
Karawang, Karawanghitz — Program Studi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Kampus Kabupaten Karawang kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif dan kompeten melalui kegiatan Pembekalan Sertifikasi Teknisi Akuntansi Madya. Kegiatan yang digelar pada Senin, 5 Januari 2026 tersebut merupakan hasil kerja sama strategis dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Bina Sarana Informatika, dan diikuti oleh 124 mahasiswa semester V. Pembekalan ini menjadi bagian penting dalam upaya memastikan lulusan memiliki pengakuan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang kian terdigitalisasi.
Kegiatan ini mengusung tema Penguatan Kompetensi Teknisi Akuntansi Madya Menuju Profesionalisme di Era Transformasi Digital. Sejak awal, acara dirancang tidak sekadar sebagai pengantar menuju uji sertifikasi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang menekankan integrasi antara pengetahuan akuntansi dan pemanfaatan teknologi informasi. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan memahami konteks perubahan profesi akuntansi yang kini semakin dipengaruhi oleh sistem digital, otomatisasi, dan pengelolaan data berbasis teknologi.
Sertifikasi sebagai Fondasi Profesionalisme Akuntansi
Ketua Program Studi SIA Kampus Kota Surakarta, Dr. Candra Agustina, M.Kom., dalam sambutan pembukanya menegaskan bahwa sertifikasi profesi memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan dunia industri terhadap lulusan perguruan tinggi. Menurutnya, persaingan kerja tidak lagi hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga oleh bukti kompetensi yang terstandar secara nasional.
“Sertifikat kompetensi ini bukan sekadar dokumen pelengkap, melainkan bukti pengakuan bahwa keahlian teknis dan pengetahuan teoritis mahasiswa telah memenuhi standar nasional. Ini adalah modal berharga untuk bersaing di tengah derasnya transformasi digital sektor akuntansi dan keuangan,” ujar Candra di hadapan peserta (5/1).
Ia menambahkan bahwa pembekalan semacam ini menjadi jembatan penting antara proses pembelajaran di kelas dengan tuntutan profesional di lapangan. Dengan demikian, mahasiswa dapat lebih siap menghadapi ekspektasi industri sejak dini.
Sertifikasi Teknisi Akuntansi Madya dan Tantangan Digital
Materi pembekalan disampaikan secara komprehensif oleh Rifky Permana, M.Kom., yang bertindak sebagai narasumber utama. Ia memaparkan bagaimana peran teknisi akuntansi madya mengalami pergeseran signifikan seiring berkembangnya teknologi digital di sektor keuangan dan bisnis. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami siklus akuntansi secara konvensional, tetapi juga mampu mengoperasikan sistem akuntansi berbasis digital.
“Transformasi digital menuntut para calon profesional akuntansi tidak hanya mahir membaca angka, tetapi juga menguasai tools akuntansi digital, memahami proses otomatisasi, dan mampu mengelola data finansial dalam platform berbasis cloud. Kompetensi inilah yang akan kami asah bersama melalui pembekalan ini,” jelas Rifky.
Materi yang diberikan mencakup integrasi prinsip akuntansi dengan sistem informasi, analisis laporan keuangan berbasis aplikasi, serta pemahaman mengenai kepatuhan dan keamanan data digital. Seluruh materi dirancang selaras dengan skema sertifikasi Teknisi Akuntansi Madya yang berlaku secara nasional.
Sertifikasi sebagai Jembatan Dunia Akademik dan Profesi
Acara yang dimoderatori oleh Lila Dini Utami, M.Kom., berlangsung interaktif dan partisipatif. Diskusi dua arah serta simulasi kasus membuat suasana pembekalan lebih hidup, sekaligus memberi gambaran nyata mengenai tantangan yang akan dihadapi peserta dalam uji sertifikasi maupun dunia kerja. Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan dan keterlibatan aktif selama sesi berlangsung.
Menurut Lila, pendekatan interaktif menjadi kunci agar mahasiswa tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya secara praktis. “Pembekalan ini kami rancang agar mahasiswa benar-benar siap, baik secara mental maupun kompetensi, sebelum mengikuti sertifikasi resmi,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Prodi SIA Kampus Kabupaten Karawang menegaskan perannya dalam mendorong lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki pengakuan profesional yang sahih. Ke depan, kolaborasi dengan LSP dan pemangku kepentingan industri akan terus diperkuat guna memperluas akses sertifikasi dan meningkatkan kualitas lulusan. Langkah ini diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia kerja, sekaligus memperkuat peran UBSI Kampus Karawang sebagai institusi pendidikan yang responsif terhadap perubahan zaman.












