Karawanghitz, Karawang — Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Karawang menggelar kegiatan edukasi bertema “Menumbuhkan Cinta Tanah Air Melalui Pengenalan Budaya dan Identitas Nasional” di SDN Kondangjaya 3, Kabupaten Karawang, pada Selasa (12/5/2026). Kegiatan yang ditujukan bagi siswa kelas IV tersebut bertujuan mengenalkan keberagaman budaya Indonesia sekaligus menanamkan pemahaman mengenai identitas nasional sejak usia dini.
Program edukasi ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa yang terdiri atas Aing Mulyana, Rafi Ahmad Basayev, Muzaki Aditya Wibowo, Moch. Jorotul Ilyas Padilah, Aulia Zahra Ramadani, Najwa Dinarjamilah, dan Najwatul Ma’wa. Melalui berbagai sesi pembelajaran dan permainan edukatif, para siswa diajak memahami kekayaan budaya Indonesia serta pentingnya menjaga persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan dimulai pada pukul 13.00 WIB dengan sesi pembukaan yang dipandu oleh Aing Mulyana. Setelah itu, peserta menerima materi mengenai keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia oleh mahasiswa, mulai dari suku bangsa, bahasa daerah, rumah adat, pakaian adat, hingga berbagai tradisi yang berkembang di berbagai wilayah Nusantara.
Baca juga: Menbud Dorong Repatriasi Benda Budaya Indonesia dari Koleksi Kerajaan Belanda
Dalam pemaparannya, Aing menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman budaya yang luas dan menjadi bagian penting dari identitas bangsa. Menurutnya, pengenalan budaya kepada anak-anak perlu dilakukan sejak dini agar mereka memahami nilai keberagaman yang ada di lingkungan masyarakat.
“Mengenal budaya Indonesia sejak usia sekolah penting agar siswa memiliki rasa bangga terhadap bangsanya sendiri serta memahami bahwa perbedaan merupakan bagian dari kekayaan yang perlu dihargai bersama,” ujar Aing.
Materi berikutnya disampaikan oleh mahasiswa Aulia Zahra Ramadani yang membahas identitas nasional dan nilai-nilai kebangsaan. Dalam sesi tersebut, siswa diperkenalkan pada berbagai simbol negara, seperti bendera Merah Putih, Garuda Pancasila, bahasa Indonesia, serta nilai persatuan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Aulia menjelaskan bahwa identitas nasional memiliki peran penting dalam memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang budaya, bahasa, dan tradisi yang beragam. Melalui pemahaman tersebut, siswa diharapkan mampu menghargai perbedaan dan menjaga kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk menjaga suasana pembelajaran tetap menarik, panitia menyisipkan sesi ice breaking yang melibatkan seluruh peserta. Berbagai permainan edukatif yang berkaitan dengan materi budaya dan kebangsaan membuat suasana kelas menjadi lebih aktif. Siswa terlihat antusias mengikuti setiap aktivitas yang diberikan oleh tim mahasiswa.
Memasuki sesi selanjutnya, Najwatul Ma’wa menyampaikan materi mengenai peran generasi muda dalam menjaga dan melestarikan budaya bangsa. Ia menjelaskan bahwa pelestarian budaya tidak selalu dilakukan melalui kegiatan besar, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak merupakan generasi penerus yang akan menjaga warisan budaya Indonesia. Dengan mengenal budaya dan identitas nasional sejak sekarang, mereka dapat ikut berperan dalam melestarikannya di masa mendatang,” kata Najwatul.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh Najwatul Ma’wa, Aulia Zahra Ramadani, dan Rafi Ahmad Basayev. Pada sesi ini, siswa diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan mengenai budaya daerah, simbol-simbol negara, serta cara menjaga persatuan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Sejumlah siswa menunjukkan ketertarikan terhadap keberagaman budaya yang ada di Indonesia dan ingin mengetahui lebih banyak mengenai tradisi yang berkembang di berbagai daerah.
Salah seorang siswa kelas IV mengaku memperoleh pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa dirinya baru mengetahui Indonesia memiliki banyak suku dan budaya yang berbeda, namun seluruhnya merupakan bagian dari kekayaan bangsa yang harus dihormati.
Berdasarkan hasil kegiatan, para siswa memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai keberagaman budaya serta pentingnya identitas nasional sebagai perekat persatuan. Melalui materi yang disampaikan oleh mahasiswa, peserta juga diajak memahami bahwa perbedaan bukan menjadi alasan untuk terpecah, melainkan bagian dari kekayaan yang perlu dijaga bersama.
Kegiatan ditutup pada pukul 15.05 WIB dengan sesi dokumentasi bersama yang melibatkan seluruh peserta dan tim pelaksana. Melalui program edukasi ini, mahasiswa UBSI Karawang berharap nilai-nilai cinta tanah air, penghargaan terhadap keberagaman, serta semangat menjaga budaya Indonesia dapat terus tumbuh di kalangan pelajar sejak usia sekolah dasar.












