Karawanghitz, Karawang — Program Studi Sistem Informasi Kampus Kabupaten Karawang menggelar Workshop Vibe Coding untuk Membangun Aplikasi Modern bagi para dosen, Selasa, 8 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di ruang Laboratorium Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kabupaten Karawang tersebut digelar untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dosen dalam memanfaatkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan perangkat lunak.
Workshop menghadirkan Alif Rizqi Mulyawan, Dosen Program Studi Sistem Informasi Karawang, sebagai pemateri. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan konsep Vibe Coding serta penggunaan Antigravity IDE yang didukung teknologi Agentic AI untuk membangun aplikasi modern.
Materi tidak hanya membahas perkembangan AI secara teoritis, tetapi juga diarahkan pada penerapannya dalam proses pengembangan aplikasi. Peserta mendapatkan gambaran mengenai cara memanfaatkan Agentic AI untuk membantu sejumlah tahapan pengembangan, mulai dari menerjemahkan kebutuhan pengguna, menghasilkan kode program, hingga melakukan penyempurnaan terhadap aplikasi yang dibuat.
Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang
Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam workshop karena perkembangan AI telah memengaruhi cara perangkat lunak dikembangkan. Melalui Vibe Coding, peserta diajak memahami bagaimana interaksi dengan teknologi AI dapat digunakan untuk membantu mempercepat proses pembuatan aplikasi tanpa mengesampingkan kebutuhan dan tujuan dari produk yang dikembangkan.
Kepala Program Studi Sistem Informasi, Abdussomad, mengatakan perkembangan teknologi AI perlu diikuti oleh sivitas akademika, terutama dosen. Menurutnya, pemahaman terhadap teknologi tersebut diperlukan agar AI dapat dimanfaatkan secara tepat dalam kegiatan akademik maupun pengabdian kepada masyarakat.
“Perkembangan AI perlu diikuti oleh dosen agar pemanfaatannya tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi dapat diterapkan untuk menghasilkan solusi digital yang relevan dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Abdussomad.
Selain memperoleh materi, peserta juga mengikuti praktik penggunaan Antigravity IDE dan Agentic AI yang dipandu langsung oleh Alif Rizqi Mulyawan. Praktik tersebut memberikan kesempatan kepada dosen untuk melihat alur pengembangan aplikasi dengan pendekatan Vibe Coding, termasuk bagaimana AI dapat membantu proses pengerjaan secara lebih efektif.
Alif menjelaskan bahwa pemanfaatan Agentic AI dapat memberikan dukungan pada berbagai tahapan pembuatan aplikasi. Dengan memahami cara kerja teknologi tersebut, dosen memiliki peluang untuk mengembangkan produk digital yang lebih sesuai dengan kebutuhan dalam kegiatan pendidikan maupun pengabdian kepada masyarakat.
Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’
Workshop ini juga berkaitan dengan upaya Program Studi Sistem Informasi untuk meningkatkan luaran kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Teknologi yang diperkenalkan diharapkan dapat digunakan dosen untuk menghasilkan produk yang lebih konkret, terutama aplikasi yang dapat menjawab kebutuhan atau persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dengan demikian, hasil kegiatan PkM tidak hanya berupa penyampaian pengetahuan kepada peserta, tetapi juga dapat berkembang menjadi solusi digital yang bisa digunakan secara langsung. Pemanfaatan AI menjadi salah satu pendekatan yang diperkenalkan untuk mendukung proses tersebut.
Melalui kegiatan yang berlangsung pada Selasa tersebut, Program Studi Sistem Informasi Kampus Kabupaten Karawang mendorong dosen untuk terus meningkatkan kemampuan dalam mengikuti perkembangan teknologi. Implementasi Vibe Coding, Antigravity IDE, dan Agentic AI selanjutnya diharapkan dapat mendukung pengembangan aplikasi yang relevan serta memperkuat luaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.












