PendidikanNews

Devita, Alumni UBSI Cikarang Lolos OJT Perhotelan di Malaysia

×

Devita, Alumni UBSI Cikarang Lolos OJT Perhotelan di Malaysia

Sebarkan artikel ini
Devita

Karawanghitz, Bekasi — Kegagalan tidak selalu menjadi akhir dari sebuah perjalanan. Hal itu dibuktikan oleh Devita Anjeliany Dewi, alumni Program Studi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cikarang angkatan 2024, yang berhasil lolos mengikuti On Job Training (OJT) sebagai waiter di The Light Hotel Penang, Malaysia, setelah melalui beberapa kali proses seleksi dan dua kegagalan sebelumnya.

Kesempatan tersebut diperoleh Devita melalui Netjes Hotel Program, sebuah program pelatihan dan penempatan kerja di industri perhotelan yang telah beroperasi selama lebih dari 15 tahun. Program ini membuka peluang bagi peserta untuk mendapatkan pengalaman kerja profesional di sektor hospitality, termasuk di luar negeri.

Perjalanan Devita menuju Malaysia tidak berlangsung secara instan. Ia mengaku awalnya tidak pernah membayangkan akan bekerja di luar negeri ketika masih menjalani perkuliahan. Namun keinginannya untuk mencari pengalaman baru membuatnya tertarik mencoba berbagai peluang yang tersedia.

Baca juga: Kemehaj Peringatkan Jemaah Tak Lupa Paspor dan Dokumen Penting Saat Pulang ke Indonesia

Devita mengenal Netjes Hotel Program melalui rekomendasi teman ibunya. Setelah mencari informasi lebih lanjut mengenai program tersebut, ia memutuskan untuk mengikuti proses seleksi karena melihat kesempatan untuk mengembangkan keterampilan sekaligus memperluas pengalaman kerja di lingkungan internasional.

“Sejak kuliah saya belum pernah membayangkan bisa bekerja di luar negeri. Namun saya selalu tertarik mencoba hal-hal baru dan ingin mendapatkan pengalaman yang lebih luas. Saat mengetahui program ini, saya merasa sayang jika kesempatan tersebut tidak dicoba,” ujar Devita saat diwawancarai melalui pesan WhatsApp pada Selasa (23/6).

Dalam proses seleksi, peserta diwajibkan melewati beberapa tahapan, mulai dari seleksi administrasi, seleksi oleh pihak agensi, hingga wawancara berbahasa Inggris dengan pihak hotel. Bagi Devita, tahapan tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama saat menghadapi sesi wawancara.

Ia mengungkapkan bahwa rasa gugup menjadi hambatan terbesar selama mengikuti proses seleksi. Bahkan sebelum diterima di Malaysia, dirinya sempat gagal sebanyak dua kali pada kesempatan sebelumnya.

“Tantangan terbesar bagi saya adalah mengatasi rasa gugup ketika wawancara. Sebelum akhirnya diterima, saya pernah gagal dua kali. Tentu ada rasa kecewa, tetapi saya mencoba belajar dari setiap pengalaman dan memperbaiki kekurangan yang ada,” katanya.

Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada kesempatan berikutnya, Devita dinyatakan lolos dan berhak mengikuti program OJT di Malaysia. Kabar tersebut menjadi momen yang berkesan setelah melalui serangkaian proses yang cukup panjang.

Menurutnya, perasaan yang muncul saat menerima pengumuman kelulusan bercampur antara rasa syukur, bangga, dan bahagia. Ia menilai kesempatan tersebut sebagai langkah penting dalam perjalanan karier yang sedang dibangunnya.

Dukungan keluarga juga menjadi faktor yang tidak terpisahkan dari pencapaiannya. Meski harus bekerja jauh dari rumah dan berada di negara lain, orang tuanya tetap memberikan dukungan penuh.

“Orang tua saya merasa senang dan bangga. Walaupun ada rasa khawatir karena jarak yang jauh, mereka tetap memberikan dukungan dan semangat agar saya dapat menjalani kesempatan ini dengan baik,” ungkapnya.

Devita juga menilai pengalaman selama menempuh pendidikan di UBSI Kampus Cikarang turut membantu mempersiapkan dirinya menghadapi dunia kerja. Selain memperoleh pengetahuan akademik, ia mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan rasa percaya diri melalui berbagai aktivitas kampus, termasuk organisasi kemahasiswaan.

“Selama kuliah saya tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga pengalaman yang membuat saya lebih siap menghadapi dunia kerja dan lebih berani mengambil peluang baru,” ujarnya.

Menjelang keberangkatannya ke Malaysia, Devita membagikan pesan kepada mahasiswa yang masih menempuh pendidikan. Ia mengajak generasi muda untuk tidak takut mencoba kesempatan baru dan tidak menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk berhenti berkembang.

“Jangan takut mencoba dan jangan langsung menyerah ketika gagal. Terus belajar dari pengalaman, tetap berkembang, dan berani keluar dari zona nyaman. Kita tidak pernah tahu dari mana peluang baik akan datang,” pesannya.

Keberhasilan Devita menunjukkan bahwa ketekunan, kesiapan untuk belajar, dan keberanian menghadapi tantangan dapat membuka peluang karier yang lebih luas, termasuk di tingkat internasional.