Literasi SekolahNewsPendidikan

Tim BSI Explore Matangkan Program Kerja di Karang Indah

×

Tim BSI Explore Matangkan Program Kerja di Karang Indah

Sebarkan artikel ini
Explore

Karawanghitz, Kabupaten Bekasi – Kelompok Utama 11 BSI Explore 2026 mematangkan rencana program kerja yang akan dilaksanakan di lingkungan sekolah dan masyarakat Desa Karang Indah, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Penyusunan tersebut dilakukan berdasarkan hasil observasi serta komunikasi dengan pihak sekolah, perangkat desa, dan warga selama tahap awal pelaksanaan program pada Agustus 2026.

Pematangan program menjadi tahap penting agar kegiatan yang dijalankan mahasiswa tidak hanya sesuai dengan kemampuan tim, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi yang tersedia di desa. Berbagai temuan lapangan kemudian dibahas untuk menentukan kegiatan yang dapat dilaksanakan selama periode pengabdian.

Proses penyusunan dilakukan melalui diskusi internal kelompok. Setiap anggota menyampaikan hasil pengamatan dan informasi yang diperoleh selama berinteraksi dengan masyarakat maupun pihak sekolah. Temuan tersebut kemudian dikelompokkan berdasarkan kebutuhan, potensi, waktu pelaksanaan, serta sumber daya yang dimiliki tim.

Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’

Di lingkungan sekolah, mahasiswa menemukan sejumlah potensi yang dapat dikembangkan melalui kegiatan edukatif dan kreatif. Minat siswa terhadap aktivitas membaca serta kerajinan berbahan lokal menjadi beberapa hal yang diperhatikan dalam pembahasan program. Potensi tersebut menjadi pertimbangan agar kegiatan yang dirancang dapat memberikan pengalaman baru sekaligus memungkinkan untuk dilanjutkan oleh pihak sekolah.

Sementara itu, hasil komunikasi dengan masyarakat menunjukkan adanya potensi lokal yang berkaitan dengan aspek sosial dan ekonomi. Kerajinan bambu, pengolahan hasil pertanian, serta berbagai aktivitas kemasyarakatan menjadi bagian dari informasi yang dipetakan mahasiswa. Data lapangan tersebut kemudian digunakan untuk menentukan kegiatan yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari warga.

Peserta BSI Explore 2026, Derina Rizkia Zahra, mengatakan penyusunan program dilakukan dengan mengacu pada kondisi yang ditemukan langsung di lapangan.

“Program kerja kami susun berdasarkan apa yang benar-benar kami temukan di lapangan. Jadi, kami tidak langsung menentukan semua kegiatan dari awal, tetapi melihat terlebih dahulu kebutuhan sekolah dan masyarakat. Harapannya, program yang dijalankan memang sesuai dengan kondisi Desa Karang Indah,” ujar Derina.

Menurut Derina, diskusi menjadi bagian penting karena setiap anggota memiliki temuan dan sudut pandang yang berbeda. Seluruh informasi kemudian dibicarakan bersama untuk menentukan prioritas kegiatan, pembagian tanggung jawab, serta teknis pelaksanaan.

Selain berdiskusi secara internal, mahasiswa juga berkomunikasi dengan pihak desa dan sekolah. Langkah tersebut dilakukan untuk menyesuaikan jadwal kegiatan dengan aktivitas masyarakat serta memastikan program dapat dilaksanakan tanpa mengganggu rutinitas warga maupun kegiatan belajar di sekolah.

“Kami ingin program ini berjalan bersama masyarakat, bukan berjalan sendiri. Karena itu, komunikasi dengan pihak desa dan sekolah penting supaya kegiatan yang dirancang bisa diterima dan pelaksanaannya lebih mudah,” kata Derina.

Tahap perencanaan tersebut sekaligus menjadi pembelajaran bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya dituntut menghasilkan ide kegiatan, tetapi juga perlu mempertimbangkan kondisi nyata, menentukan prioritas, mengatur waktu, dan membagi tugas secara proporsional. Proses ini membuat mahasiswa harus menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan kebutuhan di lapangan.

Pematangan rencana juga dilakukan dengan mempertimbangkan durasi BSI Explore 2026. Setiap kegiatan perlu disesuaikan dengan waktu yang tersedia, kemampuan anggota, serta kondisi masyarakat. Karena itu, tim memilih kegiatan yang dinilai realistis untuk dilaksanakan sekaligus memiliki manfaat bagi lingkungan sekolah dan warga.

Perbedaan pendapat dalam diskusi tidak menjadi hambatan bagi tim. Setiap gagasan dibahas untuk mencari alternatif yang paling sesuai dengan hasil observasi. Proses tersebut turut memperkuat koordinasi antaranggota karena seluruh mahasiswa memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaan program.

Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang

BSI Explore 2026 merupakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa terpilih untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung di masyarakat.

Program tersebut berlangsung pada 5–25 Agustus 2026 dengan menempatkan peserta dalam tim di 38 desa mitra. Setiap tim terdiri atas lima mahasiswa dan didampingi seorang Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Tim yang bertugas di Desa Karang Indah dipimpin Kohar Hanapi, bersama Aulia Rahma Suryani, Derina Rizkia Zahra, Fazryan Syauqi, Laura Syahnanda Zulfia, dan Nurulita Khusnul Khotimah.

Setelah proses pematangan selesai, rencana kegiatan akan menjadi acuan bagi tim dalam menjalankan rangkaian program di Desa Karang Indah. Temuan dari sekolah dan masyarakat menjadi dasar agar pelaksanaan kegiatan tetap terarah serta menyesuaikan kondisi yang ada selama program berlangsung.