News

Ribuan Kutu Beras Serbu Permukiman Warga Tunggakjati

×

Ribuan Kutu Beras Serbu Permukiman Warga Tunggakjati

Sebarkan artikel ini
Beras

Karawanghitz, Karawang — Ribuan kutu beras yang diduga berasal dari gudang penyimpanan milik Perum Bulog dilaporkan menyerbu kawasan permukiman warga di Desa Tunggakjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kemunculan serangga dalam jumlah besar itu memicu keresahan masyarakat karena tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga diduga menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan pada warga terdampak.

Serangan hama tersebut dilaporkan terjadi dalam beberapa waktu terakhir dengan intensitas yang terus meningkat. Warga mengaku kutu beras kini mudah ditemukan di berbagai sudut lingkungan, mulai dari jalanan, dinding rumah, hingga masuk ke dalam makanan, pakaian, bahkan bagian tubuh warga. Kondisi tersebut mendorong masyarakat menyampaikan keluhan kepada pihak terkait agar segera dilakukan penanganan.

Berdasarkan keterangan warga, populasi kutu beras yang menyebar di lingkungan permukiman sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Selain mengganggu kenyamanan, keberadaan hama tersebut juga berdampak pada kesehatan sejumlah warga, khususnya anak-anak.

Baca juga: BPS Bongkar Data Kenaikan Harga Beras, di Papua Tembus Rp 54.000/Kg

Salah seorang warga, Anah, mengaku keluarganya turut merasakan dampak dari serangan kutu beras tersebut. Ia mengatakan serangga itu memenuhi area jalan hingga sekitar rumah sehingga sulit dihindari dalam aktivitas sehari-hari.

Menurut Anah, anaknya mengalami pembengkakan pada mata yang diduga akibat paparan kutu beras. Ia juga mengungkapkan bahwa warga telah beberapa kali melaporkan persoalan tersebut, namun pada awalnya belum memperoleh respons yang diharapkan.

“Di sepanjang jalan menuju rumah jumlah kutunya sangat banyak. Anak saya sampai mengalami pembengkakan pada mata. Kami sudah beberapa kali menyampaikan laporan, tetapi awalnya belum ada tanggapan,” ujar Anah.

Keluhan serupa juga disampaikan Ahmad Kamil, warga Desa Tunggakjati. Ia menceritakan bahwa istrinya mengalami kejadian yang lebih serius ketika seekor kutu beras masuk ke telinganya pada tengah malam.

Akibat insiden tersebut, istrinya merasakan nyeri hebat hingga mengalami pendarahan dan harus segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Ahmad juga menyebut ada anak tetangganya yang mengalami kejadian serupa akibat kemasukan kutu beras di telinga.

“Kutu beras di sini jumlahnya sangat banyak. Istri saya sampai kemasukan kutu ke telinga sekitar tengah malam, berteriak kesakitan, bahkan keluar darah. Anak tetangga juga mengalami hal yang sama,” ungkap Ahmad.

Seiring meningkatnya keluhan masyarakat, Perum Bulog memberikan tanggapan terkait dugaan penyebaran hama yang berasal dari gudang penyimpanan beras miliknya. Pihak perusahaan menyatakan siap bertanggung jawab apabila aktivitas gudang memang menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

Direktur Operasi Perum Bulog menjelaskan bahwa perusahaan langsung mengambil langkah setelah menerima laporan resmi dari masyarakat mengenai keberadaan kutu beras di kawasan permukiman.

Menurutnya, Bulog telah menawarkan penanganan kepada warga terdampak serta menyiapkan berbagai upaya pengendalian hama untuk mengurangi penyebaran serangga di lingkungan sekitar gudang.

“Jika memang terdapat keluhan dari masyarakat, Bulog siap bertanggung jawab. Kami segera bergerak setelah menerima laporan dan telah menyiapkan penanganan melalui penyemprotan serta pembersihan di lokasi terdampak,” jelas Direktur Operasi Perum Bulog.

Selain melakukan penanganan di lapangan, manajemen Bulog Karawang juga mulai mengevaluasi sistem penyimpanan beras di gudang yang berada tidak jauh dari kawasan permukiman warga. Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab munculnya hama sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

Langkah yang dilakukan meliputi penyemprotan, fumigasi terhadap komoditas beras yang tersimpan di gudang, hingga pemeriksaan terhadap kondisi ruang penyimpanan. Perusahaan juga melakukan evaluasi terhadap sistem sanitasi dan prosedur perawatan stok pangan agar pengendalian hama dapat berjalan lebih optimal.

Baca juga: Zulhas Soroti Nasib Petani: Harga Gabah Ditekan, Sawah Dijual, Impor Pangan Membengkak

Keberadaan gudang logistik yang berbatasan langsung dengan kawasan padat penduduk menjadi salah satu aspek yang turut diperhatikan dalam proses evaluasi tersebut. Bulog menyatakan akan memperkuat langkah pencegahan agar penyebaran hama tidak kembali meluas ke lingkungan masyarakat.

Sementara itu, warga berharap penanganan tidak hanya dilakukan dalam jangka pendek, tetapi juga disertai solusi yang mampu mengatasi sumber permasalahan. Mereka menginginkan kondisi lingkungan kembali aman sehingga aktivitas sehari-hari dapat berlangsung tanpa gangguan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan yang terdampak oleh serangan kutu beras.

Hingga kini, proses penanganan masih terus berlangsung. Perum Bulog menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pengendalian hama berjalan efektif sekaligus meminimalkan dampak terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gudang penyimpanan.