Pendidikan

Implementasi Teknologi Artificial Intelligence Dorong Literasi Digital di PKBM Nurul Furqon

×

Implementasi Teknologi Artificial Intelligence Dorong Literasi Digital di PKBM Nurul Furqon

Sebarkan artikel ini
Teknologi
Sumber Gambar: UBSI Cikampek
Teknologi
Sumber Gambar: UBSI

Karawang, Karawanghitz — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Implementasi Teknologi Artificial Intelligence dalam Meningkatkan Literasi Digital dan Inovasi Pembelajaran bagi Siswa PKBM Nurul Furqon”. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 18 Oktober 2025, pukul 08.00–12.00 WIB, di Aula PKBM Nurul Furqon, Jalan Mashudi, Dusun Cariu Barat RT 002 RW 003, Desa Pangulah Utara, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang.

Kegiatan ini menghadirkan Salman Alfarizi, M.Kom, dosen Program Studi Sistem Informasi UBSI, sebagai narasumber utama. Sangat antusias sekali siswa siswi PKBM Nurul Furqon mengikuti acara yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman dasar tentang Artificial Intelligence (AI) dan penerapannya dalam proses pembelajaran.

Salman menyatakan bahwa pemahaman terhadap AI merupakan bagian penting dari literasi digital. “Literasi digital tidak sekadar mampu menggunakan perangkat. Siswa perlu memahami prinsip dasar teknologi, termasuk bagaimana AI bekerja dan bagaimana memanfaatkannya secara etis dalam pembelajaran,” ujarnya.

Materi yang disampaikan mencakup pengenalan konsep AI, contoh aplikasi AI dalam pendidikan seperti chatbot edukatif, sistem rekomendasi materi, serta alat bantu penulisan dan pengolahan suara. Selain paparan teori, kegiatan juga menyertakan sesi praktik sederhana sehingga peserta dapat langsung mencoba fitur yang didukung AI untuk memperkaya pembelajaran mandiri.

Praktik interaktif meliputi demonstrasi pembuatan ringkasan otomatis, penggunaan asisten digital untuk memperbaiki tata bahasa, dan pengenalan alat desain berbasis AI yang memudahkan pembuatan materi visual. Pendekatan praktik ini bertujuan membekali siswa PKBM dengan keterampilan dasar yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran kontemporer.

Kepala PKBM Nurul Furqon menyambut baik inisiatif UBSI tersebut. Ia menekankan bahwa akses ke literasi digital menjadi modal penting bagi peserta didik nonformal agar memiliki kepercayaan diri dan kemampuan bersaing di era digital. “Program seperti ini membantu kami menjembatani kesenjangan akses pendidikan teknologi di lingkungan kami,” katanya.

Peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Salah satu siswa menyebutkan bahwa sesi praktik membuatnya lebih mudah memahami manfaat AI: “Saya kaget karena AI ternyata bisa membantu membuat ringkasan pelajaran dan memberi ide ketika kita stuck,” ungkapnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi wujud nyata kontribusi UBSI dalam pemerataan pendidikan teknologi, terutama di lembaga nonformal seperti PKBM. UBSI berharap program serupa dapat diperluas ke daerah lain sehingga lebih banyak pelajar mendapatkan bekal literasi digital dan keterampilan praktis.

Dengan sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan nonformal, diharapkan lahir inovasi pembelajaran yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. UBSI berkomitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui pengabdian yang berkelanjutan.