalam dan menyiapkan diri menghadapi perkembangan teknologi.
Workshop dan Penanaman Etika Digital
Selain aspek teknis, workshop ini menempatkan etika digital sebagai materi utama yang tidak dapat dipisahkan dari pemanfaatan teknologi. Para siswa diajak memahami pentingnya keamanan data, keaslian karya, hingga batasan moral dalam menggunakan kecerdasan buatan.
Walim, M.Kom., selaku host, menekankan bahwa literasi etika sangat penting di tengah derasnya penggunaan AI. “Kemampuan digital saja tidak cukup. Generasi muda harus mampu menggunakan teknologi dengan tanggung jawab, agar dampaknya tetap positif dan tidak disalahgunakan,” tuturnya.
Penjelasan ini memberi perspektif lebih luas kepada peserta bahwa kecerdasan buatan tidak hanya soal kecanggihan, tetapi tentang bagaimana teknologi tersebut dikelola dengan bijak.
Materi etika digital ini mendapat apresiasi dari peserta yang menyadari bahwa kemampuan teknis harus diimbangi dengan nilai moral. Banyak dari mereka mengaku baru memahami bahwa penggunaan AI memiliki tanggung jawab sosial yang besar, terutama terkait keamanan informasi dan integritas data.
Workshop yang Mengubah Pola Pikir Generasi Z Karawang
Dampak terbesar dari kegiatan ini terlihat dari perubahan cara pandang para siswa terhadap teknologi. Jika sebelumnya AI hanya dikenal sebagai fitur ponsel atau algoritma media sosial, kini mereka melihatnya sebagai bidang keilmuan yang menjanjikan peluang besar. Semangat untuk mempelajari teknologi ini semakin terlihat ketika banyak peserta berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan lebih sering.
Hasan Basri juga menyampaikan harapannya kepada para siswa. “Saya percaya generasi Karawang memiliki potensi besar. Jika semangat ini dijaga, mereka bisa menjadi talenta digital yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” katanya. Ucapan ini menjadi dorongan moral bagi peserta untuk terus mengembangkan kemampuan mereka.
Workshop dan Masa Depan Pendidikan Digital di Karawang
Keberhasilan workshop ini menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis praktik dan relevansi industri mampu meningkatkan minat siswa terhadap teknologi baru. Namun, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa literasi digital memerlukan kesinambungan. Integrasi materi AI dalam kurikulum, pelatihan pendidik, serta dukungan fasilitas menjadi langkah penting agar semangat para siswa tidak hanya sesaat.
Pada akhirnya, kegiatan ini mencerminkan komitmen UBSI Kampus Karawang dalam memperluas akses literasi digital dan mendukung lahirnya generasi muda yang unggul, kreatif, dan siap menghadapi tantangan industri digital. Dengan dorongan yang terus menerus, spirit inovasi yang terlihat dalam workshop ini dapat menjadi fondasi kuat bagi perkembangan talenta digital Karawang di masa depan.












